
Di saat dua insan sedang di mabuk cinta, di belahan sudut kota lainnya, seorang wanita meraung minta di keluarkan dari jeruji besi yang sempit.
*Lepaskan aku, aku bosan disini terus, lepaskan* triak denada.
Setiap hari selalu membuat rusuh di dalam kamar baru nya itu.
*Hey, perempuan gila. bisa tidak satu hari saja kau diam dan tenang, kamu pikir ini rumah nenek moyang mu ha* bentak tahanan lain yang berada di seberangan dengan sel denada.
*Diam kau jelek, aku tak bicara pada mu, kita beda kasta. kau orang susah, aku ini orang berada*
*Kalau kau orang berada, kenapa orang tua mu tidak pernah datang untuk mengeluarkan mu dari sini. bahkan menjenguk mu saja tak pernah, dasar gila*
*Diam kau* terik denada keras. lalu dia menangis sejadi jadinya.
*Dasar sinting, tadi sok jagoan, sekarang mewek macam anak kecil* cibir penghuni penjara lainnya.
*Mami dan papi kenapa tidak pernah jenguk dena, apa kalian tak sayang dena lagi, dena sendiri disini, dena mau pulang mi, pi. jemputlah dena* denada merintih sendiri dalam tangisnya.
Memang semanjak denada di tahan, orang tuanya taknpernah menjenguk anak semata wayang mereka ini. bukan karna di senagaja, tapi memang mereka tak tahu jika denada sedang ada di jeruji besi saat ini.
Terakhir mereka mendapat pesan kalau denada sedang berlibur LA dan akan melanjutkan liburan nya di Jerman dan beberapa negara lainnya.
Pesan itu di ketik dan di kirim oleh nak robi, atas perintah ambran. mereka ingin memberi efek jerah pada denada.
*
*
Di kamar bernuansa pink dan biru Ambran tengah membantu anet menyiapkan pelengkapan bayi dan istrinya untuk di bawa ke rumah sakit.
__ADS_1
Renacana nya Sore ini anet akan menjalankan operasi, dia memilihcesar saja, karana takut tak mampu melahirkan normal, mengingat anak nya yang akan lahir ini kembar.
*Sayang, masukan baju yang itu juga ya,* pinta anetenunjuk daster kesayangannya.
*Siap ibu ratuku.*
*Oke, semua selesai. tinggal kabarin bunda dan mami aja lagi* ucap anet sedikit legah katena barang bawaan mereka siap di kemas.
*Sebelum lupa, kasih tau sekarang aja sayang* usul ambran.
Anet setuju dan mengambil hpnya yang ada di nakas, namu baru saja hp nya terpegang, sebuah panggilan vidio masuk.
*Siapa sayang* tanya ambran.
*Dinda yank, aku angkat dulu* ambran menganguk.
*Hallo din, assallamualaikum*
*Tidak, aku dan kak ambran baru saja selesai berkemas*
*Kalian mau ke mana, jangan lakukan perjalanan jauh. kau sesang buncit, nanti baby twint brojol di jalan gimana, kan repot* omel dinda panjang lebar.
*Yang repot itu mulit mu din, nyerocos aja. belum juga aku selesai ngomong, udah di serobot aja*
*Hehehe, maaf bu bos. aku khilaf. emang klain mau kemana sih*
*Rencananya nanti sore aku mau operasi cesar din, kan udah waktunya lahiran, jadi kami siapin kebutuhan bayi selama di RS nanti*
*Ooh, kirain mau pergi liburan, ya udah aku curhat nya abis kamu lahiran aja, biar enak*
__ADS_1
*Sekarang aja, kalau abis lahiran nanti aku malah sibuk ngurus twint, gak ada waktu dengarin kamu curhat*
*Iya juga ya, baik lah*
*Cepat katakan, aku mendengar mu*
*Buk bos, kau tau, aku di lamar pria tampan*
*Haa, dilamar. pacar saja tidak punya, siapa yang lamar, abang tukang bakso yang sering mangkal depan kantor*
*Eeee, selepe lu sama gua yaa*
*Trus siapa yang lamar kamu din, kan kamu jomblo selama ini, atau kamu jadi simpanan om om genit ya* Anet menggoda dinda dan tertawa cengingisan.
Sementara dinda memasang muka cemberut dan tak lupa memonyongkan bibir nya.
*Jahat bangat istri mu babang am.* ucap dinda saat melihat ambran duduk di samping anet.
*Sayang, dia merajuk, kek anak kecil ya* anet mengangguk sambil tertawa. bukannya membela dinda ambran malah ikut meledak dinda.
**Bersambung......
Selamat malam, selamat akhir pekan.
Terima kasih masih setia denga khayalan uathor sampai detik ini๐๐ค
Btw ada rencana liburan kemana besok ni bundsist ??
Tapi kemana pun liburannya author soain selamat sampai tujuan ya, dan semoga harinya membahagiakan.
__ADS_1
Bauat yang di rumah aja. gak apa, gunain waktu libur buat istirahat dan kumpul dengan keluarga terkasih di rumah..
Love buat semua bundsist๐๐๐**