
Pergilah dari sini dan jangan kauncoba coba mengganggu anak menantuku lagi* ucap paman tegas dan penuh emosi.
Jika saja tak mengingat hari ini hari bahagia putri semata wayangnya, dan jika denada seorang pria, paman sudah menghajar habis habisan katena berani menghina keluarga mereka.
*Hey pak, kau tak berhak mengusirku dari sini, kau seharusnya sadar kalau kau ini hanya tamu disini* denada menganggap rumah mewah dan besar ini adalah rumah keluarga ambran, karena memang sejak kenalndengan ambran denada tak pernah tau dimana rumah ambran sebenarnya.
*Hahaha, kau salah nona, ini rumah anak ku, bukan rumah ambran yang kau akui mantan itu.*
*Aku rasa ambran yang baik dan ganeteng sempurna itu tak akan memiliki mantan yang tak tahu malu sepertimu ini* Sahut bunda yang datang bersama baby royan di hendongannya.
Sementara mami sekeluarga sesang melayani tamu penting, ya itu kolega bisnis papi dan merwka sibuk berfoto di pelaminan.
*Ya tau hahat* sambung baby royan menarik rambut denada.
*Aaauuw sakit, dasar bayi kurang ajar* denada ingin memukul royan namun dengan cepat paman menahan dan menghempaskan kasar tangan denada.
*Berani kau menyemtuh keliarga ku, akan ku patahkan tangan mu* ancam paman dengan wajah yang sudah memerah menahan emosi.
*Security* triak paman. dan beberapa tamu yang awalnya cuek dengan perdepatan mereka jadi terpancing melihat kelakuan kasar denada pada seorang bayi.
Dengan sigap security pun datang mengahampiri mereka. *ya tuan*
*Kau bawa wanita tak tahu malu ini keluar dari rumah putriku, kalau perlu kau gantung dia biar tak jadi benalu lagi* printah paman.
__ADS_1
*Lepaskan aku, aku bisa jalan sendiri bentak dena pada security yang mulai menyeretnya*
*Maaf nona, saya hanya menjalankan tugas dari tuan saja*
*Lepas kan, aku bilang lepaskan. sakit brensek* amuk denada dan meludahi security itu.
*Oh berani sekali kau meludahi wajahku nona, kau terima ini* Security itu mendorong denada ke luar pagar dan denada tersungkur mencium aspal hitam itu.
*Aaawww, sakit* triak denada yang merasakan mukanya tersungkur di aspal.
Sebelum denada bangkit, security menutup dan mengunci pintu pagar.
*Rasakan kau wanita sialan, berani sekali kau menghina ku seperti itu.*
-
Di dalam rumah, semua berbahagia, banyak tamu yang menyumbangkan suara emas mereka si atas panggung hiburan.
*Masya allah, acara ini membuatku sangat bahagia dan terharu, ternyata banyak orang yang menyayangiku walaupun orang tuaku sudah tiada* ucap anet lirih.
*Sayang, kau jangan berkata yang membuatmu sedih, kami sangat menyayangimu, terutama aku* ambran menggenggam kuat tangan sang istri.
Anet mengangguk dan kemabli tersenyum, di tambah lagi melihat paman dan papi membuat ulah. mereka berdua berjoget kocak dan memberikan saweran pada penyanyi di atas panggung.
__ADS_1
Sementara di bawah panggung banyak juga tamu yang ikut berjoget dan mendapat taburan uang yang dari papi dan paman.
*Memang lagu siko bagi duo ini membuat semua kalagan ikut bergoyang* Mami geleng geleng kepala melihat semua yang berjoget.
*Mami, tolong pegang baby royan, rasanya alunan musik ini membuat dea ingin ikut joget* dea memberikan baby royan pada mami.
*Aku juga ikut sayang* robi berlari mengejar dea dan mereka ikit bergabung di atas panggung bersama papi dan paman.
*Mbak gak ikut joget juga* tanya mami pada bunda yang baru mengahampirinya.
*Mau sih, tapi gak lah takut encok kambuh* Mereka berdua tertawa, sementara baby royan menggiyangkan tangannya dan kepalanyapun ikut angguk angguk geleng geleng.
**Bersambung....
Alhamdulillah, 2 Bab.
Baby royan oh baby. kenapa ikit johet juga🤦♀😂😂**
Gaun anet saat ijab qobul
__ADS_1
Gaun pengantin yang anet kenakan saat resepsi.