
Semenjak kenal dengan samuel, denada jadi melupakan tujuannya untuk menghancurkan pernikahan anet dan juga ambran.
*Dena, temani aku beli sepatu* pinta samuel saat mereka makan siang di sebuah cafe.
*Mm, aku malas, kau saja sana, aku mau pulang* tolak denada.
*Ayo lah dena, nanti aku traktor deh, benas mau ambil apa aja* rayu samuel.
*Mmmm, ya sudah ayo* denada malah lebih bersemangat saat mendengar akna di traktir oleh pria yang baru ia kenal 1 minggu ini.
*Akhirnya aku bisa juga makan satu meja dengan mi, dan sekarang kau juga mau aku ajak ke mall, walaupun duit ku habis tak masalah. yang penting kau sudah masuk perngkapku sakarang* batin samuel.
Sesampai di mall yang terletak tak jauh dari cafe tempat merwka makan tadi, denada turun dari mobil sprot samuel dengan angginnya.
Namun sejurus kemudian, sebuah mobil sprot bernuansa serba pink parkir di samping mobil samuel.
*Wow, amazing. comel sekali mobilnya* ucap denada saat melihat mobil yang baru terparkir itu.
*Besok akan ku belikan yang lebih bagus* sahut samuel yang baru keluar dari mobilnya.
*Jangan bercanda sam, kau pikir aku cewek apaan, mau kau bayar pakai mobil*
*Hahaha, tentu saja kau primadona ku* gombal samuel.
Samuel meraih tangan denada.
*Ayo masuk. matahari sedang tak bersahabat* sambung samuel.
__ADS_1
Namun baru dua langkah mereka terkaget meliht siapa yang keluar dari mobil sprot pink itu.
*Anita* ucap mereka bersamaan.
Anet yang mendengar ada yang menyebut namanya lansung menoleh.
*Mmm, wanita ini lagi. eh tunggu, itu kan samuel, kenapa merek barengan ya.* batin anet.
*Hey anita, ternyata ini mobil mu* sapa samuel.
*iya sam, hadiah dari suami* pamer anet.
*Wah hebat, suami idamn bangat brati ya suami mu, oh ya. kenapa kamu sendiri, suami mana* tanya samuel.
*Nanti dia akan menyusul. mbak dena disini juga* anet basa basi.
*Mbak pala loh, sejak kapan kita saudaraan, gak sudih gue* cicit denada sengit. anet dan samuel hanya menggeleng.
Sampai di dalam mall, anet sibuk memilih baju hamil dan sepatu pansus. sedangkan dari kejahuan denada merasa sangat kesal padanya.
*Kenapa wanita kampung itu beli peralatan ibu hamil ya* gimam nya saat menunggu samuel memilih sepatu.
*Kau bilang apa dena, aku gak dengar* tanya samuel yang tak jauh dari nya.
*Itu, anita kampungan itu, kenapa dia beli peralatan ibu hamil*
*Mungkin dia sedang hamil, kan dia udha nikah* sahut samuel uang juga menatap gerak gerik anet.
__ADS_1
*What* pekik denada.
*Hey kau kenapa*
*Kamu bilang apa tadi*
*Mungkin dia sedang hamil, liat saja perutnya mulai menonjol* jelas samuel.
*Tidak, no. ini tidka boleh terjadi. gak boleh* ucap denada.
*Kau kenapa sih, kok kadi aneh gini* tanya samuel yang heran dengan tingkah denada.
*Pokoknya wanita kampung itu tidka boleh hamil anak ambran, titik* Denada sangat kesal sampai mukanya merah.
*ambran siapa sih dena,*
*Ambran itu suami si wanita kampung itu* bentak denada pada samuel. membuat smauel jadi bingung.
*Tapi apa hubungannya dengan mu, yang hamilin anita kan suaminya. kenapa dengan mu*
*Karna aku lah yang seharusnya jadi ratu nya ambran, bukan wanita kampung itu* ucap denada berapi api.
Samuel jadi mengerti kenapa denada merasa tak suka saat pertama tadi berjumpa anet di parkiran.
*Jadi maksud mu, kau ingin jadi pelakor nad, itu gak baik. mending nikah sama aku jelas masih bujangan* ucap samuel dan kembali memilih sepatunya.
*Samuel, aku ....* denada menjedah ucapannya saat menoleh ke samping samuel sudah tidak ada.
__ADS_1
*Kemana pergi nya dia*
Bersambung...