
Malam semangkin larut, Dea sudah tidur dengan sangat nyenyak dan menjalankan peran di dalam mimpinya. sehingga tak menyadari jika seseorang masuk ke dalam kamarnya dan duduk di sisi kanannya.
*Terima kasih kau sudah menjadi kakak terbaik dalam hidupku, walaupun kita tak terlahir dari rahim yang sama, dan tak ada mengakir sedikitpun darah yang sama, aku sangat menyayangimu. semoga kau tetap semnagat untuk sembuh agar kita bisa menua bersama dan hidup bahagia*
Anet bicara sendiri sambil memperbaiki selimut tebal yang menutupi tubuh dea. senyum terukir di bibir tipis anet dna tanpa terasa setetes air bening tumpah di pelopak matanya.
-
Di Dapur mami sibuk menata menu sarapan di atas meja. *Bik, tolong bangunkan duo princess di kamarnya, kita sarapan bersama* pinta mami pada bibi.
__ADS_1
*Baik nya* bibi pun pergi membnagunkan dua nona cantik di rumah tersebut, Awalnya bibi ingin membangunkan Anet terlebih dahulu, tapi saat melintasi kamar dea bibi melihat pintu kamar dea sedikit terbuka. saat ingin masuk ke kamar dea, senyum terukir di bibir wanita paruh baya yang sudah menjadi pengasuh dea sejak kecil. Bagaimana tidak, ada pemandangan yang sangat mengharukan di depan matanya. Anet dan dea tidur saling berpelukan satu sama lain. Tak ingin melewati pemandnagan ini begitu saja, bibi memoto anet dan dea menggunakan ponsel nya, sebelum membangunkan mereka.
Baru saja bibi melangkah ingin mendekati ranjang besar itu, dea bangun dan menggeliat. betapa kaget dan terharunya dea melihat anet sedang memeluknya dengan mata yang masih terpejam. dengan langkah pelan bibi mendekati dea *Non, nyonya menunggu untuk serapan bersama di bawah* dea mengangguk dan membangunkan anet dengan sangat lembut. bibi membuka tirai yang menutupi jendela kaca besar yang ada di sudut kiri kamar tersebut.
*Net, bangun. malu sama matahari yang udah di atas genteng* ucap dea. anet membuka matanya dan melihat sekeliling, bukan kamar dia melainkan kamar dea. dan melihat dea yang sudah duduk di kursi rodanya. *Apakah aku semalam ketiduran di kasur kakak * tanya anet pada dea, *Mungkin saja.* Dea menjawab sambil menganggkat bahunya dan masuk ke kamar mandi. anet melangkah turun dari tempat tidur dea dan merapikan selimut serta bantal yang berserakan di kasur. setelahnya anet meninggalkan kamar dea dan ke kamarnya untuk bersiap. karena pagi ini ada kuliah pagi.
Ya, di rumh mewah ini tak ada yang namnya membedakan makanan untuk majikan ataupun untuk pekerja, semua di masak dan di makna bersama.
Setelah acara sarapan usai semua di larang beranjak dari tempatnya oleh papi dodi *Semuanya tetap di tempat, ada yang ingin kita ketahui bersama sebentar lagi.* Ucapnya sambil melihat semua yang ada di sana satu persatu.
__ADS_1
Tak lama dari papi bicara terdengar suara seseorang mengucapkan salam. semua menjawab salam dan terlihat paman bersama bunda melangkah menuju dapur, anet berdiri dan memeluk bunda serta menyalami paman.
Bunda dan paman duduk di di depan papi dan mami, karena papi sudah meminta bibi untuk menyiapkan dua buah kursi kosong sebelum nya...
**Bersambung....
Kira kira mau bahas apa ya mereka ??
Jadi **Kepo dehðŸ¤ðŸ˜‚
__ADS_1