Bukan Gadis Desa Biasa

Bukan Gadis Desa Biasa
BAB 136


__ADS_3

*Kemana pergi nya dia* denada melihat sekeliling tak menemukan samuel.


*Mbak, apa kau melihat pria bersama ku tadi* tanya nya pada salah satu wanita yang juga sedang memilih sepatu.


*Oh, pria ganteng dan maco itu. tadi dia kesana* tunjuk wanita itu.


*Oke, thank ya* denanda menuju arah yang di beritahu oleh wanita itu.


*Dimana, katanya kearah sini* denada tak melihat seorangbpun di sudut itu.


*Dena,* Teriak samuel.


*Lah kok disana. aiz, aku dikerjai sama wanita itu* ucap denada tambah kesal. dan menghampiri samuel.


*Kau ngapain di situ, mau bunuh diri gara gara liat anita hamil* tanya samuel.


*Gak lah, aku tadi nyariin kamu, ttus ada yang bilang kamu ke arah situ, makanya aku ke situ* jelas denada.


*nyariin yaa, baru di tinggal bentar aja udah rindu* ucap samuel menoel noel hidung mancung denada.


*Jagan ke Geeran kamu sam.* ucap denada ketus.


Setelah puas berbelanja anet menunggu ambran di cafe yang ada di dalam mall tersebut. karena mereka sudah janjian untuk nonton flim hari ini.


*Hey, kau lagi, benalu ternyata bisa berkeliaran juga ya* sindir denada dan menyenggol bahu anet yang baru akan duduk.


*Astaga, kenapa sih mbak, sensitif amat jadi orang, lagi dapat ya* tanya anet.


*Bukan urusan loh* sahut denada meninggalkan anet.


*Anita, maaf ya, maklum lagi kumat kek nya* sela samuel saat akan mengikuti denada.

__ADS_1


*iya gak apa, hati hati di gigit* balas anet malah bercanda.


*Sam, kenapa kamu bisa kenal dengan wanita kampung itu* tanya denada saat menunggu pesanan nya datang.


*Oh, dia satu kampus dulu sama gue, termasuk anak yang cerdas juga lah*


*Loh sendiri kenapa bisa kenal dia, teman sekolah ya*


*Iih, ogah bangat gue satu sekolah sama dia*


*trus kenapa*


*Suami dia tu teman SMA gue*


*Ooh, teman sekolah trus loh jatuh cinta tapi cinta loh bertepuk sebelah tangan* tebak samuel.


*Mmm begitu la*


*Baguslah kalau pria yang kamu suka idah nikah, dan aku janji akan selalu ngalangin kamu buat mengerusak pernikahan mereka* batin samuel.


Tak lama kemudian, ambran datang.


*Sayang, maaf ya lama nunggunya, tadi ban mobilnya kempes jadi harus cari taxi dulu*


*iya gak papa, trus mobilnya kamu tinggal yank*


*Gak kok, tadi udah ada yang urus*


*Oh, syukurlah*


*Kamu kok hanya minum jus, kenapa gak pesan makan sekalian* tanya ambran.

__ADS_1


*Aku nungguun kamu, mau di suapin* rengek anet.


*Ooh, ternyata mengkek ya baby papa* ambran mengusap perut anet yang mulai terlihat.


*Iya dong pa, kan aku anak papa* anet menirukan suara anak kecil.


Ambran mencium pipi kiri kanan anet. Hal itu membuat denada yang tak henti henti nya memperhatikan mereka dari tadi menjadi tambah panas.


*Kurang ajar, mereka sengaja buat aku marah kayak nya ni* ucapnya emosi.


*Dena, jangan buat ulah deh, merekakan udah nikah, jadi wajar aja mereka romantis gitu*


*Sam, loh diam aja gak ush ikut campur*


*Dena, gue tu peduli sama loh, jangan sampai loh di tertawakan semua orang yang ada disini gara gara loh mengganggu mereka* nasehat samuel.


*Gue gak peduli* denada berdiri dan menghampiri ambran. samuel hanya bisa menggeleng saja dan melihat apa yang akan di lakikan denada.


*Mbran, apa kabar* denada basa basi busuk.


*Denada, kamu disini juga, sama siapa* tanya ambran.


*Iya, aku sama teman tadi*


*boleh aku gabung* sambung denada.


*Maaf nona denada, saya hanya ingin makan satu meja berdua sama suami saya. tapi kalau anda mau duduk di sini silahkan, kami akan pindah di meja yang lain* sela anet sebelum ambran menjawab pertanyaan denada.


*kau......*


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2