
Setelah acara selesai, para tamu undangan pun sudah meninggalkan kediaman mewah anet dan ambran. hanya tersisa keluarga inti. Namun satu persatupun mereka juga pulang ke rumah masing masing.
*Sayang, sebaiknya kau istirahat, ini sudah larut malam* Ambran memeluk istrinya dari belakng, yang sedang menyusun buah di dalam kulkas.
*Iya sayang, sebentar lagi. nanggung ni*
*Tadi kenapa gak di kirimi saja sama yang lain buah nya. sebanyak ini mana mungkin habis sama kita*
*Kamu lupa suami ku, mereka juga berlimoah buah di kulkas, mana mungkin mau bawa pulang lagi. apalagi tahun ini di kebun buah papi yang ada di bogor sedang pamen*
*Iya juga ya. trus mau di apain dong buha sebanyak ini*
*Besok kita ke panti ya, kita kasih aja sama anak anak panti, sekalian juga beaok kita belanja dulu buat mereka keperluan lainnya*
*Masya allah, kau benar benar istri idaman yank*
*Gombal*
*
*
Keesokan harinya di sebuah mall terbesar di kota, Ambran mengekor di belakang anet dengan sebuah troli besar yang isinya hampir penuh.
Anet, membeli sembako dan juga beberapa mainan untuk anak panti. Ada boneka, robot, mobil mobilan dan sebagainya.
Setelah membayar di kasir, ambran di bantu satu orang pelayan mall untuk menyusun belanjaan mereka di mobil. Beruntung hari ini ambran berinisiatif yang cukup jenius, yaitu memakai maobil renjer bak belakangnya yang terbuka, sehingga bisa membawa banyak belanjaan mereka.
Sampainya di panti, betapa kaget nya anet, melihat anak anak panti menangis di halaman.
*Ada apa dengan kalian adik adik* tanya nya.
__ADS_1
*Kak. ibu panti barusan di bawa kerumah sakit, tadi ada yang mau mencoba membakar panti ini. tapi ibu panti segera menghalangi mereka dan akhirnya ibu panti terkena tusukan pisau di dadanya.* jelas anak yang paling besar di antara anak panti lainnya.
*Astagfirullah, lalu kakak asuh kalian kemana* tanya anet lagi.
*Mereka di kurung di gudang kak. kami sudah coba buka pintu gudangnya tapi tidak bisa.*
*Kamu, tenangin mereka disini dulu yank, aku akan coba ke gudang dan ngeluarin kakak panti dari sana* sela Ambran dan di angguki oleh anet.
*Dek, bisa kamu antar kakak ke gudang,* pinta ambran pada salah satu anak laki laki berusia 10 tahun, dan anak itu mengangguk.
*Tolong....*
*Tolong kami, siapapun tolong kami*
Terdengar teriakan dari dalam gudang yang di gembok dan di rantai besi itu.
*Kakak, dio sama om ambran akan coba buka pintu nya, kakak sabar ya* triak anak yang bernama dio yang tadi bersama ambran.
*Dio, iya dek. tapi toling cepat ya dek, di sini gelap sekali dan kak yuli udah hampir kehabisan nafasnya* sahut dari dalam.
Setelah bersusah payah dan menggunakan berbagai cara namun beri rantai dan gembok besar itu juga belum terlepas.
Dengan putus asa, ambran bersandar di tembok samping pintu. Melihat ambran yang hampir menyerah, dio memiliki ide setelah meliahat sebuah gergaji yang tergabtung di dinding.
*Kak, kita gergaji saja pintu ini, kan pintunya dari kayu* ide dio.
*Ya, kau benar dio,* ambran dan dio tos ria setelah mendapatkan ide itu.
*coba masukkan gergajinya di sela pahatan itu kak* usul dio.
Ambran menurut dan memcoba ide dio, dan berlahan kayu yang di gergaji itu celahnya mulai melebar.
__ADS_1
*dio coba kau lihat di sekitar sininada benda yang bisa untuk menghantam pintu ini tidak*
*Baik kk,*
Sementara dio mencari sesuatu, ambran terus menggergaji daun puntu itu.
*Kak, aku hanya dapat martil besar ini* dio dengan susah payah mengangkat benda berkeoala berat itu.
*Tidak masalah, kita akan coba gunakan.*
*kak yuli dan kak emi mundur ya, jangan di belakang pintu* triak ambran.
*Iya kak, ini kita udah jauh dari pintu.*
Sahutan dari dalam.
Setelah susah payah ambran dan dio akhitnya berhasil membuka pintu walaupun hanya berupa lobang petak yang mereka bentuk dari gergaji berkarat.
*Alhamdulillah, akhirnya kita bisa keluar kak* ucap emi yang mengelus dada dan dengan nafas sesak.
*Iya mi, alhamdulillah*
*Kakak ambran, dio makasih sudah menolang kami* ucap salah satu gadia bernama yuli,
*Sama sama* sahut dio dan ambran serentak.
Bersambung....
***Pasti ada yang tanya ni, kenapa pintunya di rantai besi dan gembok besar, padahal tidak memakai trali.
Gini ya bundsist. Eceknya tu pintu gudang di buat ada palang besinya, kek pintu rumah orang tua tua zaman dulu. jadi yang di rantai dan dan di gembok hanya ganggang pintu sama beri palang nya aja.
__ADS_1
makanya ambran dan dio masih bisa menggergaji daun pintu bagian bawahnya***.
Gerti gak ya cara author jelasinnya ni. kalau gak ngerti anggap ngerti aja ya bundsiat, author juga bingung mau gimana jelasinnya, pokok nya gitu laðŸ¤ðŸ˜‚