
Dea dan Robi masih setia menutup mata sambil berpelukan di balik selimut tebal yang menutupi tubuh polos keduanya.
Ssmentara anet, papi mami dan paman bunda serta kuarga inti robi berkumpul di ruangan makan vvip hotel tersebut. Ya, papi menyewa hotel ini khusus lantai dasar sebelah kanan, karena di lantai dasar sebelah kanan ini adalah lantai vvip yang di lengkapi taman luas berserta kolam renang nya.
*Aduh, yang semalam baru di lamar pagi ini senang bangat kek nya* Goda mami yang baru saja dari kamar mandi.
*Mami, apaan sih* wajah anet bersemu merah. dan lansung duduk di samping papi.
*Hey, princess itu tempat ku, tempat mami tercantik mu ini* ucap mami cemberut. Anet hanyabcengegesan dan berpindah ke bangku kosong samping bundanya.
Saat akan mendaratkan pantat nya di kursi, anet tak sengaja menyenggol gelas berisi jus di meja, beruntung bunda cepat menyambut gelas tersebut, dan hanya menumoahkan sebagian isinya saja.Semua tersenyum melihat anet yang salah tingkah.
*Ayo semua kita mulai saja sarapannya, seprtinya pengantin baru itu masih belum sadar, atau masih olaraga pagi* ucap papi asal ceplos.
*Besan, suka benar deh kalau ngomong* saut ayah robi.
Semua makan dan di selingi canda tawa, tentu saja anet yang jadi bahan bulian para otang tua tersebut, karena hanya anet yang masih belum menikah, kakak robi sudah bersuami dan sudah memilik sepasang anak kembar.
...-...
...-...
Di kediaman keluarga Ambran
__ADS_1
Ambran baru saja akan melangkah ke dapur ,tiba toba Bella menghadangnya.
*Kakak, antar aku ke tokoh buku, aku mau beli novel terbaru* pinta Bella pada Ambran.
*Baiklah nyonya kecil* jawab ambran malas.
*Jangan ngoces terus bel, masih pagi juga* ucap papanya yang juga kebetulan lewat mau ke dapur untuk sarapan bersama.
*Papaaaa, suka deh gangguin inces* ucap bella sok memasang wajah cemberut.
Ambran yang melihat wajah Bella sok merajuk menggelengkan kepalanya dan meninggalkan bella.
Di meja makan
*Malas ma, biarkan saja*
*Iya kak, gak usah di jenguk, nanti dia menlunjak, trus nganggap kakak cinta sama dia* imbu bella.
*Iya, papa juga gak akan izinkan kamu buat jumpa dia, papa juga gak suka liat tu betina* saut papa.
*Papa, emang Sela itu ayam, di bilang betina* protes mama ambran.
*Hahaha iya ma, ayam ganjen* saut bella.
__ADS_1
*Adeeeekk, gak boleh gitu ngomongnya, gak baik* Nasehat mama.
...-...
...-...
*Mami, Ela gak mau minum obatnya lagi. ela bosan mam, Ela mau nya Ambran, no yang lain* tolak Bella saat sang ibu memberikan obat padanya.
*No ela, kau harus minum obat ini, mami dan papi gak bisa lama lama di sini, papi mu banyak kerjaan*
*Ya sudah, kalau kau tetap mau berlama lama terbaring di sini. mami dan papi mu lusa akan segera pulang ke Hongkong*
*Trus ela mami tinggal sendiri di sini, ela ini anak mami bukan sih,*
*Tidak. kau anak pungut. puasa* mami melenggang keluar kamar rawat sella.
*Mam, Mami, tunggu. Ela mau ke kamar mandi* teriak sella.
*Nanti mami panggilkan suster di depan untuk membantumu* ucap mami sebelum benar benar keluar dari kamar tawat sella.
*mami, aku maunya mami bukan suster* teriak sella. Namun percuma sang ibu sudah terlanjur meninggalkan kamar tersebut.
*Sialan, ini semua gara gara gadis desa sialan itu. aaaaaaaaaa sial sial siaaaalll* teriak sella sambil menepuk ranjang yang sudah 3 hari ini setia menahan tubuhnya.
__ADS_1
Bersambung...