
Acara resepsi di lanjutkan Hingga malam hari. tentunya dengan sangat meriah, dan dengan jamuan makanan dan minuman yang sangat banyak dan komplit.
Semua tamu undangan memberi selamat pada dua pengantin yang setia berada di atas pelaminan secara bergantian.
Tamu mereka kebnyakan dari kolega bisnis orang tua anet dan dan juga kolega bisnis keluarga papa ambran. di tambaha lagi teman teman mami, bunda dan mama ambran.
Dinda datang dengan kedua adik serta ibunya.
*Selamat nonet, akhirnya kau mendahului aku juga, jadi kesepian deh aku* ujar dinda saat memberi selamat pada anet dan ambran.
*Makasih din, kau cepatlah menyusul kami kepelaminan* ujar anet.
*Iya cepat cari cowok trus nikah juga kek kita. betah amat jadi jomblo akut. keburu kimaat ntar baru tau rasa* ambran meledek dinda.
*Kau ini, untung suami sahabat sekaligus bos ku, kalau tidak sudah ku gigit lengan mu* ujar dinda memanyunkan bibir nya. pengantin jadi tertawa ngakak dan juga ibu serta kedua adik dinda menggeleng melihat tingkah lucu dinda itu.
__ADS_1
Dari kejahuan seorang wanita menatap tak suka pada kebahagiaan anet saat ini, dia merasa anet sangatlah tak pantas berada di sisi ambran.
*Akan ku rebut kembali pria impian ku dari wanita kampung itu, memangnya siapa dia, hanya gadis desa biasa yang di angkat oleh orang kaya* batin wanita tersebut, yang belum mengetahui siapa anet sebenarnya.
*Hay nona, kenapa hanya berdiri di sini, ayo masuk dan nikmati acara ini* sapa dinda yang tak sengaja melihat wanita itu berdiri lama di dekat pintu rumah.
*Ah ya, kau keluarga wanita yang di pelaminan itu ya* tanya denada pada dinda, karena tadi melihat ke akraban dinda dengan anet dan juga yang lainnya.
*Oh, aku. ya bisa di katakan begitu lah. Nona ini temannya anet dari desa ya, atau teman nya ambran*
*Tapi melihat dari garis wajah dan penampilan nona, sepertinya nona ini bukan teman anet dan juga bukan keluarga ambran, karnamata anda sipit seperti china* Dinda menelisik penampilan denada dari atas sampai bawah.
*Dan aku kemari ingin melihat wajah istri ambran dengan jelas, ternyata kelas wanita pilihan ambran jauh bahkan sangat jauh di bawah ku,*
*Bisa di pastikan wanita kampung itu hanya mengejar harta ambran saja* sambung denada
__ADS_1
*Sombong sekali wanita ini, kau belum tahu saja siapa sahabatku itu sebenarnya nona, mungkin kau hanya butiran debu di bandingkan anet* batin dinda.
*Ooh, jadi mantan ambran ya, panats hanya jadi mantan, mulit dan sikap mu sangat tidak pantas untuk menjadi nyonya ambran* sindir dinda dengan mulai merendahkan denada, seperti denada merendahkan sahabat baiknya.
*Jaga mulut mu wanita kampung* emosi denada. dan mendorong bahu dinda kasar sehingga dinda terhayun ke belakang.
*Ada apa ini, kenapa kalian ribut disini, kalaian ingin merusak pesta anak ku* Tiba tiba paman datang menghampiri dinda dan denada.
*Paman, wanita ini yang mulai dulian, dia mengatai kalau anet bukan wanita yang pantas buat ambran, dan mengatakan juga kalau anet menikah dengan ambran karna mengejar harta saja* jelas dinda.
*Benarkah anda mengatakan itu terhadap anak saya nona* selidik paman pada denada.
*Ya, memang aku mengatakan itu, karna aku sangat yakin ambran di tipu oleh keluarga kalian, demi harta saja* dengan jelas denada mengakui perkataannya.
*Baiklah, aku tahu dinda tak akan berani berbohong kepada ku, tapi karena kau juga sudah mengakui itu, dengan terpaksa aku katakan. Pergilah dari sini dan jangan kauncoba coba mengganggu anak menantuku lagi* ucap paman tegas dan penuh emosi.
__ADS_1
Jika saja tak mengingat hari ini hari bahagia putri semata wayangnya, dan jika denada seorang pria, paman sudah menghajar habis habisan katena berani menghina keluarga mereka.
Bersambung....