
*Jika kau bersedia menjadi istri ku, ambil kalung ini. tapi jika tidak pasangkan kembali kalung ini di leher ku* samuel meletakkan kalung itubdi telapak tangannya.
Dinda bingun harus bagaimana dan harus menjawab apa. Memang dia selalu merasa nyaman dekat dengan pria yang tengah melamarnya ini, tapi mereka baru saja kenal beberapa minggu.
Dinda takut akan salah mengambil keputusan jika menerima samuel. dan juga takut jika menolak lamaran pria yang sepertinya tulus mencintainya.
*Ya tuhan, apakah aku sedang bermimpi, aku harus menerimanya atau tidak. aku memang sangat nyaman saat bersamanya, dan aku juga merasa kehilang jika dia sehari saja tak ada kabar, dia pun selama ini baik pada ibu dan dua adik ku* batin dinda.
Setelah puas berperang batin, dinda akhirnya meyakinkan hatinya sendiri.
*Bismillah ya allah, semoga aku tak salah mengambil keputusan* batin nya lagi.
*Din, kau tidak apa kan, jika kau tidak menerima lamaran ku ini, is oke din, kita kan masih bisa berteman. aku tak akan marah apalagi sampai membenci mu*
Samuel melihat dinda dengan raut wajah penuh pertimbangan. Dan dia pun iklas jika dinda menolak nya. dan samuel sudah yakin dinda akan menolak nya.
*Samuel, maaf, maafkan aku.......*
__ADS_1
*Dia menolak lamaran ku, ya tuhan, sakit sekali hati ini. tapi tak apa, aku tak mungkin memaksa nya untuk hidup bersama ku. aku iklas tuhan. mungkin ini yang terbaik untuk kami* batin samuel.
*Tidak masalah din, aku tetap akan hargai keputusan mu, mungkin kita tidak di takdirkan untuk berjodoh* ucap samuel pura pura tegar.
*Sam, dengar aku dulu*
*Gak usah lanjutin din, aku sudah tau kelanjutan dari kalimat mu tadi. ayo lanjutkan makannya lagi* samuel menarik tangannya yang tadi di hadapan dinda.
*Sam, aku minta maaf ya, aku gak mau harus pasang sendiri kalung nya di leher ku ini, kau mau kamu yang pasangkan* Ucap dinda saat samuel hendak duduk kembali di kursinya.
Mendengar ucapan dinda samuel berbalik badan.
*Ya sudah kalau gak mau pasangkan kalungnya di leher ku yang seksi ini* dinda memasang mode merajuk, dan membelakangi samuel.
Dengan sigap samuel memeluk erat dinda dari belakang, meletakkan dagunya di bahu dinda.
*Terima kasih sayang ku. aku janji akan selalu membuat mu bahagia dengan cara ku sendiri* bisik nya di telinga dinda.
__ADS_1
Wajah dinda bersemu merah mendengar kalimat samuel barusan. dia berbalik badan mengahadap samuel.
*Jadi tidak berikan kalungnya padaku, kalau tidak aku mau pergi saja dari sini, ada pria mesum, suka peluk peluk, malas* ekting dinda.
*Jadi dong cintaku* samuel memasangkan kalung pemberian ibunya itu ke leher dinda.
*Sangat indah, kau sangat cocok memakainya. mulai saat ini, kalung ini aku berikan pada mu, jagan pernah di lepas* pinta samuel lalu mencium kening, pipi, dan bibir dinda sekilas, lalu kembali memeluk dinda lagi.
*Mmm, Dasar bucin mesum* rengut dinda pelan dalam pukan samuel. jujur hatinya juga sedang berbunga bunga, sama seperti samuel yang sedang memeluk nya saat ini.
*Sumpah demi apapun, aku akan menjaga dan melindungi mu, aku juga akan membahagiakan mu, menjadikan ratu ku, menyayangi ibu dan kedua adik mu seperti aku menyayangi mu, eh, tidak untuk mu 100% cinta ku, dan untuk ibu dan adik kita nanti 80% sama seeprti aku mencintai dan menyayangi ibu penti yang sudah berjasa dalam hidup ku. 20% nya untuk ku sendiri* batin samuel yang ntah apa ada persen persennya๐๐
***Bersambung....
Bab, ini khusus dinda ya, bu anetnya lagi malas di ganggu mau istirahat, kan lagi bumil yang bentar lagi akan lahiran. heheh๐
Terima kasih masih setia dengan hasil khayalan author. Semoga bundsist selalu dalam lindungan Allah ya.
__ADS_1
Jangan lupa jaga kesehatannya. sekatang cuaca lagi kacau. maklum dunia mulai tua ya.
Love love love buat bundsist semua๐๐๐๐***