Bukan Gadis Desa Biasa

Bukan Gadis Desa Biasa
BAB 157


__ADS_3

*Kunci, kunci apa ini* tanya nya bingung sambil memegang kunci itu.


*Itu ada surat nya kak. baca dong, jadi kepo* Ucap si bungsu antusias sekalian penasaran.


Setelah membaca isi dari surat kecil di dalam kotak tersebut, dinda tak kuasa menahan air matanya nya lagi agar tidka jatuh, dia menghambir ke pelukan ibu nya yang berdiri di samping kanan.


*Ibu, Apa aku sedang bermimpi, sam, kau serius memberikan hadiah ini untuk ku* tanya dinda pada samuel, setelah memeluk ibunya.


*Ya, aku todak pernah bercanda din, aku serius. aku rasa kau memang pantas mendapatkan nya. dan ini juga sebagai bukti keseriusan ku pada mu* ucap samuel bersungguh sungguh.


Dinda sujud syukur. *Alhamdulillah, terima kasih ya allah*.


Setelah moment haru itu selesai, Dea dan keluarga anet lainnya datang dengan membawa banyak hadiah. bertambahlah kebahagiaan dinda saat ini.


*Semuanya, terima kasih banyak. aku sangat bersyukur hidup di lingkungan keluarga yang luar biasa ini* ucap dinda jujur dan penuh haru. Semua juga ikut bahagia di hati ulang tahun dinda.


*Sayang, buk bos gak bisa hadir disini* ucap dinda sedikit sedih. karena anet adalah jembatan kebahagiaan nya saat ini. manusia yang di utus allah untuk nya agar keluar dari masa sulit yang dulu sangat menekan batinnya.


Tak lama Ponsel Dea berdering, ternayata ambran yang melakukan vidio call.

__ADS_1


*Hallo, am. ada apa* tanya dea saat melihat wajah ambran di layar hpnya.


*Kak, kalian sudah sampai ya di acara si rese comel itu* ucap anet yang sedikit memaksa ambran mengarahkan kameranya ke wajah dia.


*Sudah dek, ini kami lagi menikmati masakan ibu dinda yang super duper lezat* Dea yang memang sedang menyuapi royan ketupat opor ayam.


*Iii, malah pamer makanan, mana dinda kak, aku mau liat wajah calon pengantin itu* pinta anet.


*Hallo buk bos, aku hari ini bahagia sekali loh, dapat banyak hadiah dan juga banyak yang menyayangiku. mana hadiah dari mu.* oceh dinda saat sudah mengambil alih hp dea.


* Aaaiiss, kau ini. banyak kali omelan nya. iya nanti ku kirim hadiah untuk mu ya. BTW selamat tambah tua ya. semoga berkah sisa umurnya* ucap anet tulus.


*Makasih buk bos. kau memang yang terbaik la pokoknya.*


*Terserah buk bos aja. oh ya si kembar sm tanggal lahir nya sama aku dong ya* ucap dinda mengingat anak anet juga lahir di tanggal dan bulan yang sama dengannya.


*Ah, iya. padahal aku gak mau mereka lahir di tanggal dan bulan yang sama dengan mu*


*Kenapa* tanya dinda.

__ADS_1


*Karna nanti bisa bisa anak ku jahil kek kamu dan tukang makan* ucap anet terkekeh.


*Takdir buk takdir, ya udah aku tunggu kadonya ya. yang biasa aja tapi bisa di gadaikan* seloroh dinda.


*Hadeeehh...iya deh iya. ya udah assallamualaikum* sambungan telpon terputus.


Semua orang terdekat anet saat ini sedang bahagia. Berbeda dengan seorang wanita di dalam lapas sempit dan pengap serta lembab.


Denada semangkin kurus dan tak berdaya. 3 Bulan sudah di kurung, tak ada satupun yang menjenguknya. tiap hari denada hanya bicara sendiri, kadang berterik, menangis, tertawa sendiri.


Setiap petugas menyurunya makan, selalu makanan nya di buang. dengan alsan dia tak membutuhkan makanan itu. hanya air putih yang masuk ke perutnya.


*Papi, mami, dena rindu. jemput dena pi, mi* rintihnya saat menyender di tembok.


**Bersambung....


Ha kan, melarat hidup mu dena, makannya jagan coba coba ganggu anet. dia itu gadis desa yg luar biasa..


Selamat dinda atas pertambahan umurnya, dan atas hadiah berlimpahnya.

__ADS_1


Maaf bundsist akhir akhir ini ilang timbul up nya. author lagi banyak kegiatan. jadi susah buat menghayalnya🤭😁


Btw, makasih masih setia sama kisah ini. Love love love buat bundaist semua😘😘😘**


__ADS_2