
Satu minggu dea di rawat di rumah sakit, dan hari ini sudah di bolehkan pulang oleh domter, walaupun masih harus kontrol dan melakukan kemotrapi setiap 2 kali dalam sebulan.
Selama itu pula anet, papi mami, dan Robi bergantian menjaga dea di rumah sakit.
...-...
...-...
*Hallo bunda, Assallamulaikum*
*Kamu lagi dimana nak, apa sudah di kampus*
*iya bun, Ini lagi siap siap mau ke kampus*
*Ya sudah, kamu nyetirnya hati hati jnagan ngebut*
*Siap nyonya. Assallamualaikum*
Setelah sambungan telpon nya terputus anet, keluar dari kamarnya, dan ke kamar dea terlebih dahulu untuk melihat keadaan dea.
*Kau belum otw net* tanya dea saat anet baru saja membuka pintu kamarnya.
*hehe, ini mau otw kak. kakak udah baikan * tanya anet lalu duduk di tepi ranjang dea, sementara dea bersender di divan ranjang nya.
__ADS_1
*Sudah jauh lebih baik. Makasih ya net unting kamu dan ambran cepat bawa aku ke rumah sakit, kalau gak mungkin, kita gak akan bisa seperti ini lagi* ucap dea sendu..
*Kakak, jangan bicara seperti itu, kita ini saudara* anet memeluk dea.
*sudah, ngampus sana, sekalian tolong bawkan ini ya, Kasih ke rektur* dea meraih sebuah amplop coklat kepada anet.
Anet membaca sampul surat tersebut, *Rumah sakit medikasih*
*Ok sist, ya sudah aku berangkat dulu ya, kabari kalau ada apa apa* anet berdiri dan mencium kanan pipi dea. dea hanya mengangguk dan tersenyum menimpali adek sepupunya itu.
setelah anet manghilang di balik pintu kamarnya dea *Lama lama aku semangkin gak tega membohongi mu net, kau anak baik*.
...-...
Anet sampai di kampus dengan selamat, padahal ini hari pertamanya mengemudi sendiri, karena selama dea di rumahbsakit anet selalu di antar supir ketika berpergian, dan setiap pulang kuliah anet meminta pak supir untuk mengantarnya ke tempat kursus mengemudi. Alhasisl sekarang anet tak perlu di antar lagi oleh supir ketika hendak pergi.
*Net, ada yang cari kamu tu,* Salah seorang teman sekelasnya menghampiri anet dan memberitahu kalau ada seseorang sedang mencari anet dna orang tersebut ada di bawah pohon seri selon di pojok parkiran. Anet menoleh ke arah yang di tunjuk oleh temannya tersebut. lalu senyum merekah dari bibir nya.
*Oke, makasih dinda* ucap anet dan wanita itu hanya mengangguk seraya tersenyum lalu pergi.
Anet menghampiri orang yang dari tadi menunggunya.
*Kenapa kesini* tanya anet pada orang tersebut.
__ADS_1
*Sengaja mau pastiin bidadari sampai dengan selamat, kan hari pertama nyetir sendiri* ucap pria tampan dengan pakaian sangat rapi tersebut.
*Lebaaaayy, Aku baik baik saja kak. tenang saja udah punya sim kok* anet cengengesan dan duduk di kursi yang terbuat dari batu yang di lapisi semen tersebut.
*Gimana kabar dea, apa sudah pulang,* tanya pria tersebut.
*Alhamdulillah kak dea sudah lumayan membaik, dan udah di rumah juga* jawab anet.
*Alhamdulillah syukurlah, pantesan dia tadi chat aku dan ngasi tau kalau hari ini kamu nyetir perdana ke kampus* jelas nya.
*Ooh, jadi sekarang udah pandai cari informasi mengenai anet ya, mantap mantap* jawab anet dengan wajah sedikit masam. namun terlihat imut di mata pria tampan tersebut.
*Astaga, kak. aku lupa kak anet tadi meminta ku untuk memberikan surat dari rumah sakit pada rektur* Anet berdiri saat teringat pesan dea tadi.
*Mmm, kau ini. ya sudah sana masuk. nanti siang kakak jemput*
*Jemput. ? mau kemana, kau kan kelas tambahan hari ini, mungkin sore baru bisa pulang* jawab anet jujur.
*gitu ya, kalau begitu nanti siang aku kesini lagi* pria itu pun ikut berdiri dan mengacak rambut anet. lalu berlari ke arah dimana mobilnya terparkir, sebelum anet menyerang balik mengacak rambutnya.
**Bersambung...
Pasti bundsist bertanya tanya kanapa belum membahas maslah kebohongan para tetua dan kenapa anet gak bertanya kenapa bunda dan paman bisa sama sama datang ke rumah sakit bersamaan dengan papi mami**
__ADS_1