Bukan Gadis Desa Biasa

Bukan Gadis Desa Biasa
BAB 114


__ADS_3

Semua berkumpul di ruangan yang sudah di dekorasi sedemikian rupa yang di sala satu sudut dinding nya bertulisan Happy birthday Anita persinta 24 th.


*Selamat tambah usia sayang, semoga kamu menjadi wanita yang lebih tangguh lagi, dan semoga kebahagiaan selalu menyertaimu.* bunda memeluk anet.


Dan begitu pula dengan yang lain, termasuk keluarga robi dan juga keluarga ambran yang ikut jadir dimalam spesial anet kali ini.


Paman dan bunda memberikan hadiah sebuah mobil mewah, papi dan mami memberi hadiah jam tangan mevvah, robi dan juga dea memberikan tas kremas penguaran baru, sedangkan dari kluarga robi memberikan sepatu dari brand ternama, dan dari keluarga ambran memberi hadiah satu buah gelang berkilauan.


*Terima kasih semuanya, kalian sangat sangat baik pada ku* anet menitikkan air matanya*


*Bahkan kalian sangat menyayangiku, dan aku sangat terharu* sambung nya sambil megusap air mata yang mengalir di pipi.


*Sudah, sudah kok jadi mewek gini, kan ini hari bahagia jadi kita harus berbahagia dong* papi menyadarkan semua dari kesedihan yang tercipta.


*ayo potong kue nya kak, lilin nya udah mulai meleleh* bella menyodorkan kue ulta di hadapan anet.


Sebelum meniup lilin anet berdoa dalam hati nya.


*Ya allah, terima kasih sudah mengirimkan orang orang baik di sekelilingku, terima kasih juga sudah membuat hidupku penuh warna*


Semua bertepuk tangan termasuk bayi royan yang sok dewasa malam ini.


*Baby apakah kau mengerti dengan acara ku ini* anet dengan gemas mecium pipi gembul royan.


*Wa ca maaa ta ca wa ca* oceh royan yang tak mau anet cium. semua tertawa melihat kelucuan bayi gembul yang menggemaskan itu.


*Btw, kakak belum potong kue nya,* lagi lagi bella mengingatkan kembali akan acara mereka.


Setelah semua bernyanyi anwt memotong kuenya, dan suapan pertama ia berikan pada bunda, lalu ke paman, mami,papi dan juga dea.

__ADS_1


*Ba ca yaka kahan ha waaa*


*Baby kamu mau aunty suapin juga kue ini* anet menyodorkan sendok ke mulut royan, dengan semangat royan menarik tangan anet dan alhasil kue itu masuk ke dalam mulut mungilnya.


Lagi dan lagi semua di buat tertawa melihat kekonyolan bayi yang baru berusia 8 bulan itu.


*Tunggu, kita melupakan sesuatu* sela robi di tengah tawa mereka.


*Melupakan apa bay* dea bingung denga robi, dan juga yang lainnya.


*Hey bro, kau dari tadi hanya diam seperti patung saja, kamu gak mau kasih kado sama doi mu ini*


Robi menyenggol bahu ambran yang berada di sebelahnya.


*Iya, ambran kan selalu kasih hadiah buat anet selama ini, kenapa kali ini dia tidak memberikan hadiah, apa uang nya yang banyak itu sudah habis sekarang* goda mami yang suka nyablak kalau bicara.


*Iiz, kak ambran gak seru, malu maluin aja, masa iya tunangannya ulta gak di kasih apa apa* bella juga ikut mengompori.


*Sayang, kau mau minta dari ku kali ini, akan kuturuti apapun itu* tiba tiba ambran bersuara.


*Tidak usha, kau sudah sangat sering memberikan ku hadiah* anet tersenyum dan berkata yang sebenarnya.


* Tidak, mereka benar, kau boleh meminta apapun dariku* ucap ambran tegas.


*Apa aku minta di nikahi saja ya, kan aku udah 24 tahun juga, lagian kak ambran sudah sangat sering menyinggung hal itu* batin anet.


*Sudah kau katakan apa yang kau minta darinya dek, aku percaya dia pasti akn mengabulkannya* robi menyadarkn anet dari lamunannya.


*Kamu yakin mau ngabulin apapun permintaan ku kali ini* tanya anet pada ambran.

__ADS_1


*Iya aku yakin*


*Walaupun ini akan menyakitkan bagimu nantinya* tanya anet lagi.


Deg. hati dan pikiran ambran berkecamuk.


*Apa dia akan memintaku untuk meninggalkannya, karena bosan selalu ku pepet ngajak nikah, tapi bagaimana pun juga aku adalah pria sejati, aku harus trima apapun keputusannya nanti* Batin ambran.


*kak, kakak. kau melamun* Bella menyadarkan ambran dari lamunan nya.


*Ah, iya aku akan siap mendengarkan dan mengabulkan apapun yang kau mau*


*Baik lah, sini akan ku bisikan apa yang ku ingin dari mu* anet menarik ambran ke dekatnya.


Di telinga ambran anet berbisik *Nikahi aku dua minggu lagi* Ambran terperanga mendengar apa yang anet bisikan barusan.


*Kamu serius* tanya nya.


Anet mengangguk dengan senyum lebar, ambran lansung memeluk dan memutar anet.


Semua hanya terbengong melihat keanehan dari dua sejoli yang berputar putar di hadapan mereka..


Bersambung.....


*Aaahh, akhirnya..


Legah juga udah sampai ke tahap ini. jujur kepala puyeng mekirin moment dan alur yang pas buat bab ini.


------

__ADS_1


Selamat siang, terima kasih masih setia dengan kisah bukan Gadis Desa Biasa ini.


love you bundsistku semua 😘😘😘😘😘*


__ADS_2