
5 bulan berlalu, Pagi ini rencananya Anet dan keluarga besarnya akan berlibur ke puncak, kebetulan di sana ada paman memiliki sebuah risort yang baru berjalan peropearsiannya setahun belakangan.
*Kak dea, kak kenapa, muka kak pucat loh* Anet melihat dea yang sedang menuruini tangga.
Anet sengaja bermalam di rumah mami tadi malam karena biar bisa berangkat bersama, karen bunda dan paman sudah berangkat duluan kemaren sore.
*Gak apa apa, mungkin karna belum sarapan* dea menjawab dan lansung menyambut uluran tangan anet yang ingin membantunya berjalan.
*Benaran gak papa kak, kalau ada yang sakit bilang loh*
* iya dek gak apa, ayo kita sarapan dulu*
Dimeja makan semua sudah berkumpul lecuali robi.
*Nces,ana menantuku* tanya papi pada dea.
*Dia lagi packing pi, semalam gak sempat karna capek mijitin kaki dea yang pegal*
*Kesian mantu ganteng mami, ya sudah kita sarapan duluan aja. biar nanti robi sarapan di jalan, kalau gak sempat makan di rumah* ajak mami.
Saat acara sarapan berlansung, bel rumah berbunyi, Art yang sedang bersih bersih di ruang tamu lansung membukakan pintu.
*Assallamualaikum bik, apa anet ada disini* tanya tamu yang datang.
*Waalaikum salam, ada den, non anet sedangvsarapan sama yang lain. ayo silahkaan masuk den*
__ADS_1
*Makasih bik*
Ambran berjalan mengekor di belakang bibik yang menuju ruang makan.
*Eehh, calon mantu mami rupanya, ayo sini kita sarapan sama sama* ajak mami.
* Iya mam,* Ambran menyalami papi dan mami bergantian, anet yang sebelumnya berada di sebelah kanan papi pindah ke kursi kosong di sebelahnya, agak ambran bisa duduk di samping papi.
*Maaf pi mi, jadi mengganggu acara sarapan nya* ambran sungkan.
*Gak kok, ayo di makan* Anet berdiri mengambilkan nasi goreng dan telor dadar untuk ambran.
*Makasih sayang* ambran mengedipkan matanya pada anet, anet jadi salah tingkah. apalagi semua mata melihat ke sweetan merek berdua.
Tak lama Robi pun datang dengan menyeret dua buah koper besar dan 1 tas tenteng berukuran lumayan besar. dan juga tas kecil milik sang istri.
*kita semua mau pergi liburan ke puncak nak* mami menjelaskan.
*Ooh, Kamu ikit juga yank* tanya ambran pada anet, anet menjawab dwngan cengengesan.
*Maaf gak bilang, lupa* ucap anet.
*Kamu kalau mau ikut ayok nak, kan kamu juga libur* ajak papi.
Ambran melirik anet, yang di lirik lansung memeluk lengan sang kekasih.
__ADS_1
*Kau kenapa dek malah kayak anak monyet gitu* ledek robi.
*Mami, tengok ni kak robi* rengek anet pada mami yang berada di sebelah mami.
*Kamu sih, kementelan* Ambran berkata sambil menarek hidung anet gemas.
*Ikut ya, ayo lah, masa disana aku cuma sendirian yang lain pada ada pasangan nya* rengek anet menatap ambran dengan masih menempel bak prangko.
*Aku belum ada peesiapan apapun dek, masa iya kalian harus nunggu aku siap siap, bisa lama dong sampainya* ambran berkata benar.
*Ya udah gini aja bro, kalau emng mau ikut, loh sama ni bayi mentel siap² dulu. trus nanti nyusul kita, gimana* usul robi.
*Iya, papi setuju sama mantu, lebih baik ni incess satu ikut bersama mu saja, kalau satu mobil sma kita, nanti papi pusing dengarin ocehan nya. cukup dua incess ini aja yang ikut satu mobil sama papi*
*Maksud papi mami bising gitu* mami memasang jawah marah.
*Kalau dea sama mami bikin papi pusing, kita ikut mobil ambran aja mi, kan gampang* usul dea.
*Iya, mami setuju sama kamu ncess.*
*Enak aja, gak boleh. klian tetap sama kami, biarin mereka ngabisin waktu berdua, biar cepat nikah* protes papi.
Anet dan ambran hanya bisa tersenyum simpu menahan malu...
Bersambung...
__ADS_1
Selamat siang bundsist, maaf ya kemarin gak up, karna author banyak kerjaan di kantor.