Bukan Gadis Desa Biasa

Bukan Gadis Desa Biasa
BAB 77


__ADS_3

Hari ini adalah hari bahagia sepasang anak manusia. Bagaiman tidak, Setelah melansungkan acara pertunangan beberapa bulan lalu, Robi dan dea akhirnya melansungkan pernikahan secara mewah dan juga di hadiri seluruh kerabat serta teman dari dea dan juga robi. bahkan kariawan kantor Ambran saja harus bergantian ke acara istimewa robi dan dea.


Semua yang hadir di jamu dengan makanan yang sangat memanjakan lidah, baik dari makanan khas daerah maupun makan moderen.


*Akhirnya papi dan mami bisa segera menimang cucu* ucap Mami saat mengucapkan kata selamat pada mempelai.


*Robi, papi titip dea pada mu, jangan pernah kau sakiti dea, jika kau sudah tak mencintainya lagi, pulangkan dia ke rumah papi.*


*Insya allah saya akan menjaga dea dan menyayanginya seprti saya menyayangi diri saya sendiri pi*


Papi menepuk nepuk pundak menantunya dengan sangat bangga.


*Dea, kau sangat cantik hari ini nak, selamat ya, sekarang sudah menjadi istri orang, jaga suamimu dengan baik* Giliran bunda yang memberi ucapan selamat.


*Dea, robi, semoga kalian menjadi suami istri yang sakinah mawaddah warohma ya* ucap paman.


Dea dan robi menjawab amin secara bersamaan.


*Robi, anak mama. mama sedih bercampur bahagia sekarang, kau ternyata sudah dewasa, dan sudah menjadi seorang suami. jaga istrimu, sayangi dia sperti kau menyayangi mama, jangan pernah kau menyakitinya*


*Dea sayang, jika anak nakal ini membuatmu menangis apa lagi menyakiti batin mu, segera hubungi mama, biar mama sunat lagi dia* ucap mama robi pada dea.

__ADS_1


*Iya ma, mama tenang saja* balas dea.


*kalau aku di sunat lagi, gimana caranya ngasih cucu ke mama nanti* ucap robi sewot.


*Diam kau anak nakal* mama melotot pada robi. Robi menggaruk tungkit nya yang tak gatal. sementara dea dan papa robi hanya bisa menertawakan robi saja.


*Pa. apa papa juga akan melakikan hal yang sama dengan mama* tanya robi saat di peluk papanya.


*Malas bicara sama bagujal sepertimu, yang penting cepat kasih papa cucu* ucap papa mengacak rambut robi.


Dan di lanjutkan dengan tamu lainnya yang mengantri untuk bersalaman dan melakukan sesi foto. Sementara bunda, paman, papi, mami dan orang tua robi sudah duduk di kursinya kembali, menyantap hidangan yangbdi sajikan di atas meja mereka.


*Mbak, apa kau melihat putri kecil kita, kemana dia pergi* tanya mami pada bunda yang baru sadar atas hilangnya anet.


*Iya juga ya, kemana anak itu, tadi ada kok.* bunda juga ikut melihat sekeliling.


*Sudah biarin aja. palingan juga mojok sama si Ambran, nanti juga balik* ucap paman dan di angguki oleh papi serta orang tua robi.


-


-

__ADS_1


*Kau sangat cantik hari ini sayang,* puji ambran pada anet.


*Ooh, jadi selama ini aku jelwk gitu* anet memalingkan pandangannya ke luar kaca mobil.


Mereka saat ini menuju Tokoh cake, karena saat akat nikah robi dan dea anet mendapat laporan dari salah satu panitia acara kalau cake pernikahan dea tak bisa di antarkan oleh pihak tokoh, karena ukurannya yang besar dan juga tinggi, mereka tak ingin mengambil resiko.


Flashback


Anet yang mendapatkan berita tersebut lansung berbisik pada ambran yang duduk di sampingnya.


*Kak, kata pelayan itu, cake pengantin nya gak bisa di bawa pake mobil biasa. harus pakai mobil box atau pick up karena ukurannya besar.


Bisik anet di telinga ambran.


*Trus gimana dong, bisa bisa dea akan ngamuk jika cakenya gak ada pas acara potong kue* Ambran ikut panik.


*Sudah pakai mobil kantor saja pak bos, kan di kantor ada mobil box buat angkat barang* Sahut sekretaris kantor yang duduk di belakang Anet dan juga ambran.


Anet dan ambran menoleh ke belakang, yang di liahat hanya memasang senyum lebar menampakkan gigi kelincinya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2