
*Kemana pergi nya dia* denada melihat sekeliling tak menemukan samuel.
*Mbak, apa kau melihat pria bersama ku tadi* tanya nya pada salah satu wanita yang juga sedang memilih sepatu.
*Oh, pria ganteng dan maco itu. tadi dia kesana* tunjuk wanita itu.
*Oke, thank ya* denanda menuju arah yang di beritahu oleh wanita itu.
*Dimana, katanya kearah sini* denada tak melihat seorangbpun di sudut itu.
*Dena,* Teriak samuel.
*Lah kok disana. aiz, aku dikerjai sama wanita itu* ucap denada tambah kesal. dan menghampiri samuel.
*Kau ngapain di situ, mau bunuh diri gara gara liat anita hamil* tanya samuel.
*Gak lah, aku tadi nyariin kamu, ttus ada yang bilang kamu ke arah situ, makanya aku ke situ* jelas denada.
*nyariin yaa, baru di tinggal bentar aja udah rindu* ucap samuel menoel noel hidung mancung denada.
*Jagan ke Geeran kamu sam.* ucap denada ketus.
Setelah puas berbelanja anet menunggu ambran di cafe yang ada di dalam mall tersebut. karena mereka sudah janjian untuk nonton flim hari ini.
*Hey, kau lagi, benalu ternyata bisa berkeliaran juga ya* sindir denada dan menyenggol bahu anet yang baru akan duduk.
*Astaga, kenapa sih mbak, sensitif amat jadi orang, lagi dapat ya* tanya anet.
*Bukan urusan loh* sahut denada meninggalkan anet.
*Anita, maaf ya, maklum lagi kumat kek nya* sela samuel saat akan mengikuti denada.
__ADS_1
*iya gak apa, hati hati di gigit* balas anet malah bercanda.
*Sam, kenapa kamu bisa kenal dengan wanita kampung itu* tanya denada saat menunggu pesanan nya datang.
*Oh, dia satu kampus dulu sama gue, termasuk anak yang cerdas juga lah*
*Loh sendiri kenapa bisa kenal dia, teman sekolah ya*
*Iih, ogah bangat gue satu sekolah sama dia*
*trus kenapa*
*Suami dia tu teman SMA gue*
*Ooh, teman sekolah trus loh jatuh cinta tapi cinta loh bertepuk sebelah tangan* tebak samuel.
*Mmm begitu la*
*Baguslah kalau pria yang kamu suka idah nikah, dan aku janji akan selalu ngalangin kamu buat mengerusak pernikahan mereka* batin samuel.
Tak lama kemudian, ambran datang.
*Sayang, maaf ya lama nunggunya, tadi ban mobilnya kempes jadi harus cari taxi dulu*
*iya gak papa, trus mobilnya kamu tinggal yank*
*Gak kok, tadi udah ada yang urus*
*Oh, syukurlah*
*Kamu kok hanya minum jus, kenapa gak pesan makan sekalian* tanya ambran.
__ADS_1
*Aku nungguun kamu, mau di suapin* rengek anet.
*Ooh, ternyata mengkek ya baby papa* ambran mengusap perut anet yang mulai terlihat.
*Iya dong pa, kan aku anak papa* anet menirukan suara anak kecil.
Ambran mencium pipi kiri kanan anet. Hal itu membuat denada yang tak henti henti nya memperhatikan mereka dari tadi menjadi tambah panas.
*Kurang ajar, mereka sengaja buat aku marah kayak nya ni* ucapnya emosi.
*Dena, jangan buat ulah deh, merekakan udah nikah, jadi wajar aja mereka romantis gitu*
*Sam, loh diam aja gak ush ikut campur*
*Dena, gue tu peduli sama loh, jangan sampai loh di tertawakan semua orang yang ada disini gara gara loh mengganggu mereka* nasehat samuel.
*Gue gak peduli* denada berdiri dan menghampiri ambran. samuel hanya bisa menggeleng saja dan melihat apa yang akan di lakikan denada.
*Mbran, apa kabar* denada basa basi busuk.
*Denada, kamu disini juga, sama siapa* tanya ambran.
*Iya, aku sama teman tadi*
*boleh aku gabung* sambung denada.
*Maaf nona denada, saya hanya ingin makan satu meja berdua sama suami saya. tapi kalau anda mau duduk di sini silahkan, kami akan pindah di meja yang lain* sela anet sebelum ambran menjawab pertanyaan denada.
*kau......*
Bersambung.....
__ADS_1