Bukan Gadis Desa Biasa

Bukan Gadis Desa Biasa
BAB 92


__ADS_3

Hey apa kah kau tidak bisa keluar dari ruanganku sekarang, mengganggu saja, pekerjaan ku ini sangat banyak, jika kau tetap disini otak ku yang cerdas ini tidak bisa berfungsi dengan baik..


"iihs kau ini, aku datang mau curhat malah di usir.


"curhatnya di kost aja nanti, sekarang keluar dulu, kerjakan bagian mu sana, bukankah kau juga banyak kerjaan ?!


*kau ini menyebalkan sekali sekarang* umpat dinda pada anet yang mengusirnya.


Sebelum benar benar pergi dari ruangan sahabat sekalian bos nya itu *Eh, bocah cantik, aku udah punya rumah ya, gak ngekost lagi kek dulu, yaaa walaupun itu rumah pemberian dati kamu dan keluarga mu.* ucap dinda.


*Ku lempar kau ya din, bilangin aku bocah, udah besar ni, udah bisa bikin bocah* saut anet.


*Kalau gitu cepatan merid* Dinda mengejek anet dan buru buru keluar ruangan itu, sebelum anet mengejarnya.


Semenjak anet bekerja di perusahaannya ini, hubungan dinda dengannya semangkin akrab, bahkan seperti adik dan kakak. ealaupun mereka sering saling mengejek.


...-...


Dua hari berlalu, Ambran yang sedang istirahat siang di ruangannya, teringat akan sebuah email yang masuk pagi pagi buta dua hari yang lalu.

__ADS_1


*Kok robi dua hari ini gaknada merepet ya, padahalkan kalua gua gak baca email dari dia' tumben* gumam ambran


Ceklek..


Pintu ruangannya terbuka, *Permisi bos, ada yang ingin bertemu* ucap sang sekretaris kantor, setelah memasukkak sebagian tubuhnya kedalam ruangan CEO.


*Siapa* tanya ambran, seingat nya dia tak memiliki janji bertemu dengan klain ataupun temannya.


*Aku yang ingin bertemu dengan mu* Anet masuk dan melewati sekretaris itu. *Terima kasih kak* ucap anet pada sang sekretaris.


*Sama sama, saya permisi bos, nona* pamitnya.


*Sayang, kenapa kemari tak memberitahu ku* tanya ambran yang duduk di sebelah anet.


*Oh, jadi aku harus izin dulu ya kalau mau bertemu kekasihku. baiklah, aku pulang saja* anet aok ngambek dan berdiri, namun belum sempat berdiri sempurna, ambran menarik lengannya dan alhasil anet terduduk di pangkuan CEO tampan tersebut.


*Bukan gitu maksud ku sayang, kalau kamu ngabatin dulu kan bisa aku pesan makan siang sekalian buat kita* pujuk ambran sambil memeluk pinggang anet.


*Aku udah beli makn siang buat kita, karna kalau mengajak mu makan di luar, nanti penyamaranku bisa kacau*

__ADS_1


*Ayo kita makan* anet turun dari pangkuan ambran dan mengeluarkan serta membuka dua kotak makanan yang dia beli saat menuju kntor sang kekasih.


*Wah, kelihatannya menarik, apakah kau sudah bisa mkaan udang sayang* tanya ambran saat salah satu penutup kotak itu memperkihatkan lauk udang saos tiram.


Anet menggeleng, *ini untuk calon imam ku, dan ini untukku* anet memberikan kotak berisi udang saos tiram pada ambran, dan mengambil kotak satunya lagi untuk dirinya sendiri.


*Cumi Asam manis + jamur , sambal terasi. enak juga lauk mu yank* puji ambran karena memang lauk anet terlihat enak sama dengan lauknya,


*Tapi kenapa punya ku gak ada sambal tetasinya* sambung ambran.


*Karena aku sebenarnya kurang suka pedas, jadi kita bagi dua aja ya* pujuk anet setelah melihat muka lesuh ambran saat tak ada smabal terasi di kotak makannya.


* Mmmm. kau memang gadisku yang ter hot sayang* puji ambran tersenyum girang.


*Haa* anet melongoh.


*Sambal terasi nya yang akan bikin makan kita jadi Hot sayang,* kila ambran, padahal dia tadinya memuji kemolekan tibuh sang kekasih, bukan sambal terasi.


Bersambung......

__ADS_1


Selamat siang, selamat ujung minggu..😘😘


__ADS_2