Bukan Gadis Desa Biasa

Bukan Gadis Desa Biasa
BAB 86


__ADS_3

Matahari mulai beransur terbwnam, anet masih saja aaik dengan pekerkerjaannya, mengecek data data yang perlu ia selidiki.


**Tok


Tok


Tok**


Suara pintu ruangan menyadarkan anet dari keasikkan nya. *Masuk* jawab anet menatap ke arah pintu.


*Hey, kenapa masih belum pulang, mau tidur disini ya* Tanya seseorang yang melangkah masuk ke dalam ruangan tersebut.


*Kalau harus begitu, bisa jadi*


*Dari mana kakak tau aku disini* tanya anet pada pria yang sekarang menjadi kekasihnya itu.


*Apa yang tidak ku ketahui tentang gadiaku yang cantik jelita ini, semuanya aku tau* bikan nya menjawab ambran malah menggombal.


*Dasar tukang gombal*


*Bukan gombal yank. ini serius, kakak udah sambungkan GPRS di tubuh mu* ucap ambran.


*Ha, maksudnya* anet melangkah ke sofa bersamaan dengan ambran.


*Gak ada sayang, aku rindu sama kekasih ku ini, sangat rindu malah. Ambran menarik pinggul anet dan mendudukkan anet di atas pangkuannya.

__ADS_1


*Tapi sayangnya aku gak lupa buat rinda sama kakak* Anet terkekeh sambil melingkarkan tangannya di leher ambran.


Ambran sangat senang dengan sikap anet saat ini, lebih manja dan centil.


*Kakak, ayo pulang. aku takut ada setan di sini* ajak anet yang masih di pangkuan sang kekasih.


*Sejak kapan ada setan siang siang sayang* tanya ambran polos.


*Sejak kau datang dan mendudukkan aku di pangkuan mu ini* ucap anet hendak turun dari langkuan ambran.


Ambran dengan sigap menahan tubuh sang kekasih dan cup sebuah kecupan singkat mendarat di bibir tipis anet. walaupun singkat tapi sangat terasa manis.


Wajah anet bersemu merah dan segera turun lalu berjalan ke meja kerjanya untuk mengambil tas nya.


*Ayo, mau tidur sini* tanya anet yang sudah berjalan ke arah pintu.


...-...


...-...


Robi baru saja tiba di rumah dan lansung menuju kamarnya bersama sang istri.


*Assallamualaikum sayang* triak robi saat membuka pintu kamar Dan melangkah masuk.


*Sayang, kau dimana*

__ADS_1


Robi tak menemukan sang istri di kamar mereka, dan mencari ke kamar mandi namun tak juga ketemu dengan sang istri.


Saat membalikkan badan dea keluar dari ruang ganti.


*Bay, kau sudah pulang* sapa dea sambil memasang handuk kecil di kepalanya.


*Sudah, belum lama sampai, tapi pas masuk kau tidak ada* jujur robi.


*Aku baru saja siap mandin, mungkin tadi aku di ruang ganti bay, maaf ya* dea menghampiri sang suami dan membantu membukakan dasi robi.


*Wanginya istriku ini, jadi tambah sayang deh* robi memeluk pinggang sang istri.


*Namanya juga siap mandi bay, ya wangi lah* dea mengelus rahang sang suami.


*Sana mandi dulu bay, bau keringat* dea melepas pelukan robi dan meletakkan dasi serta kemeja sang suami ke keranjang baju kotor di sudut kamar.


*By, nanti malam jatah ya, rindu di goyang* Robi bicara dengan nada merayu dan kembali meeluk sang istri dari belakang.


*Iya, sekarang mandi dulu ge. lengket semua ni* dea mengelus rambut sang suami.


*Baiklah princess* robi melepas pelukannya.


*Robi renataaaa* teriak dea.


Dea paling malas di panggil princess, karena itu dia selalu kesel jika papi mami nya memanggil dengam sebutan itu.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2