
Jam menunjukkan pukul 06.15 pagi. Anet terbangun dan melihat tubuhnya yang di balut selimut. dan merasakan ada tangan kekar yang memegang pucuk kepalanya. betapa kagetnya anet melihat seorang pria tampan yang masih terpecam itu menjadikan pahanya sebagai bantal untuk menahan kepla anet.
*Kau begitu sempurna kak* batin anet dna tetsenyum sendiri. lalu anet melepas tangan kekar yang menempel di kepalanya dengan pelan dan duduk bersebelahan dengan sang pria. *bangunkan gak ya, tapi kesian juga kalau di bangunkan, biarkan aja deh, mending aku cuci muka dulu* Anet berdiri namun tiba tiba lelaki itu terbangun karena suara decikan kursi saat anet bangkit dari duduknya. *Kau sudah bangun, mau kemana* tanya nya..
*Eh kak, udah bangun ya, * anet salah tingkah sendiri. *Mm, kau mau kemana ini masih pagi* suara parau itu bertanya pada anet yang masih setia berdiri sambil memperhatikan nya mengucek mata. *Anet mau cuci muka kak* jawab anet. *Oh, baiklah.* ucap lelaki tetsebut.
Setelah kembali dari toilet, anet sempat ke kantin rumah sakit untuk membeli sarapan dan membawanya ke ruang rawat dea. kondisi dea sekarang sudah lumayan membaik, setelah tadi subuh sempat di rawat di ICU namun sekarang sudah berada di ruang rawat, karena sudah sadar dari komanya. namun masih harus mendapat perawatan intensif. tentu saja saat dea di pindahkan ke ruang rawat anet dan ambran masih tertidur si depan ruang ICU. Karena tak tega melihat mereka yang tidur pulas, robi sengaja membiarkn mereka tetap tertidur. tapi mengirim pesan singkat pada ambran bahwa dea susah berada di ruang rawat.
Saat sampai depan ruang ICU dwngan membawa 1 kantong plastik sarapan dan susu hangat, anet melihat ada orang lain yang keluar dari ruang tersebut, dengan tangis yang terisak. Anet bingung siapa perempuan itu dan mengapa dia menangis dan meratap seperti itu. apakah dea dalam keadaan kritis batin anet. prasaan anet semangkin tak karuan, dan ingin segera masuk ke dalam ruangan tersebut.
__ADS_1
Namun saat ingin mendorong pintu kaca itu, Ambran memanggil anet, *Dek, kau mau ngapain* tanya ambran. *Aku mau masuk, mau liat kak dea di dalam* jawab anet masih dalam kecemasannya.
*Dea udah gak ada di dalam, dia udah di pindhakan ke ruang rawat,* jelas ambran.
*Benar kah, kak dea gak apa apa kan ?*
Sampai di ruang rawat dea, Robi sedang menyuapi dea bubur, *Kak dea, alhamdulillah kakak udah sadar* anet berlari dan memeluk dea. dea yang terbaring di ranjng kecil itu pun mencoba membalas pelukan anet, namun dia masih sangat lemah.*Kakak baik baik saja net* ucap dea meyakinkan.
*Net, boleh dea menghabiskan makannya dulu, karna setelah ini dea harus minum obat* Robi membuat anet tersadar dan melepas pelukannya dan tersenyum *Maaf, aku terhura* ucap anet. *Terharuuuu* ucap Robi dan Ambran bersamaan. Kemua tertawa bersama. *Bisa bisanya melawak saat sedang seprti ini* ucap ambran yang berdiri di belakang anet sambil mengacak rambut anet dengan gemas.
__ADS_1
Melaihat pemandangan itu, robi dan dea ikut merasa bahagia, karena mungkin setelah ini Anet dan ambran bisa menjadi sepasang kekasih yang serasi, batin mereka.
**Bersambung...
Selamat siang, selamat weekand.
*Ada kabar sedih, Pengajuan kontrak novel ini d****i tolak sama noveltoon. Alasannya karna banyak penulisan kata yang tidak sesuai dengan kamus besar EYD. dan beberapa hal lainnya. Tapi ya sudahlah. Author tetap mau bilang makasih banyak banyak sama bundsist semua karena selalu setia buat ikutin alur cerita ini.๐ค๐ค๐๐*
love you bundsistku๐๐
__ADS_1