
Pagi begitu cerah, namun mata nan indah itu seperti enggan untuk terbuka, karena masih merasa sangat nyaman dengan mimpi indahnya..
*Anet sayang, bangun nak, sudah pagi. gak baik anak dara bangun siang.* bunda ucap bunda, sambil membuka jendela dan menyibak gorden jendela yang di terali besi itu.
*Lima menit lagi bun, rasanya nyaman sekali tempat tidur ku ini,* anet dengan suara paraunya, khas bangun tidur.
*Dasar kamu ya, selalu begitu setiap pagi, besok jangan sampai kebawa bawa lebiasaan buruk ini ketika kamu sudah kuliah di kota, karna disana tidak ada bunda yang akan membangunkan mu setiap pagi seperti saat ini.* tutur bunda
Mendengar perkataan bunda, anet lansung bangun dan duduk tengah kasur sembil merai ikat rambut di meja belajar yang terletak di sisi kanan tempat tidurnya.
Setelahnya anet memeluk sang bunda yang juga duduk di sisi kasur.
*Bunda, Anet sayang bunda dan paman, jika bunda dan paman tidak ada, mungkin Anet sudah jadi gelandangan di jalanan*.
*Kamu ini anak bunda sama paman, walaupun kamu hanya keponakan kami, tapi cinta dan kasih sayang kami sepenuhnya hanya untuk mu, dan dengan adanya kamu dalam hidup kami, kami sangat merasa bersyukir dan sangat bahagia.* tutur bunda sambil membalas pulukan anet serta membelai pucuk kepala sang anak dengan lembut.
__ADS_1
*Ya sudah kamu mandi sana, udah bau nces ni, bunda mau nyiapkan sarapan, bentar lagi paman mu akan pulang* ucap bunda sambil melepas pelukan nya dari anet.
*Emang paman kemana pagi pagi begini bun ?*
* Dia lari pagi, sekalian katanya mau menghirup udara pagi yang masih bersih.* tutur bunda.
Anet hanya ber *O* ria mendengar ucapan bunda.
Di meja makan
karena dari kecil anet selalu duduk di kursi itu setiap kali makan, baik itu sarapan, makan siang, makan malam, atau hanya ngemil serta minum susu saja.
*Pagi nak, sepertinya kamu ceria sekali pagi ini,* ucap paman
*Iya paman, barusan anet di telpon dari pihak perusahaan yang memberikan beasiswa itu, katanya anet nanti sore akan di jemput dan segera di daftarkan ke kampus anet nanti yang ada di kota* ujar Anet dengan berbinar binar bahagia.
__ADS_1
Sementara sang bunda tertunduk sendu mendengar ucapan Anet, ada rasa bahagia namun ada pula rasa sedih akan melepas Anet anak yang ia rawat dan besarkan selama ini dengan penuh kasih sayang.
*Bunda, kenapa bunda keliahatan sedih begitu, apa bunda tidak bahagia kalau anet berkuliah dan berusaha untuk menjadi orang sukses ??* anet memegang punggung tangan bunda dengan tatapan sedih.
*Sayang, bukan begitu. bunda senang Anet bisa mencapai cita cita Anet, dan kelak insyaallah akan menjadi orang sukses. tapi bunda juga sedih serta takut kalau nanti Anet sukses Anet akan lupa sama bunda juga paman, kami sangat menyayangimu nak.* bunda mulai menangis sambil memeluk Anet.
Suasana ruang makan pun jadi penuh suara tangisan haru, bahkan paman juga ikut menagis dan memeluk dua wanita kesayangannya.
Mmmm jadi ikutan syedih ya☹️☹️
***Bersambung...
jangan lupa bantu kasih semangatnya ya bun.
maklum masih pemula, maaf jika ada salah dalam penulisan kata dan bahasa.🙏🙏
__ADS_1
semoga terhibur🙂🙂***