
Ambran dan keluarganya sudah siap pergi ke acara dea malam ini, bella sangat antusias karena dia tahu anet pasti ada disana, rencananya mereka akan menggunakan satu mobil saja untuk kesana.
Ntah sejak kapan Bella si gadis yang terkesan cuek dan jutek itu akan sangat senang jika bertemu dengan Anet.
Saat mobil yang di kendarai Ambran yang membawa serta keluarganya keluar gerbang, terlihat sebuah taxi berhenti tepat di depan mobil ambran.
*Siapa yang berani menghalangi mobil ini sih, bisa telat deh jum kak anetnya* omel Bella kesal.
*Sella, gak boleh gitu, gak baik* tegur bunda.
Tak lama keluar seorang wanita berpakaian serba minim berwarna silver dan mengetuk kaca mobil ambran. ambran menurunkan kaca mobilnya malas.
*Ambran kau mau ke acara pesta Robi ya, aku ikut dengan mu ya* pinta sella.
Belum sempat ambran bicara bella menurunkan kaca mobil di sampingnya *Maaf nona badut, mobil ini sudah full*
Sella terlihat sebal dengan perkataan bella, *Kan di belakang bisa muat bertiga, ya kan baby*
__ADS_1
*Maaf nak, jika kau mau ke acara pesta robi, kenapa tidk minta antar saja lansung tadi pada supir taxinya, kenapa mala kesini* mama ambran bicara dengan nada menyinggung.
*Gini mam, aku tidak tau letak hotelnya dimana, makanya aku kesini dulu, sekalian sama sama kesana dengan kalian semua* kila bella tak putis asa.
*Apa kau tak bisa baca, di undangannyakan ada dena lokasi. Ooh, atau kau tak di undang, tapi ingin juga ikut, baiklah ini aku punya undangan buat temanku sih. tapi sepertinya kau lebih membutuhkannya.* Bella menjulurkan sebuah undangan tanpa nama pada sella. lalu menaikkan kaca mobilnya.
*Sella, jika kau tetap ingin kesana, di dalam ada banyak mobil nganggur, kau pilih saja mana yang ingin kau bawa, kuncinya minta sama satpam* papa ambran ikut muak melihat sella, apalagi melihat pakaian sella saat ini.
*Dan satu lagi, jika tak ingin masuk angin kau ganti baju mu dulu, karn acaranya di taman bukan di gedung* ucap ambran lalu menutup kaca mobilnya dan meninggalkan sella yang mengerutu.
Saat di perjalanan ke hotel Ambran di omeli oleh mamanya, kenapa bisa memiliki mantan seperti sella, Bella yang dari awal tak menyukai wanita badut itu mengompori mamanya. ambran hanya bisa diam mendengarkan ocehan sang ibu.
...-...
......-......
*Sialan, beraninya mereka membuat aku seperti orang miskin, ini semua gara gara gadis kampung sialan itu* sella mengomel seorang diri di depan pagar rumah ambran sambil menunggu taxi online yang di pesannya.
__ADS_1
*Aku akan membalas perbuatan kalian nanti setelah aku dan ambran menjadi suami istri*
*Dan Gadis kecil itu, akan ku jadikan mainanku saat aku suntuk, hahaha pasti seru melihat keluarga ini tunduk padaku*
*Sudah tak sabar nikah sama pangeran ambran* Sella merasa bosan menunggu di depan pagar dan ingin menunggu di bangku taman komplek yang terletak tak jauh rumah ambran. saat menyebarang jalan yang sunyi tersebut, sebuah motor melinyas dengan kecang.
Bruukk..
*Aaaaah*
Kecelakaan pun tak dapat di elakkan, sella terpantingbke pinggir jalan kepalanya membentur trotoar pembatas jalan dengan taman.
Satpam rumah ambran mendengar ada suara teriakan dan benturan bersamaan menoleh ke luar pagar dan melihat motor seta pengendaranya tergolek di jalan sedangkan sella sudah terguling tan bergerak lagi di pinggir.
Pak satpam pyn berteriak meminta bantuan dan berlari ke arah sella serta pemotor itu, beruntung pemotor tersebut hanya luka lecet saja, namu sella sudah pinsan dan mengalami beberapa luka gores di bagian tubuhnya yang hanya tertutup sedikit kain itu.
**Bersambung.....
__ADS_1
Nah kan, kalau punya niat jahat sama orang baik itu gak bagus, belum juga ngapa ngapain ambran dan keluarganya dia duluan yang dapat tulah...🤦♀😜
Sella, Sella. kesian amat idup luu.🤭😂😂😂**