
Bi, makan dulu. biar bisa segera minum obat* robi berjongkok di samping kursi roda dea, dea mengangguk dan tersenyum* Makasih bay* dea mengambil nampan itu dari robi. *Mau mami suapi nak* tawar mami, dea menggeleng, *Dea bisa kok mi* mami mengangguk dan tersenyum. begitu juga dengan yang lain.
Robi kembali duduk di tempatnya, tiba tiba ambran ingat dengan isi paperbag yang di bawanya tadi. *Astaga, hampir saja lupa.* ucapnya sambil menepuk jidat, semua yang ada disana tertegun melihat expresi ambran begitu. *Ada apa bro* tanya robi penasaran.
Ambran mengambil paperbag itu dan mengeluarkan isi nya dan menatanya di atas meja kaca sofa tersebut. *Ini, tadi sebelum ke mari aku sempat membeli makan siang untuk kita semua, tapi aku tidak tau menunya kalian semua menyukainya atau tidak.* semua tersenyum melihat ambran.
*Ini untuk mu, kau alergi udang bukan* ambran menyerahkan saru buah box kecil berwarna putih bening pada anet.
*Wwaaaah, perhatian bangat lu bro, jadi ni kek nya* goda robi dan di sambut senyuman oleh semua orang, sementara anet dan ambran hanya bisa tersipu malu.
*Bagaimana bisa kau membeli makanan sesuai dengan jumlah kita disini nak* tanya bunda pada ambran karna penasaran.
*Tadi Saya udah chat dek anet bu, ada berapa orang di sini, mkaanya saya tau* jawab ambran.
*Cieeee, udah dek adek ni,* goda mami. wajah anet semangjin memerah dan ambran hanya tersenyum sambil melihat anet.
__ADS_1
Saat semua makan dengan tenang, dea merasa kepalanya pusing. dan memegang kepalanya sambil sedikit meringis.*Aauu* Robi menghentikan makannya dan lansung menghampiri dea. *Kau kenapa* tanyanya cemas. *Kepala ku sedikit pusing, mungkin karna terlalu lama duduk* ucap dea.
*Ya susah, minum dulu obat nya, Setelah itu kau istirahat saja* mami memberikan segelas air dan obat pada dea.
stelah minum obat, robi mendorong kursi roda dea dan membantu dea untuk naik ke bangkernya kembali. semua mata tertuju pada mereka berdua. sampai berhenti menyuap makan siang mereka.
*Sudah nyaman* tanya robi pada dea yang mencoba memposisikan tubuhnya agar terasa nyaman. dea mengangguk. *Abiskan makanan mu dulu bay* ucap dea dan di angguki robi.
Setelah makan siang bersama tadi, paman dan bunda pamit pulang, begitu juga papi dan mami, mereka ingin beristirahat sebentar dan akan kembali lagi nanti malam. sekarang tinggallah anet dan ambran yang menjaga dea yang sedang tertidur karena pengaruh obat.
*Kalau kau ngantuk, tidurlah.* tawar ambran yang melihat mata anet sedikit sayu.
*Mm gak kok kak,* jawab anet, lalu ia menggeser duduknya kensamping ambran. *Kak, itu grafik apa* tanya anet yang melihat pergerakan dari sebuah grafik dari dalam tap yang sejak tadi di mainkan ambran.
*Ini grafik perusahaan ku, Alhamdulillah semangkin meningkat* jelas ambran sambil melihat anet yang mangut mangut tanda mengerti.
__ADS_1
*Apakah kakak, gak ke kantor lagi,*
*Tidak, aku sebenarnya jarang ke kantor, kecuali ada meting penting dan ada yang harus di tanda tangani saja. selebihnya aku akan bekerja dari rumah dengan bantuan benda ini*
*Ooooo* jawab anet. dan membuat ambran gemas dengan expresinya begitu.
*Bulat* saut ambtmran yang tanpa sadar tangannya suudah mengacak acak rambut wanita cantik itu.
Anet memanyun kan bibirnya pada ambran sebagai tanda kekesalannya, atas perbuatan ambran.
Bersambung..
***Ambran kok suka bangat ngacak rambut anet ya, anet pun bukannya marah malah hanya manyun doang.
Apakah ada rasa di antar merwka berdua ???
__ADS_1
Mmmmmmm Entahlaaaa...🤔🤔🤔***