
Alhamdulillah view nmbah terus tiap hari, sekarang udah 2648 views dan 33 favorit.
Terima kasih yang sudah sudih mampir di karya author. Maklum maklum aja ya kalau kisahnya agak sedikit membosanka, masih perlu banyak blajar.🤭🙏
...-...
...-...
Matahari mulai turun dari singgah sananya, dan sebentar lagi bulan akan menggantikan tahtahnya di dampingi para bintang yang bertaburan dimana mana.
Sepasang pengantin baru sedang bersiap untuk melanjutkan acara resepsi pernikahan mereka, malam ini adalah malam pesta gaun.
Dea memakai gaun ala princess dan tentu saja Robi memakai tasedo bagaikan pangeran istana dan tak lupa mahkota yang tertenggek di atas kepala menambah kesan menawan buat kedua mempelai.
__ADS_1
*Permisi, apakah pangeran dan ratu udah pangeran sudah siap untuk melanjutkan acara malam ini* Tanya Anet mengganggu dua insan yang sedang di rias oleh para tim WO.
*Mm, sepertinya setelah ini kau harus menyusul kami jadi pengantin, karena sahabat ku itu sudah ngebet bangat mau kawin*
*Emang kucing kawin* saut Dea yang masih sibuk di rias.
*Iya ni, kak robi ada ada aja. lagian mana ada yang mau sama aku* kila anet, padahal dia tau jika ambran adalah yang di bahas robi.
*Alah, kau aja yang gak mau kasih kesempatan sama Ambran. Saran ni ya, sebagai kakak ipar yang baik dan tampan. lebih baik kau terimah deh si ambran, gua udah kenal dia dari zaman kita SD, dia anak nya baik dan penyanyang bangat loh, soal tanggung jawab, beeehh jangan di tanya lagi, dia sangat tanggung jawab* beber robi yang sudah selesai dengan penampilan nya dan duduk di kursi rias samping dea.
*Mmm, suami istri kompak bnagat ya ngompornya, oke oke, nanti anet pikirin lagi. Sekarang buruan ke bawah, tamunya udah pada berdatangan tu* anet melangkah keluar dan lansung ke lokasi acara bergabung bersama empat orang tuanya.
Di luar gedung sudah mulai gelap dan menampakan bulan dan bintang seakan menari di atas sana membah indahnya pesta yang di adakan di taman belakang hotel bintang lima nan megah.
__ADS_1
*Anet sayang, gaun mu indah, tapi ini temanya apa nak,* tanya mami dan bunda juga ikut melihat penampilan anet.
*Hehe, anet asal pakai gaun aja mi, karna bingung mau pakai tema apa. dan ini gaun pemberian kak Ambran waktu anet ulang tahun kemarin* Jawab anet jujur.
Saat ulang tahun ke 19 anet mendapat ucapan selamat ulang tahun dan hadiah pertama dari ambran. ulang tahun ke 19 anet tak di rayakan besar besaran seprti waktu ulang tahun ke 18, tak ada lagi sandiwara dea yang di culik dan sebagainya. karena waktu itu papi mami dan dea sedang ke Singapure untuk menghadiri keluarga papi.
Sedangkan ayah bunda pergi saat itu sedang berlibur ke negara LA, katanya ingin berbulan madu lagi.
Anet tak bisa ikut bersama mereka karena ada ujian akhir semester di kampusnya.
*Wah, jadi ini jadiah spesial dari si babang tampan mu itu, so sweet bangat deh dia, ulang tahun yang ke 18 di kasih cincin berlian, dn yang ke 19 gaun indah, sangat indah malah* puji mami dan di angguki bunda.
*Sebaiknya coba buka hati buat si tamoan itu nak, nikah muda gak apa kok, yang oenting tidak di bawah umur, ya kan dek* sambung bunda dan mami mengangguk antusias.
__ADS_1
*Bunda, mami apaan sih* Anet tersipu malu di goda oleh dua ibunya ini..
Bersambung....