Bukan Gadis Desa Biasa

Bukan Gadis Desa Biasa
BAB 46


__ADS_3

Hay bundsist, apa kabar pagi ini, udah pada sarapan kah ??


Kemungkinan hari ini kita up cuma 2 bab ya. maklum, mak mak banyak tugas tambahan yang tak terkira sebelumnya๐Ÿ˜œ๐Ÿ˜‚.


selamat membaca..๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


...*...


...*...

__ADS_1


...*...


Malam semangkin larut, Dengan gaya telentang dan berbantalkan lengan, mata dan pikiran Ambran sibuk membayangkan wajah gadis yang baru beranjak dewasa yang iya kenal baru dua minggu lalu, itupun tanpa disengaja. *kau sangat manis, apakah kau juga sedang memikirkan ku!?* gumamnya seorang diri sambil menatap lagit lagit kamarnya dan lagi lagi tersenyum sendiri seperti orang tak waras.


...------------_------------...


Di kamarnya, Anet tertidur dengan sangan nyenyak, ntah apa judul mimpi yang sedang ia saksikan dalam alam bawah sadar itu. sehingga dia tersenyum bahkan wajahnya seperti expresi malu malu meong, padahal matanya masih terpejam dengan rapat. Sampai akhirnya senyum itu memudar karena mendengar teriakan dan gedoran pintu. Anet terbangun dari tidurnya, *mimpi apaan ini, lagi asik berpacaran malah ada yang gedor pintu, gak nyambung bangat mimpinya* gumam nya seorang diri sambil mengucek matanya.


Anet panik dan duduk dilantai mengangkat kepala wanita itu meletakakn di pahanya sebagai bantalan. sreta menyibak rambut yang menutupi muka itu.

__ADS_1


*Astaga, Ya Allah, kak dea, kakak kenapa* teriak anet sambik menepuk nepuk pelan pipi dea. namun dea sudah tak sadarkan diri.


Anet sangat panik dan takut melihat kondisi dea saat ini, badan dea dingin, mukanya pucat.


Anet meletakan kepala dea berlahan di lantai dan berlari ke bawah, memanggil ART di rumah ptetsebut, setelah itu dia juga berlari ke halaman depan memanggil pak satpam yang sedang berjaga. setelah semua berkumpul depan kamar anet, mereka bingung harus bagaimana, ingin membawa ke rumah sakit. tapi tak ada satupun yang bisa menyetir, pak satpam bisa menyetir namun jika perjalanan malam dia tak bisa melihat dengan jelas, karna faktor usia.


*Sekarang bantu aku angkat kak dea ke kasur dulu* pinta anet pada bibi dan pak satpam.


Setelah dea sudah di atas kasur, anet terlihat mondar mandir berpikir mau minta pertolongan pada siapa, tidak mungkin jika harus menelpon mami papi nya, karena mereka juga sedang di luar negri. Bibi dan pak satpam ikut membantu menyadarkan dea, dan anet masih saja mondar mandir sambil memegang ponselnya...

__ADS_1


*Aduuuhh, minta tolong siapa ya ?* gumam Anet. Dan seketika Anet teringat kalau ambran tinggal di komplek yang sama dengan rumah mereka, dan jarak rumah mereka tak terlalu jauh. *Tapi apa aku tidak mengganggu malam malam begini. Ah, coba saja dulu* lalu anet mencari nama kontak ambran di Hp nya dan menekan tombol memanggil di layar benda pipih itu.


Bersambung....


__ADS_2