
Satu minggu berlalu, pasangan pengantin baru itu kembali ke rutinitas masing masing.
*Sayang, ayo bangun. kamu lupa libur kita sidah berakhir, dan hari ini kita harus kembali ke kantor masing maaing* Mabran membangunkan anet yang masih malas membuka mata.
*Sayang, aku masih ngantuk. sama capek juga, rasanya badan ku ini ?remuk semua* jawab nya sambil mata terpecam.
*Iya, maaf kan aku ya. besok gak akan ajak perang sampai berklai kali lagi, 5 kali aja cukup*
Mendengar perkataan ambran barisan anet membuka matanya.
*5 kali yank, bisa longgar goa ku ini, dan pinggang ku pasti akan encok*
*Hahaha aku hnaya bercanda sayang, abis kamu itu bikin nagih sih*
*Aaahh gombal aja terus* Anet melangkah ke kmar mandi dengan selimut melilit tubuh polos nya.
*Aku tunggu di bawah ya yank, jangan lama* trik ambran lalu melangkah ke dapur.
*Nak ambran, mana anet nya* tanya bik nah.
*Dia masih siap siap bik*
*Oh ya sudah bibik sudah siapkan sarapan nya. tapi ini bibi tingval ya. bibi mau ke pasar, sayur di kilkas pada habis semua*
*Bi, gak usah ke pasar. bik nah di rumah aja, istirahat, nanti biar aku sama anet yg belanja* Ambran menghentikan langkah wanita paruh baya itu. dan mendudukkan bik nah ke kursi untuk sarapan bersama.
__ADS_1
*klian sudah sangat memamnjakan bik nah nak. nanti lama lama bik nah bisa ngelunjak loh* canda bik nah.
*Hahaha gak apa juga kalau bik nah nhelunjak, bik nah kan ibu kami. kami sayang bik nah* tutir ambran jujur.
*Terima kasih nak ambran, anet sangat berunting memiliki suami seperti mu, bik nah doakan semoga keluarga kalian menjadi keluarga yang sakinah*
*Aamiin..* Aambran dan anet mengamin kan doa bik nah.
*Sayang, kau sudah siap* tanya ambran saat anet mendekati nya dan bik nah.
*Ya tentu saja, aku ini wanita mandiri, BCA, BNI dan....*
*Istri tercinta nya aku* potong ambran. anet memeluk suaminya dari samping dan memberikan kecupan di pipi ambran.
*Eeii, malu diliat bik nah* ambran menatik kursi di sebeleh nya untuk anet.
Di kantor Anita tekstil.
Anet duduk di kursi nya sambil melihat isi laporan selama seminggu dia cuti.
Tok
tok
Seseorang mengtuk pintu ruangannya dengan sedikit keras.
__ADS_1
*Siapa yang mengetuk sekeras itu* lirih anet. Namun belum sempat anet berdiri untuk membuka pintu ruangannya, seorang wanita dengan memakai pakaian yang minim masuk.
*Hay, Anita. ternyata kau seorang pengusaha ya, tapi sayang perebut pacar orang* ucap wanita itu.
*Maaf, anda siapa dan ada perlu apa datang kemari dengan tidak sopannya* tanya anet yang masih dengan sabar nya.
*Oh ya, kenal kan aku denada, kekasih ambran suami mu, dan kau harus kau kalau aku adalah wanita satu satu nya yang ambran cinta* ucap denada sombong dan tak sadar diri.
Anet duduk di sofa di ruangan nya.
*Silahkan duduk nona* sambung anet.
Setelah denada duduk berhadapan dengan anet, anet ingin memgetahui apa maksud wanita ini datang ke kantor nya, dia malas membuang wktu hanya untuk melayani wanita tak jelas ini.
*Maaf nona, saya sekarang sangat sibuk, jadi lansung pada inti nya saja, tidak usah banyak basa basi lagi* tegas anet.
*Sombong sekali kamu, tapi baik lah. Aku datang kemari untuk mengingatkan mu. jangan pernah kau berharap lebih kalau ambran akan menjadi milik mu seutuh nya, kau tau kenapa, karena aku akan merebutnya kembali*
*Jadi anda datang mengganggu waktu saya hnya untuk mengatakan hal ini saja*
*Haa, saya pikir ada urusan penting apa.* sambung anet, tersenyum miring.
Mendengr dan melihat ekpresi anet yang biasa saja membuat denda stersulut emosi.
*Hey betin silan*
__ADS_1
Bersambung.....