Bukan Gadis Desa Biasa

Bukan Gadis Desa Biasa
BAB 96


__ADS_3

*Ooh, ya sudah ini bapak bawa aja sekalian, biar gak lupa lagi. saya juga udah selesai cek bahan bakunya* ucap anet sambil tersenyum ramah, namun dalma.hati dan pikirannya masih berkata dan bertanya cairan apa itu.


*Iya buk, terimakasih sudah mengingatkan, saya antar ke depan buk* ucap pria tersebut.


Anet hanya menjawab dengan senyuman.


Namun belum sampai ke parkiran, seorang pria lebih mudah dari bapak tersebut tiba tiba datang menghampiri anet dan orang kepercayaan di bagian prabrik tersebut. (kita sebut pak meneger aja la yah, meneger pabrik).


*Bos, mana cairan pemudarnya* ucap pria muda tersebut saat sidah di depan anet dan pak manager.


Mata pak manager memberi kode pada sang bawahan agar jangan sembarangan bicara, tentu saja anet melihat kode tersebut.


*Cairan pemudar, ada yang gak beres ni ?* batin anet.


Anet lansung mengambil botol cairan di tangan pak menager tersebut dengan cepat. *cairan ini bang* tanya anet pada pria muda itu. dan di angguki olehyang di tanya.

__ADS_1


Anet menatap sang manager *Tadi bapak bilang ini botol punya bapak yang ketinggalan di gudang bahn baku, kok abang ini malah nyariin botol ini pak* tanya anet penuh selidik


*Anu, mmmm, itu buk* pak manager mulai pucat dan bingung mau bicara dan bagaimana caranya menjelaskan pada anet tentang cairan tersebut.


*Pak, dari awal bapak mengatakan bahwa cairan dalam botol ini adalah milik bapak, saya sudah mulai curiga sama bapak, sekarang bapak dan abang ikut saya dulu ke kantor. jelas kan semuanya disana nanti. itu pun kalau kalian masih ingin bekerja di sini* ucap anet tegas dan mata elangnya mulai terlihat.


Sang manager dan bawahannya pun hanya mampu mengangguk dan patuh dengan perintah anet, tanpa melawan bahkan tak membatah perintah anet sedikitpun.


Setelah sampai di kantor, anet membawa dua pria tersebut di ruang meeting, karena di ruangan tersebut memakai peredam suara, walaupun kaca besar sebagai dindingnya bagian depannya.


*He em, Buk anet ada apa ini*, tanya paman jo pada anet.


* Pak, ini saya temukan di pabrik, tepatnya dgudang penyimpanan di bahan baku.* Anet menyetahkan sebuah botol berisi cairan berwarnah seperti teh.


*Cairan apa ini, saya belum pernah melihatnya selama saya bekerja di sini* tanya paman menelitih dan mencium bau cairan yang ada di botol tersebut.

__ADS_1


*Bapak berdua silahkan jelaskan itu cairan apa* perintah anet tegas pada dua pria yang dibawanya tadi.


*Maaf pak bos, kami hanya menjalankan lerintah buk bendahara aja selama ini* ucap pak manager dengan kepala tertunduk.


*Maksud anda ini cairan bukan bahan baku yang biasa di gunakan, dan bahan baku harus menggunkana bahan yang bekualitas, dan ini baunya saja saya sudah yakin kalau cairan ini sebuah zat kimia racikan. bukankah anda tau itu pak manager* Tanya paman jo dengan tangan yang mengepal di di atas meja.


*Maaf pak bos, seperti yang saya katakan tadi, ini perintah dari buk yulia* jujur sng manager.


*Maksud anda, yulia bendahara kantor ini* tanya anet memperjelas.


*Iya buk, dia yang meminta kami untuk mencampurkan cairan ini kedalam bahan olahan kain*


Wajah Paman jo dan anet berubah menjadi memerah, mendengar pengakuan sang manager pabrik tersebut.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2