
*Papi, apakah aku sudah terlihat cantik ?* tanya seorang wanita kepada suaminya
*Tentu saja kau cantik honey, kau kan permaisuri ku, permata hatiku, jiwa dan ragaku* jawab lelaki bermata sipit itu.
*Aahh kamu selalu saja mengatakan itu kepadaku, jadi tambah klepek klepek deh, apa lagi kalau di traktir tas hermot edisi terbatas yabg baru loncing hari ini,* Godaan maut sang istri dengan manja.
*Iya, itu tidak masalah, asalkan permaisuri ini bahagia,* si suami tersenyum.
*Tetima kasih Bapak Toedodi Tan. anda emng suami idaman.* puji sang istri.
Mereka adalah Amel dan dodi Tan adek dari almarhum papa Anet yang menhilang selama ini.
*Btw si dea lemot bangat ya, dari pagi sampai detik ini belum juga nongol dimari.* ucap amel
*sabar dong honey, kan kampung mas adi itu jauh, lagiankan tadi dea udah bilang kalau mereka sedang menuju kemari.* jawab dodi dengan lembut sambil merangkul pundak sang istri.
*Iya iya sabar, Eh tapi apakah kita akan mengatakan siapa kita ini sesungguhnya sekarang kepada anet si keponakan tunggal ku itu.* Amel meminta pendapat dodi.
*Baiknya jangan dulu, kita tunggu waktu yang pas untuk mengatakannya.* saran dodi.
*Ya sudah aku menurut saja, asalkan aku bisa bertemu dan memeluk nya setiap hari nantinya.* ucap amel berbinar.
__ADS_1
*Boleh kan dia tinggal di sini bersama kita honey ?.*
* Kalau dianya mau ya boleh boleh saja. klau dia tidak mau kita kasih dia apertemen yang di jalan A saja nanti.* jawab dodi.
*Iya, semoga saja dia mau ya Allah, aduh udah gak sabar deh pengen jimpa lansung.* Amel sangat antusias.
Di perjalanan ke rumah besar Tan.
*Kak, apakah kakak anak asli lahiran kota ini ?* tanya anet kepda sekretaris dea.
*Ya, aku lahir dan besar di kota ini,*
*berarti nanti kapan kapan aku boleh ya main ke rumah kakak.? pinta anet. Sekretaris dea hanya menjawab dengan senyuman saja.
* Sebentar lagi kita sampai, 5 menit lagi,* jawab sekretaris dea.
----------_-----------_-----------_
Benar saja lima menit kemudian mobil yang di naiki anet dan dea sampai di depan sebuah rumah yang sangat besar dan mewah berwarna putih bersih. yang di kelilingi tembok tinggi dan kokoh, serta pagar besi yang berukiran sangat indah seperti ada unsur tionghoa gitu.
serta di dalam nya terdapat halaman luar yang sangat indah, banyak tamanam hijau dan bunga warna warni, serta ada kolam dan air mancur di salah satu sisi halamannya.
__ADS_1
Anet terbengong dan mulutnya ternganga melihat rumah bak istana kerajaan itu..
*Anet, ayo turun. kita sudah sampai.* sekretaris dea menyadarkan anet dari lamunan nya. lebih tepatnya kekagumannya. Anet tersadar dan lansung turun mengikuti langkah sekreatris dea.
*Kak, ini rumah apa istana, besar bangat, trus ini rumah siapa kak, kita ngapain kesini ?* tanya anet yang masih bingung dan masih cilinga cilinguk melihat sisi luar rumah tersebut.
*Nanti kamu juga akan tau sendiri,* dea menekan bel yang terdapat di sisi kanan daun pintu besar itu.
Ting tong, ting tong..(kira kira begitulah ya bunyi belnyaðŸ¤).
Tak lama pintu terbuka dan menampakakn seorang wanita paru baya.
*Non dea, silahkan masuk non, tuan dan nyonya sudah menunggu dari tadi di dalam.* ucap sang wanita.
*terima kasih bik,* sekreatris dea lansung masuk sambil menarik tangan anet yang masih terbengok melihat isi yang tetdapat dalam rumah tersebut.
*Anet, ini adalah rumah Tuan dan nyinya Tan, pemikik perusahaan yang memberikan beasiswa kepadamu nantinya..* jelas selreatris dea sebelum anet bertanya.
*Ooh ternyata rumah orang kaya, pantas elit bangat.* ucap anet dengan gaya polos dan masih terpesona dengan interior dalam rumah tersebut.
**Bersambung...
__ADS_1
jangan lupa vote dan selalu kasih semangatnya pemirsa tersayang..
semoga terhibur...😘😘**