
Disini mereka sekarang, di sebuah lestoran, tempat yang telah di tentukan dan dijanjikan oleh anak dan ibu.
Ada rasa tak karuan dalam hati anet, karena ini adalah pertama kali dalam sejarahnya ia di ajak makan malam oleh seorang pria dan juga orang tuanya, yang sama sekali belum ia kenal sebelumnya.
*Siapa namamu* tanya perempuan yang sangat terlihat arogan itu.
*Anita Persinta, biasa di panggil anet tante* jawab anet dengan sedikit tertunduk.
*Berapa usia mu, dan apa kerjaanmu* tanyanya jutek.
*Baru 18 tahun dan saya masih kulaih semester petama*
*Orang tua mu*
*Orang tua saya sudah meninggal sejak saya berumur 5 tahun, dan saya di asuh oleh paman dari sebelah ibu* sedetik anet terlihat sendu kerena teringat masa kecilnya
__ADS_1
Ambran menggenggam jemari lentik yang ada di bawah meja itu.
*Oh, maaf saya tidak tahu dan turut berduka* mama Ambran sedikit merubah cara bicaranya agak lembut.
*Tak apa tante dan terima kasih* anet menonggakakn kepalanya danntersenyum manis pada mama ambran.
*Sudah, ayo kita makan. papa sudah lapar* ayah ambran.
Semua makan dengan tenang, menikmati menu spesial di lestoran itu. setelah makan. Anet teringat atas sesuatu yang iya beli tadi,. Eh ralat Ambran yang sebenarny membayar semua oerhiasan tersebut.
*Terima kasih, kenapa kau repot repot, mau nyogok kami berdua ya* mama Ambran mengambil paoerbag tersebut dan berkata dengan ketus. Ambran ingin sekali rasanya mengomeli sang mama. tapi karena dia tau bagaimana sang mama jika bersikap pada setiap wanita yang ia bawa untuk mengetes sifat asli sang wanita.
Anet, melirik ambran dan kembali melirik mama papa ambran bergantian, *Maaf tan. jika barang yang anet bawa ini menyinggung om dan tante, anet hanya mengingat pesan bunda, jika kita mengunjungi seseorang, sebaiknya kita membawa sesuatu sebagai tanda perkenalan, karena belum tentu setelah pertemua itu kita akan bertemu lagi besoknya.* Anet mencoba berani untuk menjawab perkataan mama ambran.
*Ya sudah, kalau begitu terima kasih ya. kami pasti menyukai hadiah dari mu ini, maaf juga jika istri saya membuat kamu tersinggung * ucap papa ambran. jadi tak enak hati. padahal dia tau kalau sang istri sedang berekting saja.
__ADS_1
*Tidak masalah om, wajar kok tante begitu, karna ini pertemuan pertama kita.* Anet trrsenyum dan tak mempermaslahkan sikap mama Ambran.
Mendengar itu, replek tangan ambran mengacak rambut anet. anet merasa malu dengan sikap ambran ini dan tersenyum kaku pada dua orang tua di depannya.
*Ehem, ingat dunia ini bukan milikmu saja* sindir papa ambran. yang di sindir malah cengengesan.
*Sudah malam, sebaiknya kamu antar gadis. mu ini pulang, dan jangan sampai kau bawa kemana mana. kalau sampai melenceng, awas saja kau* ancam papa Ambran.
*Ok siap boss* Ambran bergaya hormat pada sang papa. dan sebelum pergi sempat sempatnya ambran mencium pipi sang mama.
*Om, tante, anet pulang dulu. terima kasih atas waktu dan jamuan makan malamnya, semoga kita bisa berjumpa di laon waktu* Ucap anet membungkukkan sedikit badannya. orang tua ambran hanya mengangguk dan tersenyum pada anet.
Baru saja anet dan ambran melangkah beberapa langkah. Langkah nereka terhenti dengan sebuah panggilan dari belakang mereka.
*Tunggu, ini untuk mu. semoga cocok untuk mu dan kau menyukainya. pakai saat kita bertemu nanti* Mama ambran memberikan sebuah kotak segi empat berwarna merah dan di hiasi sebuah pita berwarna tosca pada anet.
__ADS_1
*Terima kasih tante, pasti anet menyukainya* anet menerima kotak tersebut dan tersenyum pada mama ambran, lalu ambran membawa anet menjauh dari mamanya dan meninggalkan lestoran.