
*Paman dan bunda sudah menganggap kamu sebagai darah daging kami net, paman doakan kamu selalu menjaga kepercayaan kami selama ini, dan kamu benar benar menjadi orang sukses yang rendah hati.* ujar paman sambil mengelus pucuk kepala Anet.
Setelah acara peluk haru itu usai, kini mereka melanjutkan sarapan yang sempat tertunda. seperti biasanya, selalu di selingi dengan canda tawa yang begitu hangat. Membuat siapa saja yang melihat nya akan merasakan iri dengan kehangatan keluarga ini.
Setelah sarapan selesai, Anet membantu bunda membereskan meja makan dan mencuci piring makan yang kotor. Sedangkan bunda menuju ke samping rumah guna menjemur pakaian, paman duduk di teras depan bersama pak junet, tetangga yang kebetulan kawan paman setiap melaut itu datang untuk membahas masalah pekerjaan mereka.
*Pak, saya dengar dari anak saya, Anet mendapat beasiswa dan akan pindah ke kota ya ?.* tanya pak junet.
*Iya pak junet, Alhamdulillah anak saya bisa berkuliah di kota dan itu adalah cita cita Anet dari kecil, katanya ingin menjadi orang sukses yang rendah hati. ya walaupun sebenarnya saya juga merasa bersalah tidak bisa menguliahkan Anet, tapi nasib nya begitu baik dia di berikan jalan dengan mendapat beasiswa dari salah satu perusahaan besar di kota * jawab paman dengan sedikit lesu.
*Ah pak Adi ini, jangan bicara begitu, Anet anak yang baik dan juga pintar, dia pasti mengerti dengan semua ini, saya yakin Anet nanti jadi orang sukses.* timpal pak junet, sebagai pemberi semangat kepada paman.
*Paman, pak junet, ini di minum dulu teh nya, sama ini ada lapis ubi buatan bunda.* Anet keluar membawa satu nampan berisi teh hnagat dan cemilan.
*Ah gak perlu repot nak Anet, bapak cuma mampir dan ingin bahas masalah keberangkatan melaut besok sama paman mu yang ganteng ini, tapi kalau kamu maksa bapak buat ngeteh sama makan vemilan ini, bapak bahagia sekali* ujar pak junet sambil menggoda paman, dan lansung melahap kie lapis ubi yang ada dalam piring.
__ADS_1
Anet dan pak adi lansung tertawa dengan tingkah pak junet yang lucu itu..
setelat mengantar teh ke depan Anet masuk ke kamarnya, dia harus menyiapkan barang yang akan dia bawa nanti sore ke kota, tentunya dengan waktu yang cukup lama.
* Anet, kamu sedang berasiap ??.* bunda masuk ke kamar anet.
*Iya bunda, Anet bersiap sekarang saja, biar nanti pas udah di jemput orang nya tidka lma menunggu Anet bersiap.* sambil memasukkan baju dan keperluan lain ke koper kecilnya.
*Anet, bunda ingin memberikan ini kepadamu, tolong kamu jaga dengan baik ya. karna ini pemberian dari mendiang mama mu dulu sebelum beliau meninggalkan kita untuk selamanya.* bunda memberikan sebuah kotak kecil berwarna merah.
*Kamu buka saja, dan pakailah, jika suatu saat kamu sangat membutukan pertolongan dan jika sudah bersusah payah mencari bantuan, kamu jual ini, itu lah oesan mama mu kepada bunda.*
Anet membuka kotak merah itu, terlihatlah sebuah kalung permata nan indah. lalu Anet meminta bunda untuk memasangkan ke leher jenjangnya nan mulus itu..
__ADS_1
kira kira seprti ini kalung peninggalan mama Anet.
*Ini sangat indah bun, kenapa tidak bunda pakai saja kalung ini dari dulu,!?*
*Tidak sayang, itu adalah pemberian mama mu untuk mu, dan bukan untuk bunda, jadi bunda tidak akan memakai yang bukan hak bunda.* bunda menjelaskan apa adanya kepada Anet dengan lembut.
*Bunda emang yang terbaik di dunia.* Anet mencium pipi bunda.
*Mmm kamu ini, selalu membuat bunda merasa bahagia. sudah lanjutkan kerjaan mu itu, bunda mau kedepan.*
*Siap komandan sayang.* balas Anet sengan gaya hormat.
Bersambung....
jangan lupa vote nya kakak sayang....
__ADS_1
semoga terhibur..