Bukan Gadis Desa Biasa

Bukan Gadis Desa Biasa
BAB 137


__ADS_3

*Maaf nona denada, saya hanya ingin makan satu meja berdua sama suami saya. tapi kalau anda mau duduk di sini silahkan, kami akan pindah di meja yang lain* sela anet sebelum ambran menjawab pertanyaan denada.


*kau......*


Denada menatap tajam anet, dan ambran yang tak suka dengan tatapan denada pada sang istri lansung murka.


*Dena, dulu kita memang berteman dekat, tapi itu dulu. sekarang aku sudah muak dengan semua kelakuanmu yang selalu ingin memisahkan ku dengan istriku*


*Ambran, kenapa kau jadi membentak dan bicara seperti itu pada ku* Denada pura pura sedih, dan mengeluarkan airmata buayanya.


*Aku sangat mencintai mu, tapi kenapa kau memilih menikah dengan perempuan kampung ini, apa hebat nya dia. aku yang dulu selalu ada buat mu am* sambung denada.


*Cukup dena, aku sudah berulang kali memgatakan pada mu, kalau aku tak pernah sedikitpun memiliki perasaan pada wanita liar seperti mu* ucap ambran tegas dna lantang.


Bagai di sambar petir, denada syok dengan ucapan ambran. karena selama ini dia selalu bermain ranjang dengan pria hidung belang, dan itu sudah dia lakukan sejak SMA.

__ADS_1


*Am, tega kamu mengatakan aku seperti itu. aku tak pernah melakukan hal sehina itu am*


Ambran menyeringai *Dena, sudahlahm sebelum aku bertambah muak pada mu, sebaik nya kau pergi dari hadapan kami* usir ambran.


*No, aku tidak seperti yang kau pikirkan. aku masih suci. seliruh tubuhku ini hanya akan ku berikan padamu am* kila denada.


Semua mata melihat interaksi panas mereka. termasuk anet yang duduk santai dan sesekali menyuap makanan nya.


*kau ingin merebut suami ku, tapi sekarang kau sendiri yang mempermalukan diri mu betina* batin anet.


*Dena, percuma kau bersandiwara, dan membuang waktu mu hanya untuk mendapatkan lelaki yang tak pernah mencintaimu, apa lagi saat ini dia sudah beristri dan sepertinya dia sangat menyayangi dan melindungi istrinya* batin samuel.


*Am, aku akan buktikan pada mu kalau aku ini wanita baik baik*


*Tidak perlu nona dena, suami ku ini tidak membutuh bukti apapun dari anda, karena saat ini hanya aku yang dia sayangi dan cintai. iya kan sayang* Sela anet sambil memeluk lengan suaminya.

__ADS_1


*Tentu saja. karna selain mama dan bella hanya kau wanita teristimewa dalam hidupku selamanya* kawab ambran mesra sambil mengusap lembut pipi anet.


*Hei perempuan, kau sebaiknya sadar diri saja. jangan sok jadi ratu di hati ambran. karena sebentar lagi ambran akan memilih diriku* denada malah jadi tambah tak tahu malu


*Oh ya, kalau begitu aku jadi takit dengan ucapan mu barusan.*


*Sayang, aku takuuuutt* rengek anet manja dan pelukan nya kini berpindah pada tubuh ambran, bukan lengan lagi.


*Tidak usah takut, sampai matipun aku tetap akan setia pada istri tercantikku ini* Ambran membalas pelukan anet dan menciumi seluruh wajah istrinya.


Membuat semua mata yang melohatnya jadi merasa terharu akan keromamyisan ambran terhadap anet. Namun tidak dengan denada yang merasa semangkin panas dan terbakar api cemburu.


*Ambran, aku pastikan suatu saat nanti kau akan bersujud mengemis cinta padaku, karena wanita ini mau dengan mu hanya karena harta mu saja* ucap denada berapi api.


*Dia istriku*

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2