Bukan Gadis Desa Biasa

Bukan Gadis Desa Biasa
BAB 140


__ADS_3

Saat ini ibu hamil yang semangkin bersemangat dalam mengembangkan bisnisnya. sampai sampai seluruh keluarganya merasa sangat khawatir dengan kesehatan baby twin yang masih di rahim dan bundanya yang tak bisa diam ini.


*Hey nyonya sukses, bisakah kau berhenti satu hari saja dari kegiatan membosan mu itu, mari kita ke mall shoping perlengkapan buat baby twin nanti* ajak dea yang sengaja datang pagi pagi ke rumah anet di temani mami dan sicomel royan.


*Aku ada miting pagi ini kak de, besok aja ya* Anet menjawab cengengesan.


*Tidak ada penolakn lagi, mami sama bunda mu juga udah sepakat akan mengadakan acara 7 bulanan besok siang, jadi hari ini kita harus belanja keperlengkapannya buat besok* ucap mami tegas.


*Mami, kok mendadak sih, kan semua butuh persipan, mana bisa terkejar klau haris di lansungkan besok siang acaranya* protes anet.


*Semuanya sudah kami atur sayang, kau hanya perlu menyiapkan diri mu*


*Dekor, undangan, sama sovenirnya juga udah aku urus mam* lapor dea.


*Bunda juga sudah pesan ketringannya, tinggal baju caple buat kita aja lagi, karna bingungvmau pilih yang mana* sahut bunda yang baru datang dan membawa sebuah buku brosur bergambarkan berbai gaun untuk berbagai acara.

__ADS_1


*Aduduh. kok rumah jadi tempat nongkrong ya. padahla masih pagi gini, aku aja belum mandi tapi semua sudah ngumpul* gundel anet yang sudah mati kata karena tak bisa menolak lagi permintaan 3 wanita beda usia itu, namun terlihat masih ABG dengan gaya yang modren.


*Bukannya marah dengan ucapan anet 3 wanita itu hanya tertawa saja*


Saat ambran turun dengan pakaian santai nya, dia kaget melihat sudah bayak wanita cantik di meja makan, mengeroyok istrinya yang gendut namun terlihat seksi di matanya.


*Adik ipar, kau tidak ke kantor ya, kan bukan hari libur* tanya dea saat ambran menghampiri mereka.


Belum juga sempat ambran menjawab pertanyaan dea, tapi...


Ambran menggendong royan dan mencium pipi gembul nya berulang kali, dan juga menggelitik ketiak royan, sehingga balita hembul itu tertawa lepas.


*Aku sengaja libur kak de, capek kerja terus, insya allah kalau buat masa depan baby twint dan 4 adik mereka nanti harta ku masih cukup, bahkan sampai ke anak cucu ku nanti* sahut ambran lalu melangkah ke taman bersama royan yang sudah seperti ulat bulu yang menempel di badannya.


*Noooh, laki mu aja merasa capek, gak bunting nya dia, badan sehat dan bugar, masa kmau lagi bawa dram kemana mana gak ada capek nya buat cari duit, emang duit di bawa mati ya dek* sindir dea pada anet.

__ADS_1


*Gak di bawa mati kak. tapi kna kain kafan nya beli* sambil tersenyum meledak.


*Ada aja memang jawaban nya* dea jadi malas melawan anet lagi. dan memilih memakan buah di atas meja.


Mami dan bunda hanya bisa menggeleng kepala saja dengan tingkah dua kakak adik itu.


*


*


Sesampai di mall, mereka membeli apa yang di butuhkan, dan tak lupa mereka juga mampir di butik langganan mami untuk memilih kostum persatuan di acara 7 bulanan besok siang.


Baby royan tidak mau ikut bersama mami nya. dan lebih memilih tinggal bersama ambtan di rumah. Tentunya ambran dengan senang hati bersedia menjaga baby gambul yang menggemaskan itu.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2