
Waktu bergulir begitu cepat, sejak liburan ke puncak 4 bulan yang lalu kini tubuh baby boy yang di beri nama Royan pratama itu, memiliki tubuh yang sehat dan sintal.
Setiap 3 hari sekali anet merasa wajib menyempatkan waktu untuk menjenguk dan bermain dengan bayi gembul itu.
Seperti hari ini anet bersama ambran datang membawakan banyak mainan untuk royan.
*Kalian di sini nak* sapa papi yang baru saja pulang dari kantor.
*Iya pi, tadi sih adek mau kesini sendiri aja kesini nya, tapi kak ambran ternyata jemput di kantor katanya sekalian juga mau jumpa kak robi* jelas anet.
*
Semenjak menikah dengan dea robi jarang menemui ambran lagi, karena papi dodi mempercayakannya untuk mengelolah perusahaan milik keluarga tan.
Sebenarnya robi sudah meminta ambran melepaskannya, mengingat dia tidk akan bisa seperti dulh lagi bekerja sebagai asisten pribadi sahabat nya itu.
Namun ambran mengatakan tetap akan menjadikan robi asistennya, walaupun tak jarang mereka berkomunikasih hanya melalui sosial media saja.
*Ooh, ya sudah papi mau berseoh bersih dulu, nanti kita makan malam bersama ya* papi mwninggalkan anet dan ambran yang sedang berada di ruang keluarga bermain dengan royan.
Sementara robi masih dalam perjalann pulang, karena hari ini dia melakukan kunjungan ke lokasi proyek.
Dea dan mami sibuk memasak di dapur untuk makan malam mereka.
__ADS_1
*yank, sepertinya kamu sangat suka anak kecil* ucap ambran sambil memperhatikan anet yang menyapi bubur pada baby royan.
*Mungkin karna aku dari lahor gak punya saudara, trus jumpa kak dea juga udah besar* jawab anet sekena nya.
Ambran tak berkata lagi, sampai papi bersamaan dengan robi yang baru pulang menghampiri mereka.
*Mbak sama mas bucin di sini* ledek robi.
*Apaan sih kak* anet tersipu malu.
*Lama amat loh pulang bro, berkarat ni nungguin nya* sahut ambran.
*Gua dari lokasi proyek bro, ya udah gua mandi dulu ya.* robi meninggalakan anet dan ambran.
*Nanti pi, kalau incess papi ini udah mau ambran sah kan.* ambran menjawab papi, karna dia tahu anet tak akan menjawab pertanyaan papi.
*Jangan lama lama, kalaian udah tunnagan 1 tahun lebih loh* papi kembali mengingatkan mereka berdua.
*Iya pi* jawab ambran dan anet bersamaan.
Jam menunjukkan pukul 7.15 malam.
Semua penghuni rumah kelurga tan sudah berkumpul di meja makan. saat mkan tak ada saru pun yang berbicara.
__ADS_1
Dan setelah selesai makan malam, para art membersihkan meja makan, sedangkan yang punya rumah beserta tamu nya menunuju ruang Keluarga.
Anet menunggu ambran yang sedang menemui robi di ruang kerja robi. sesangkan dea mencoba menidurkan royan dalam gendongan nya.
*Sayang, menikah lah, ambran memng pria baik dan sabar, tapi sampai kapan dia harus menunggu mu siap menjadi istrinya, jangan sampai kamu menyesl nanti nak* mami menasehati anet.
*Iya mi* hanya kata itu yang keluar dari mulut anet.
Tak lama Ambran dan robi menghampiri mereka yang sedang memakan puding chokelat buatan dea. robi lansung mengambil alih royan dari gemdongam dea dan membantu menidurkannya.
*Sudah selesai yank* tanya anet pada amran, tanpa malu lagi memanggil ambran dengan kata sayang di depan kuarga nya.
*Sudah, maaf ya lama* ambran mengelus kepala anet. Anet hanya tersenyum.
*Mami, papi, sepertinya kami pamit pulang dulu ya, udah malam, badan juga udah lengket semua, kesian juga anet pasti udah snagat lelah* pamit ambran.
*Nginap aja disini kan kamar banyak* tawar papi.
*Lain kali saja pi, besok ambran juga mau ke luar kota jadi mau siap siap* tolak mabran sopan.
Setelag berpamitan, Anet dan ambran meninggalkan rumah besar keluarga Tan.
Bersambung....
__ADS_1
*Sayang, buka hati mu untuk