
Di kediaman Tan
Dodi dan amel sedang bersiap, memasukkan barang barang penting mereka ke dalam koper. sementara Dea dna Anet sibuk memilih pakaian yang cocok untuk anet pakai ke kampusnya.
*Kak dea, yang ini saja. aku ini ke kampus bukan ke pesta* ujar anet yang sesang memegang baju kaos dan celana jens.
*Anet, kau ini. ini hari pertama mu ngampus, harus tampil beda dari kamu saar SMA dulu.*
*Udah ah, ini aja. aku bisa terlambat jika harus memilih pakaian lagi* anet tetap kekekh dengan pilihannya dan lansung masuk ke ruang ganti. Dea hanya bisa menghela nafas saja. dan duduk di tempat tidur sambil menunggu anet berganti pakaian.
Saat sedang asik duduk sambil menonton tv, terdengar notifikasi pesan dari hp anet. dea yang sangat kepo itu, lansung bangkit dan melihat hp anet yang layarnyabmasih menyala itu.
*Hay, selamat pagi. semoga harimu menyenangkan ya, jangan lupa sarapan nya*
Begitulah isi pesan itu. namun baru saja dea ingin membaca nama pengirimnya layar yang menyalah itu pun padam..
*Aaiizzz, aku terlambat* umpat dea. ia pun kembali duduk. Tak lama Anet keluar darinruang ganti dan menghampiri dea.
*Kak de, ayo berangkat sekarang. nanti macet* ajak anet yang lansung menyambar tas ransel dan hpnya di atas meja hias.
__ADS_1
Saat mereka ingin turun ke lantai bawah mereka berpapasan dengan supir pribadi Dodi.
*Pak, itu koper siapa, * tanya dea.
*Tuan dan nyonya non.* jawab pak supir.
Detik kemudian Dodi dan amel keluar dari kamar dan menghampiri Anet dan dea.
*Hay princees ku, selamat pagi.* sapa Amel
*Pagi tante, pagi om* jawab amel. namun dea hanya memasang muka malas, karena dia sangat muak jika di panggil princess oleh momy dan papi nya itu.
------------------
Setelah selesai sarapan, semua masih setia di tempat masing masing.
*Dea, Anet. papi sama mami mau ke paris, ada masalah di perusahaan di sana, klian jaga diri dan kesehatan. janga coba coba membuat ulah. terutama kamu princess* Dodi berpesan dan melirik dea. dea lansung cemberut. Amel dan Anet terkekeh melihatnya.
*Anet, mulai sekarang kau panggil kami papi dan mami sama seperti dea memanggil kami. ini perintah.* Sabung Amel dan di angguki oleh dodi. Anet hanya mengangguk saja dan tersenyum.
__ADS_1
*Berapa lama klian pergi mam* tanya dea.
* 2 minggu, tapi bisa lebih jika masalah itu semangkin serius* jawab dodi cepat. padahal dea bertanya sama sang istri.
*Tuan dodi yang terhormat, kalau selama itu klian pergi makan dengan berat hati saya ingin menyampaikan bahwa isi kartu ku sudah menipis. dan tolong satu lagi, tolong berikan 1 kartu untuk gadis kecil disebelah ku ini.* ucap dea banyak drama.
Dodi dan Amel sudah hafal dengan sifat dea seprti itu. sementara Anet ingin segera protes namun belum sempat membuka suara dodi lebih dulu berbicara *Ah baiklah princessku, siap laksanakan* ucap dodi sambil terkekeh begitu juga dengan Amel dan Anet.
*Iizz, klian menyebalkan sekali,* Ucap dea, lalu dia bangkit dan menarik tangan Anet.
*Ayo cuuss, udah telat* ajaknya, dan anet hanya bisa pasrah dengan tarikan tangan dea.
*Mami, papi kami pergi dulu, hati hati di jalan nanti* Pamit anet pada dua orang tua barunya itu. Amel dan dodi menganggukkan kepala.
*
*
**Bersambung...
__ADS_1
selamat siang bundsist...😘😘**