
*Sebenarnya wanita yang anet lihat bersama ku tadi, dia...* Ambran menjedah ucapannya, dan melirik ke arah anet yang sedang menahan air matanya untuk tumpah.
*Ambran, cepat kata kan siapa dia* mami ikut penasaran.
*Iya katakan saja, jangan buat adik ku tambah galau* sahut dea.
*Namanya denada, dia....* lagi lagi ambran menggantung uvapannya dan melihat anet di sebelahnya.
Sebelum melanjutkan ucapan nya ambran menatik tangan anet paksa. dan memeluk anet dengan erat.
*Dia hanya teman SMA ku yang sudah lama tak bertemu, percayalah padaku hanya kamu yang ada di hatiku* Air mata anet tumpah di dalam dekapan ambran.
Mami dan dea yang juga ada disana yang awalnya dilanda emosi dan penasaran akhirnya bisa bernafas lega.
*Tapi anet bilang, kau dan wanita itu berpelukan dengan mesrah di depan umum* ucap dea.
Anet lansung melepaskan diri nya dari ambran.
*Iya dia yang memeluk ku, aku gak membalas lelukannya sedikitpun, karena pelukan ku ini hanya untuk gadis yang akn menjadi istriku ini saja* ucap ambran sambil memasukkan anet dalam pelukkannha lagi.
*Mami tidak percaya kalau tidka ada bukti* sela mami, dea pun ikut menganggukan kepalanya.
*Mami bisa tanyakan pada robi* ucap ambran tanpa melepas pelukkannya pada anet.
*Kenapa kau bawa bawa suami ku juga* dea tak terima.
*Kakak ipar, kau lupa kalau aku dan robi sudah berteman sejak SD, dan dia juga tau semua tentang aku. bahkan ukuran pakaian dalam ku saja dia tau*
__ADS_1
*Iya juga ya, kalain sudah seperti saudara* gumam dea.
*tunggu aku telpon robi dulu* dea mengambil hp yang ada di meja di sampingnya dan melakukan video call pada sang suami.
Tuuuuut...
Tuuuuutttt...
*Hallo by, ada apa. tumben menelpon jam segini* tanya rodi dalam layar itu.
*Bay, lansung saja pada intinya, aku mau tanya sesuatu pada mu,*
*Ya, tanyakan saja*
*Jawab yang juhur ya*
*Kau dkenal denada*
*Iya, dia teman SMA ku dan ambran. kenapa dengan wanita itu*
*Oh tidak ada, aku hanya bertanya saja*
*Oh baiklah*
*Oke, hati hati di jalan ya, jangan lupa pesanan aku tadi pagi*
*Siap nyonya bosqu*
__ADS_1
Sambungan vidio call pun terputus, kini anet sudah tenang dan tak lagi marah pada ambran. Ambran pun sudah melepas pelukannya.
*Oke, semua sudah jelas sekarang. pesan mami, untuk kalian anak mami, kalau ada maslah itu bicarakan, jangan malah kabur kaburan dan marah marah todak jelas*
*Iya mi* dea, anet dan ambran menjawab serentak.
*Net ca dong yan don* oceh royan yang megarakan kedua tangannya pada anet.
*Ulu ulu uluuu, baby mau onty gendong ya* tanya anet pada bayi gembul dea.
*Hahaaaaa* Royan malah tertawa girang.
Anet menggendong royan dan membawa bayi gembul itu ke taman belakang di ikuti ambran, sementara mami ke dapur melihat bibik yang sedang memasak.
Dan dea memilih naik ke atas untuk membersihkan diri, karena selain sudah sore baju nya juga sudah sedikit kotor oleh sisah makanan royan saat tadi memberi bayi itu makan buah naga.
Bersambung....
*Alhamdulillah akhirnya 3 bab ya bundsist. brarti moodnya sedang baik🤭😁
Terima kasih sudah setia pada alur khayalan author sampai saat ini.🙏🙏*
Love you semua😘😘😘😘
bonus visual baby royan
__ADS_1