Bukan Gadis Desa Biasa

Bukan Gadis Desa Biasa
BAB 148


__ADS_3

flashback


27 tahun yang lalu, Seorang wanita muda terpaksa meninggalkan anak nya di depen sebuah panti. Ini dia lakukan demi kelansungan hidup dan masa depan sang anak.


*Maafkan mama ya nak, semoga disini kamu bisa hidup layak, mama janji jika suatu saat nanti mama sudah punya cukup uang, mama akan jemput kamu lagi di sini*


Wanita itu tak mampu menghidupi sang anak, karena suaminya sudah meninggal saat anaknya baru berumur dua hari karena sebuah kecelakaan.


Sementara dia sendiri hanya lah seorang buru pabrik yang sudah tak bisa bekerja lagi sebab telah di pecat karena lama cuti saat melahirkan.


Dan dia pun di usir oleh pemilik kontrakan karena susah menunggak 4 bulan. ingin pulang ke kampung, orang tuanya pun bukan lah orang barada, hanya petani sayur, itupun menggarap di tanah orang lain.


Maka jalan satu satunya untuk menyelamatkan sang anak, dia harus iklas meninggalkan anaknya di panti asuhan.


Setelah meninggalkan sang anak wanita itu pun berlari meninggalakan panti dengan linangan air mata. Ada rasa kecewa, sedih, bahagia yang bercampur menjadi satu di hati nya.


Sedih meninggalakan anaknya, kecewa dengan takdir nya, dan bahagia sekarang anaknya sudah berada di tempat yang lebih layak.


Dan saat akan menyebrangi jalan raya, sebuah mobil box menghantam tubuh nya. sehingga terpental jauh dan saat itu juga wanita malang itu meninggal dunia.


Dan anak yang dia tinggalkan itu ada samuel putra. anak yang sudah sukses saat ini menjadi seorang pengusaha.

__ADS_1


*


*


*Beruntung aku belum terlalu jauh melangkah, kalau tidak bisa hancur hidup dan hati ku ini* gumam samuel.


*Aku akan menemui ambran dan anita, karena meraka sudah menyelamatkan ibu* sambungnya dan melajukan mobilnya ke kediaman ambran dan anet.


Sesampai di depan pintu gerbang rumah anet, samuel menjelaskan siapa dirinya dan maksud nya datang ke rumah itu pada satpam yang bertugas, dan satpam pun membukakan gerbang.


*Assallamualaikum*


*Maaf, abang cari siapa ya* sambungnya.


*Maaf sebelumnya sudah mengganggu nona, kenalkan saya samuel* Samuel memperkenalkan diri.


*Oh, saya anita, panggil saja anet, maaf ada perlu apa ya*


*Ada yang ingin sampaikan pada nona dan juga tuan ambran*


*Kalau begitu mati masuk, akan saya panghilkan suami saya*

__ADS_1


Ambran pun mengikuti langkah anet dan kemudian duduk di ruang tamu, sementara anet memanggil ambran di ruang kerjanya.


15 menit mengunggu, ambran dan anet pun menemui samuel.


*Maaf, lama menunggu * ucap ambram sambil mengandeng sang istri.


*Tidak apa tuan, harusnya saya yang meinta maaf telah mengganggu waktu tuan dan nona, oh kenal kan saya samuel*


Ambran menjabat tangan samuel, dan mempersilahkan samuel duduk kembali, sementara anet meminta Atr untukembuatkan minum.


*Ada apa tuan samuel kemari, apa ada yang bisa kami bantu* tanya ambran.


* Saya kesini ingin mengucapkan terima kasih karena tuan dan nona sudah menyelamatkan nyawa ibu saya, dan adik adik saya di panti waktu itu*


*Jadi anda anak nya ibu panti* tanya anet, karena dia tak pernah meliahat pria ini sebelumnya setiap berkunjung ke panyi, dan ibu panti juga tak pernah mengatakan jika memiliki anak laki laki, hanya ada satu anak perempuan saja.


**Bersambung.......


masih bundsist masih setia..


love you bundsist semua😘😘😘**

__ADS_1


__ADS_2