Bukan Gadis Desa Biasa

Bukan Gadis Desa Biasa
BAB 88


__ADS_3

Setelah mandi anet berbaring di kasur big size nya itu. sambil menatap langit langi yang di lukis seperti awan biru bercapir putih.


*Aaaaa, akhirnya hari pertama kerja bisa berjalan dengan lancar* gumam anet.


*Tapi sepertinya aku harus banyak belajar lagi masalah bisnis, tapi pada siapa aku harus belajar, paman jo ?*


*tidak, dia mana ada waktu untuk mengajariku, papi sibuk bolk balek ke kuar kota bahkan ke luar negri, paman pun juga sama saja dengan papi, semenjak rahasia terbongkar mereka jadi kurang waktu unyuk berkumpul sama keluarga di rumah.*


*Apa aku ambil kuliah tambahan lagi ya, tapi bagaimana cara membagi waktunya?*


Anet memutar otak untuk berpikir siapa yang bisa mengajari nya. tiba tiba hpya berdering, anet meliahat nama penelpon dan menggeser layar hijau kecil itu.


*Hallo kak,*


*Sayang, kau sudah tidur*


*Belum, baru siap mandi*


*Jadi kamu lagi pakai handyk sekarang, VC dong yank mau liat*


*Aiz, kau ini, mangkin hari mangkin meaum aja otaknya*


*Aku ini pria dewasa yang normal sayang, lagian jangan salahkan aku juga, salahkan tu robi*


*Kenapa bawa bawa nama kak robi ?*


*Karna dia selalu mengomporiku tiap berjumpa*


*Oh ya, trus kakak kepanasan dong*

__ADS_1


*Iyalah, dia bahas nya ranjang mulu. Eh yank, katanya bercinta dengan kekasih halal itu sangat nikmat, apalagi dapat perawan* beber ambran panjang kali lebar.


*Huus, kok malah tambah ngaur sih ngomongnya* ucap anet sambil senyum senyum sendiri, karena teringat suara dea tadi.


*Gak ngaur kok, emang robi yang bilang kek gitu sama aku* jujur ambran.


*Ya la tuuuu,*


*Oh ya, kak besok kalau ada waktu luang ajari aku tentang bisnis ya, kakak kan udah Master* linta anet pada sang kekasih.


*Kan kamu udah kuliah di bidang bisnis yank*


*Iya udah, tapi kek nya hatus lebih banyak belajar lagi deh*


*Mmmm, baiklah darlingku, cinta kasih ku,*


*Mulai deh kumat*


*Mau kemana*


*Temani kakak ke acara pentas seni Bella di sekolahnya*


*Tante sama om gak ikut ?*


*Papa mama lagi di jerman, katanya mau bulan madu, padahal udah tua* ambran berkata dengan suara malas mengingat kelakuan konyol kedua orang tuanya.


*Haha, mana tau mau kasih kakak dan bella adik lagi* goda anet.


*No, gak boleh. mereka cocok nya nimang cucu, bukan anak bayi lagi* tolak ambran kesal.

__ADS_1


*Cucu kan bayi juga*


*iya bayi, tapi gak cocok ah, mama hamil lagi*


*Hahaha, iya deh iya. ya udah aku tidur dulu*


*love you sayang*


*Lovutu kak*


Setelah sambungan telpon terputus anet mulai mematikan lampu kamar dan menghidupkan lampu tidur saja, dan mulai memejamkan matanya.


...-...


Di rumah sakit ternama di jerman, sella di rawat saat ini, dia terpaksa ikut kedua orang tuanya ke jerman, karena di indo tak ada yang akan merawatnya.


setelah di teliti ulang oleh dokter ahli tulang dan ahli organ dalam kaki kanan sella patah di bagian paha, dan pergelangan tumit, serta ada pula temuan bahwa salah satu organ dalam tubuh sella yang rusak sehingga berpengaruh pada kerja otak, mengakibatkan dea lumpu bagian pinggang ke bawah, sementara di bagian pinggang ke atas masih bisa di gerakkan, namun sella harus menahan rasa sakit yang luar biasa jika melakukannya.


*Mami, bisakah ambilkan aku kertas dan pulpen* pinta sella pada asang ibu.


*Ini, kau mau ngapain sel, sebentar lagi kau akan menjalankan operasi di kepalamu, jangan banyak pikiran* nasehat sang ibu.


*Mam, dosaku terlalu banyak ya, sampai harus menderita seperti ini* tanya sella.


*Semua umat pasti berdosa sel, sudah kamu istirahat saja, mami mau beli makan ke luar sebentar*


Sella mengangguk dan menatap kepergian sang ibu dengan berlinang air mata.


Bersambung....

__ADS_1


*


__ADS_2