Bukan Gadis Desa Biasa

Bukan Gadis Desa Biasa
BAB 85


__ADS_3

Anet sedang berada di gudang kain yang akan di expor ke Malaysia. kainkain ini adalah kain berbahan sutra, jadi harga jualnya pun sangat pantastis. Dari daftar warna dan juga jumlah yang akan di kirim anet merasa ada keganggalan. jumlah kain yang di kirim melebihi jumlah di minta konsumen.


*Kok jumlah barang sama jumlah permintaan beda ya, coba aku cek lagi* gumam anet sambil mengecek barang sebelum benar benat di ankut oleh 4 kontener itu.


Tiga kali anet mencoba mencocokkan jumlah batang dengan jimlah permintaan bahan, tetap hasilnya sama yaitu berbeda.


*Aneh bangat, coba aku tanya sama karyawan yang memuat kain ini saja* gumam nya lagi, dan kebetulan ada karyawan yang akan mengunci kontener lewat samping anet.


*Pak, bapak udah lama kerja di sini* tanya anet pada seorangbpria paruh baya yang sedang berdiri di damping kontener.


*Iya bu, saya udah hampir 23 tahun kerja di sini, tapi ya itu maklum orang gak punya, selalu di tempatkan di bagian muat dan bongkar bahan aja* tutur pria tersebut.


*23 tahun, brarti bapak kenal pemilik perusahaan kain ini *


*Iya buk. saya sangat mengenal beliau dan juga istrinya, tapi sayang Allah lebih sayang sama mereka, mungkin karna mereka adalah pemimpin yang baik dan bijak sana* Wajah bapak itu sedikit senduh, mengingatbkebaikan bosnya yang telah tiada.

__ADS_1


*Oh iya, ibu ini baru ya, yang gantikan kepala devisi sebelum nya* tanya sang bapak.


*Iya pak, nama saya anet. bapak panggil saja anet jangan pakai buk, saya jadi segan. kan bpak lebih tua dari saya* tutur anet tak enak hati. sang bapak pun mengangguk dan tersenyum *Baiklah, nak anet*


*Oh ya pak, tadi saya udah cek bakal yang akan di kirim, kok jumlah permintaan sama jumlah yang di kirim berbeda ya, padahal udah 3 kali saya ngeceknya*


Sang bapak tersenyum getir *Itu sudah biasa nak, sejak buk arda bekerja disini selalu di lebihkan jumlah bakalnya, saya juga bingung kenapa* jelas sang bapak.


*Buk Arda iti siapa ya pak, maklum saya baru mulai kerja hari ini, belum begitu banyak kenal karyawan lainnya*


*Itu kan perempuan yang tadi. ada yang gak beres ni sama tu orang. aku harus selidiki dia.* Batin anet.


*Nak, kok ngelamun* sang bapak menepuk pundak anet.


*Eh, gak kok pak. ya udah bapak lanjut kerjanya. saya mau ke dalam dulu* tutur anet yang di angguki sang bapak itu.

__ADS_1


...-...


...-...


Ambran dan robi baru saja keluar dari ruang meting. hari ini sangat melelahkan bagi dua pria tampan tersebut, bagaimana tidak, dari pagi otot dan pikiran mereka sudah bekerja, mulai dari meeting dengan klaen luar negri di kantor cabang, peninjauan lokasi proyek di luar kota dan melanjutkan kembali meeting dengan klian lainnya.


*Haaa, alhamdulillah, akhirnya pejuangan kita berbuah manis* ucap ambran saat duduk di sofa ruangannya.


*Iya, alhamdulillah. oh ya, aku pulang duluan ya. pasti dea udah nungguin ni* Robi bangkit dari duduknya dan merai minum kaleng yang masih tersisah setengah itu.


*Mmmm yala, yang punya istri* ucap ambran.


*Makanya cepat halalin tu gadis desa impian mu* ledek robi.


*yalaaaa* jawab ambran lesuh.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2