
Di sebuah lestoran yang terletak di atas sebuah bukit. luar baru saja terjadi hujan, namun tak begitu lebat. tak berselang lama muncul penampakan pelangi yang begitu indah.
*Lihat lah. pelangi itu indah sekali bukan* Samuel menunjuuk ke arah luar.
*Iya, sangat indah* dinda tak pernah sebelumnya melihat pelangi se indah ini, karena selama nya dia hanya sibuk memikirkan kelansungan hidupnya dan keluarga. tak ada waktu untuk bersantai menikmati pelangi.
*Kau tau din. waktu kecil aku pernah berdoa pada tuhan*
*Berdoa untuk apa* tanya dinda pada pria tampan yang duduk di depannya.
*Aku tak memiliki perempuan lain selain ibu penti, ibu kandungku pun aku tak tau dimana, natah masih hidup ataupun sudah tiada*
*Pernah waktu itu, aku sangat rindu dengam sosok ibu, aku menangis sejadi jadinya di belakang panti. saat aku sibuk berperang batin. aku melihat lurus kedepan*
*Dan aku melihat pelangi dengan sangat indah, dan di saat itu aku berjanji pada diri ku sendiri. Jika suatu saat aku melihat pelangi muncul dengan sangat indah, dan bertepatan pula waktu kemunculan mereka aku sedang bersama seorang perempuan maka aku akan menjadikan perempuan itu istri ku.*
*Ya akan ku sayangi dia seperti aku menyayangi dan mencintai diri ku sendiri* tutur samuel panjang lebar.
*Jika wanita itu jauh lebih tua dari mu, atau dia seorang nenek nenek, kau akan menikahi nya juga* tanya dinda.
__ADS_1
*Hahaha, kau ini lucu ya. jelas saja tidak. aku akan menjadikan dia ibu atau nenek ku*
*Kirain bakalan di nikahi juga*
Ya saat ini mereka sangat akrab, bahkan mereka sering jalan berdua, makan siang berdua, dan tak jarang pula samuel mengantar jemput dinda saat bekerja.
Padahal baru kenal 1 bulan mereka sudah seperti kenal bertahun tahun lamanya. dan samuel sudah menceritakan tentang siapa dirinya sebenarnya pada dinda.
*Jadi bagaimana, apakah kau mau menjadi istriju dinda kusuma dewi* tanya samuel bersungguh sungguh.
*A ap apa, kau jangan bercanda melon, aku jadi istri mu, tidak mungkin* dinda kaget dan jadi salah tingkah.
*Aku serius, dan kenapa tidak mungkin, kau single, aku juga. aku benar benar mencintai mu dari pertemua pertama kita din*
*Lalu apa masalahnya dengan nyawa nyawa itu. aku sudah menganggap mereka ibu dan adik ku juga*
*Muel, tak semudah itu. kau lihat aku. aku ini jelek, body ku. aduh, gak bangat, jauh dari kata sempurna buat kamu yang setampan ini* dinda berdiri dan memutar badannya.
Samuel ikut berdiri dan memeluk dinda, sehingga dinda terkaget dan mematung.
__ADS_1
*Dinda, aku tak perduli itu. yang aku tau aku nyaman, sayang dan cinta pada mu. dan kau sebenarnya sangat cantik, hanya saja kau tak pernah memperlihatkannya di depan ku. kau lebih suka bergaya dan berdandan saat upload foto di sosmed*
*Samuel, lepaskan. malu di liat orang* dinda sebanar nya nyaman berada dalam pelukan samuel. tapi karena semua mata yang ada di sekitar melihat mereka dinda merasa malu.
Samuel melepas pelukannya.
*Saat ini aku tak punya bunga, apa lagi cincin berlian, aku hanya punya ini* Samuel memberikan sebuah kalung berinisial S yang tergantung sempurnah di lehernya.
*kata ibu penti, ini adalah adalah pemberian dari ibu ku. karena saat bu penti menemukanku, kalung ini sudah ada di leherku* samuel membuka kaitan kalung itu.
*Jika kau bersedia menjadi istri ku, ambil kalung ini. tapi jika tidak pasangkan kembali kalung ini di leher ku*
*Samuel, maaf kan aku.......*
***Bersambung........
Mohon maaf ya bundsist, kemaren gak up karna author lagi drop. mungkin kecapean kerjaan numpuk + cuaca gak nentu.
Jangan kecewa dan marah ya sama author 😗🙏🙏🙏
__ADS_1
Makasih sudah setia dan tetap nunggu author up lagi...
I Love Love Love untuk bundsist semua😘😘😘😘***