Bukan Gadis Desa Biasa

Bukan Gadis Desa Biasa
BAB 146


__ADS_3

*Kak melon* dinda terbengong melihat siapa pria tersebut, begitu tampan dan sangat berkarisma.


*Tadi dia gak sekeren ini, kenapa sekarang berubah maco bangat* batin dinda..


*Kenalin aku samuel, kamu*


*Tunggu aku keluar dulu* dinda keluar dan menjabat tangan pria tersebut. *Aku dinda*


*Baiklah nona imut, kenapa dengan mobil mu* tanya samuel lagi.


*Gak tau kak, tiba tiba saja mogok, aku coba start gak bisa juga, padahal bensin full dan kemarin baru selesai servis* jawab dinda panjang lebar sambil memalas.


Dengan gemas, semuel membuka topi nya dan memasangkannya di kepala dinda. tentu saja membuat dinda dan tiga wanita yang ada di dalam mobil kaget atas perlakuan manis pria tersebut.


*Ini sangat panas, nanti rambut mu bisa rusak.* samuel menjelaskan maksud nya memasang topi di kepala dinda.


*Makasih kak* dinda tersipu malu.


*Oh ya, sebenar kau dan mereka mau kemana*


*Kita mau ke rumah teman ssekaligus sahabat dan juga bos ku*


*Yang mana satu ni, bos, teman, atau sahabat* tanya samuel bingung.


*Aduh, gimnaa ya bilang nya, aku tu punya bos, dan bos ku itu juga sekalian teman bahkan kami sudah lama bersahabat, gitu loh kk*


*aoooh, gitu. kalau gitu ayo aku antar saja kalian ke sana* tawar samuel tulus.

__ADS_1


*Benaran, trus mobil ku gimana, rumah nya juga masih jauh loh, lagi kita juga baru kenal* dinda bicara tanpa jedah. membuat samuel tambah tertarik padanya.


*Aah, banyak ngoceh ya nona satu ini. sekarang mau ikut atau tetap di sini*


*Mmm tunggu aku tanya ibu dan adik ku dulu ya*


*Cepatlah, ini sangat pmterik nona imut*


*Iya sabar napa* dinda mencurutkan bibirnya ke depan. terlihat lucu di mata samuel.


*Imut bangat, mengen ku lahap tu mulut monyong* batinnya.


Setelah semua setuju ikut mobil samuel, mereka memindahkan barang bawaan ke kombil samuel.


*Kau mau pindah nona, banyak amat bawaannya*


*Gak pindah sih, cuma bos ku itu selalu pesan kue sama ibu, dan buah itu sebagai buah tangan dari ku*


Setelah menempuh perjalanan 35 menit, akhirnya mobil samuel sampai di depan rumah anet.


*Maaf ini bukannya rumah Tuan Ambran wijaya ya* tanya samuel pada dinda.


*Iya, istrinya lah bosku kak. kakak kenal mereka*


*Oh, tidak, hanya tahu saja, kan mereka pembisnis sukses*


*Gak mungkin aku bilang kalau aku kenal mereka karena denada.* batin samuel.

__ADS_1


Semua barang bawaan dinda sudah di tutunkan, dan kini ibu serta adik dind apun sudah masuk membawa bawaan mereka. dan sebelumnya sudah berterima kasih juga pada samuel atas bantuannya.


*Kak, masuk dulu yok* ajak dinda.


*Mm, lain kali aja ya nona, aku masih ada urusan* tolak samuel.


*Mmm, gitu ya. ya udah deh, sekali lagi makasih banyak ya udah bantuin kita*


*Sama sama, oh ya aku boleh minta nomer mu*


Dinda memberikan kartu namanya pada samuel.


*Ini kak,*


*Oke, nanti kalau mobil mu sudah selesai akan ku hubungi ke nomor ini ya*


*Siip. sekali lagi makasih*


*Iya kebanyakan maksih nya. sampai penuh ni otak dengan ucapan makasih kamu* canda samuel.


*Ya udah masuk gih. aku juga permisi ya, bey dinda* samuel masuk ke mobilnya dan melambaikan tangan pada dinda.


Dinda pun membalas lambaiyan tangan samuel dan setelah mobil itu menghilang di balik pagar rumah anet, barulah dinda masuk dengan muka bersemu semu.


**Bersambung.....


Alhamdulillah, dua bab ya. mood lagi bagus😂.

__ADS_1


Selamat siang semua, selamat membaca. dan terima kasih🙏🙏


Love you bundsistku😘😘**


__ADS_2