
Masih acara nikahan Robi dan Dea.
*Otak mu ternyata encer juga ya.* puji ambran pada sekretarisnya itu.
*Harus donk, kan sekretaris kesayangan perusahaan* sombong si sekretaris wanita tersebut.
Anet dan Ambran saling Pandang. dan mereka bedua oergi ke kantor Ambran memakai mobil anet, sesampai di kantor abran lansung meminta mobil yang di inginkan pada penjaga gudang kantor.
setelah mobil box yang di inginkan di dapat, ambran dan anet lansung menuju toko cake langganan keluarga TAN tersebut.
Flashon
*Bukan begitu sayang, kau selalu cantik selama ini, tapi hari ini lebih cantik lagi, kalau biasanya kau seprri princess kalau hari ini kau seperti ratu nya princess* bujuk ambran pada anet.
*Terserah, gak peduli lagi* anet cuek.
Ambran hanya bisa mengusap wajahnya dengan kasar dan mengupat dalam hati menyalahkan dirinya sendiri. *Harusnya kau pikir dulu sebelum bicara mbran* batinnya.
Tak lama sampai lah mereak di toko cake pemilik toko sekaligus sebagaui pembuat cake pengantin itu menyambut anet dan ambran di depan pintu kaca tokoh tersebut.
*Selamat datang nona dan tuan, mohon maaf atas kesalahan kami* ucapnya sambil mengatup kesua tanggan di dada pada anet ddan ambran.
*Tidak masalah kak, ini bukan sepenuhnya salah kakak, kak dea pasti juga tidak akan mengira jika cakenya akan susah di bawa ke lokasi pesta* ucap anet tersenyum ramah.
__ADS_1
*Diluar sudah ada mobil box, apa bisa bantu masukkan saja cake nya segera di mobil * tanya ambran.
*Iya, karena takutnya acara potong kue pertama akan segera di lakukan* sambung anet.
*Bisa nona, tuan*
*boy, arya, maryo, eri. tolong bantu angkat cake nya ke mobil box yang ada di depan sekarang.
*Baik buk* ucap mereka berempat bersamaan. mereka mulai mendorong pelan meja yang di beri roda tersebut ke luar dan menganggkat dua cake bersar bergantian dan sangat hati hati.
*Ooh, mejanya bisa di pendekin gitu ya, baru tau* ucap ambran saat melihat pegawai tokoh mengatur jutan kaki meja secara bersamaan. agar tetap seimbang..
*Bisa pak. yang gak bisa cuma bikin nyawa sakj sekarang* ucap saah satu kariawan itu.
Anet dan ibu pemilik toko hanya bisa me.utar bola mata malas melihat kepolosan ambran sang CEO tertampan dan ter muda se asia itu.
Setelah menempuh 30 menit perjalanan anet dan ambran turun dari mobil box tersebut, dan di mobil belakang empat pemuda juga ikut turun, mereka dengan sigap mengeluarkan cake cake besar tetsebut. daneninggikan kembali meja dorongnya.
Lagi lagi ambran takjub dengan dua meja di depannya ini. *Luar biasa, kok aku gak pernha kepikiran ya kalau ada meja model begini* batinnya.
Sementara anet yang melihat kelakuan dugok ambran hanya bisa menggeleng saja. *CEO kok gak katrok* ledek anet pada ambran.
*Apa kau bilang, aku ini bodoh saat di dekatmu saja, karn aseparuh pikiranku telah kau isi oleh cintamu* Ambran bukannya marah pada anet malah mengeluarkan rayuan mautnya.
__ADS_1
*Alesaaaaann* Anet menjulurkan lidahnya lalu melangkah masuk ke dalam gedung.
-
Saat acara potong kue pertama Dea dan Robi sudah sangat cemas dan kwatir karena salah satu pelayan membisikkan pada mereka bahwa cake pengantin belum sampai.
*Bagaimana ini bay, kue pengantinku belum sampai, sementara acara berikutnya potong kue* Wajah dea mulai pucat dan ingin menangis.
*Sudah tenang dulu, jangan cemas* robi mencoba membuat dea tenang.
Dan benar saja saat pembawa acra membacakan acara berikutnya cake tersebut masib belum nampak juga di dalam ruangan besar dan mewah tetsebut.
Sampai MC bingung hafus bagaimana dan saling kode pada panitia acara. sementara seluruh tamu juga mulai berbisik bisik.
Sebuah cahaya menyorot ke arah pintu masuk, Anet dan ambran membuka pintu dan mendorong sebuah meja beroda yang dia atas nya Sebuah cake berukuran raksasa bertingkat dan sangat indah.
Dea melihat cakenya datang lansung menangis di oelukan sang kekasih yang baru sah menjadi suaminya beberapa jam yang lalu.
Anet dan ambran pun melangkah dengan santai mengantarkan cake tersebut tepat di depan Dea dan Robi berdiri. Empat pemuda yang berdiri di belakang anet dan ambran dengan sigap menambah tinggi tiang meja cake tersebut.
Setelah mengantar cake pengantin dengan santai ambran menggandeng pinggang ramping anet ke meja yang ada keluarga Anet dan robi. semua mata tertuju pada mereka berdua. begitu serasi dan mengalihkan perhatian semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut.
Wajah anet, memerah karena banyak kamera yang memancarkan cahaya lensa pada dirinya dan ambran..
__ADS_1
Bersambung....