
Sedangkan di kediaman Tan, Anet sibuk di dapur memotong sayur dan bahan masakan yang akan di masak bersama bibi, sambil bercerita dan bertanya siapa saja penghuni rumah besar itu.
*Anet sayang, kenapa kamu ada disini, dan itu kamu lagi ngapain ?* Tanya Amel yang baru saja ke dapur ingin mengambil minum.
*Ah ini nyonya, anu tantr, eee anet mau bantu bibi masak buat nant makani malam* jawab anet terbata.
Amel tersenyum melihat anet dan mendengar jawaban anet yang lucu dan menggemaskan menurutnya. sifat dan sikap anet persis seperti almarhumah kakak iparnya.
*Sudah biar saja bibi yang kerjakan, kamu mending ikut Tante dan Dea ke mall.* ajakan sekaligus perintah amel.
*Mmm gak usah nyon..eh tante, anet di rumah aja, * tolak anet sopan.
*Kenapa net, kan enak shoping di mall.* Sekretaris dea datang dan menyambar pembicaraan.
*Anu kak dea, mmm anet ke sini buat kuliah, jadi tabungan anet akan anet gunakan buat kebutuhan selama kuliah nanti, kesian kalau harus merepotkan paman dan bunda terus.* Jawab anet jujur..
__ADS_1
Amel dan sekeretaris dea lansung saling lirik dan tersenyum mendengar ucapan anet, dan mereka lansung berhamburan memeluk anet yang masih tertunduk menahan malu, karena ucapannya tadi.
*Anet, kamu tinggal di rumah ini otamatis kamu adalah bagian dari kami, jadi masalah keuangan kamu jangan kawatir, semua OM dan tante yang tanggung, kamu bilang aja butuh apa dan berapanya.*Balas amel yang sudah melepas pelukan Teletabies mereka.
Tadi pagi saat sarapan dodi dan amel meminta anet untuk tetap tinggal di rumah mereka, sehingga tak perlu tinggal di asrama seperti mahasiswa atau mahasiswi lainnya yang juga mendapatkan beasiswa yang sama seperti anet.
Awalnya anet menolak karena segan dengan keluarga ini, mereka sudah sangat baik padanya, tapi amel terus membujuk anet, sdan akhirnya anet izin untuk meinta pendapat paman dan bunda nya di kampung., setelah mendapatkan jawaban dari paman dan bunda akhirnya anet setuju intuk tetap tinggal di tumah besar itu.
*Tapi tante, anet sudah banyak merepotkan di sini, sudah di kasih tinggal di rumah mewah ini dan di kasih kamar super indah saja anet sudah ngat bersyukur dan berterima kasih sekali.* Jujur anet.
* Aah sudah la net, kamu ikut aja sama kita, kita habiskan duit tuan dan nyonya tan ini, * sambar dea sambil cekikitan.
*Ammpuuunn nyonya galak, amapun gak ulangi lagi. kalau gak lupa nanti* jawab dea yang mengusap kuoing nya yang sedikit memerah itu. Anet dan bibi tertawa melihat adegan antar amel dan sekeretaris dea itu.
*baik lah, tapi anet ganti baju dulu ya tan, kak..* anet melangkah menuju kamarnya.meninggalkan amel dan sekeretaris dea.
__ADS_1
*Jangan lama lama keburu malam* triak sekretaris dea, Amel geleng geleng melihat tingkah dea.
* Mommy, kira kira Anet curiga gak ya sama kita ?* Tanya dea.
*Kek nya sedikit curiga deh, tapi dia anak baik gak suka kepo kek kamu,* Amel menarik hidung mancung dea.
*Sakit mooommm. KDA mah ini mananya.* dea cwmberut.
*Apa tu KDA .* tanya amel.
*Kekerasan Pada Anak.* jawab dea kemudian lari sebelum telinga nya di jerewr lagi. bibi yang melihat tingakah majikannya itu hanya tetsenyim dan geleng geleng kepala.
**Bersambung...
Naah terjawab sudah siapa dan posisi sekretaris dea sebenarnya kan. Abis autor keceplosan saat ngetik di bab ini..😂😂
__ADS_1
Tapi gak apa, masih banyak rahasia dea di tangan author..
Pasti gak ada yang penasarankan dengan rahasia ini**.???