Bukan Gadis Desa Biasa

Bukan Gadis Desa Biasa
BAB 82


__ADS_3

Saat hampir sampai di Hotel, Bella dan mama asik membahas tas hermes yang baru loancing, sementara papa dan ambran sibuk membahas masalah pekerjaan, tiba tiba terdengar bunyi nada dering Hp.


*Kek nya ada bunyi hp deh* mama yang mendengar bunyi hp.


*iya, kek nya hp aku ma* saut ambran.


*Tapi mana ya hp nya.* ambran dan papa sibuk mencari di jok depan mobil.


*Mana sih hp mu ni, bunyi ada barang gak ada* papa ambran sibuk mencari hp yg berbunyi.


*Coba buka di dasbor pa.* Bella memberi saran. dan benar saja ternyata hp ambran berada di dalam dasbor mobil di depan ayahnya.


*Pak bemo mbran, ada apa ya* tanya papa yang melihat nama pak bemo sang satpan rumah.


*Angkat aja pah, mana tau penting* ucap ambran.


Papa lansung menggeser tombol hijau tersebut * Halo pak bem. ada apa*


*Tuan, itu, anu, mmm itu mbak yang tadi di depan pagar rumah ketabrak motor*


*Ha, kok bisa pak, gimana ceritanya* tanya papa ambran.


*Saya kurang tau juga pak, tapi yang jelas sekarang mbak itu di larikan ke rumah sakit, dan yang nabrak juga udah di amankan polisi* jelas pak satpam.


*Oke pak, pokoknya bapak tetap di sana. nanti kami akan ke rumah sakit setelah dari sini.* perinta papa.


*Baik pak.* sambungan telpon itu terputus.


*Siapa yang masuk rumah sakit pa* Tanya mama panik.

__ADS_1


*Itu si wanita bule yang suka ganggu ambran, dia ketabrak motor saat mau nyebrang ke taman dekat rumah kita* jelas papa.


*Ya allah, kesian nya dia* mama jadi prihatin.


Ambran dan Bella tidka kaget sama sekali dengan kabar yang ayah dapat dari pak bemo.


karena memang mereka sangat muak dengan wanita malang tersebut.


*Udah ma, biarin aja. dia punya seribu nyawa kok, lagian orang tua dia sekarang juga ada di sini kok. kita jangan ikut campur lah* ucap ambran.


...-...


Di acara pesta Anet masih terus di goda oleh mami dan bundanya. Dan tak jarang pula para pemuda yang hadir di pesta tersebut melirik anet bahkan ada pula yang mengedipkan mata pada anet.


Anet sebenarnya risih, dan ingin menghajar pemuda pemuda tersebut. Namun itu tidak mungkin ia lakukan karna akan merusak pesta kakak tersayangnya.


Saat acara lempar bunga di mulai, anet juga ikut antri dengan gadis lainnya.


*Semua siaaap* teriak MC.


*Siaaapp* jawab para gadis.


Dan sebelum dea melempar bunga tersebut, ambra dan adiknya yang baru datang lansung berlari ke arah para gadis.


Mc menghitung mundur *3 2 1*.


Dea melempar bunga di tangannya ke arah belakang, dan semua gadis berebut untuk mendapatkannya.


*Aaaaiizz, kok gak dapat sih,* Anet memonyongkan bibirnya kecewa karena tak dapat menyambut bunga tersebut.

__ADS_1


*Kau mau bunga sayang* tanya Ambran yang tiba tiba berada di belakang anet.


Anet hanya mengangguk tanpa melihat siapa yang sedang bicara padanya.


*Ledies* ucap pria tersebut dan Bella datang dengan seikat bunga mawar putih.


*Terima kasih adik ku sayang* ucap ambran. Anet menatap Bella dan ambran secara bergantian. dia baru sadar ternyata pria yang bertanya tadi adalah ambran.


*Ini bunga untuk mu sayang* ambran memberikan buket bunga tersebut pada anet dengan gaya berjongkok di lantai.


*So sweet, kau emang romantis kak* ucap Bella kegirangan sendri.


Kedua orang tua anet melihat keromantisan ambran saat memberikan bunga pada Anet, begitu pula orang tua ambran.


Mereka ikut bahagia dan tersenyum melihat anak anak mereka yang sangat berani menunjukkan keromantisan di depan banyak orang.


*Oke, setelah ini. nona dan mamas ganteng ini akan mengundang kita ke acara nikahan mereka, tapi kenapa tidak di terima bunganya nona cantik* ucap sang MC yang ternyata juga ikut memperhatikan Ambran dan anet.


Lampu sorot mengarah pada anet dan ambran yang masih berlutut dengan buket bunga di tangannya.


*terima*


*terima*


*terima*


triak seluruh tamu yang hadir dan juga pengantin baru yang sangat bahagia melihat sahabatnya.


Anet melihat sekeliling nya, dan terakhir tatapannya tertuju pada bunda. bunda menganggukkan kepalanya dan tersenyum. Baru lah anet menerima bunga dari ambran.

__ADS_1


Ambran mencium tangan anet dan berdiri lalu memeluk anet. Semua berteriak dan bertepuk tangan, ikut bahagia karena anet menerima bunga pemberian pria tampan itu. Anet jadi tersipu malu dan membenamkan wajahnya di dada Ambran.


Bersambung.....


__ADS_2