
4 bulan berlalu. Di rumah baru hadiah dari samuel. Dinda sedang di ruas oleh MUA ternama di kota ini. sesangkan di lantai bawah, para tamu undangan dan mempelai pria sudah siap menunggu pempelai wanitanya.
Anet mengawasi si kembar zain dan zaina sudah mulai bisa di ajak bermain oleh abang mereka, royan. anet tak ingin nelewatkan acara sakral sahabat nya dan juga tak bisa terlalu menyerahkan anak nya pada baby sister.
Tak lama dinda turun di tuntun oleh dua adiknya yang juga tak kalah cantik dari dinda sebagai pengantin hari ini.
Acara pernikahannya berjalan dengan lancar, tak ada pesta besar besaran. karena dinda merasa akan lebih baik uang untuk pesta di gunakan untuk menambah modal usaha mereka nanti.
Seluruh anak panti dan teman kantor dinda serta karyawan yang bekerja pada samuel selama ini ikut hadir menyaksikan dua insan ini mengikat janji suci mereka.
*
Sementara denada saat ini juga ikut bahagia, bagaimana tidak setelah sekian lama sendiri di balik jeruji besi nan sempit itu. papi dan mami nya datang untuk menjemputnya.
__ADS_1
*papi, mami. dena kangen kalian. kenapa kalian baru datang sekarang* ucap denada saat dalam pelukan kedua orang tuanya.
*Maafkan kami nak. kami baru tau kau disini kemarin, kami pikir kau selama ini benar benar berkeliling dunia. ternyata ....* papi mengatakan yang sebanarnya. dna mami terus terisak memeluk tubuh kurus kering denada.
*Siapa yang memberitahu papi dan mami kalau aku disini*
*Samuel, dia mengirim email ke mami mu. dia mengatakan kalau dia temanmu, dan di juga sudah menceritakan semuanya tentang apa yang terjadi sampai kau harus berada di dalam sini* jelas papi.
*Lalu dimana sam pi, dia juga tak pernah lagi menjengukku. Apa dia mengatakan dia dimana sekarang* tanya denada ingin menyatakan maaf kepada sam dan mau menerima sam jadi kekasihnya.
*Gak mungkin mam, sam itu hanya mencintai dena, mana mungkin dia bisa menikah dengan wanita lain. apa lgai dengan temannya wanita kampung itu.*
*Sudahlah nak, tenang kan diri mu. semua sidah terjadi, coba saja kau tak terlalu mengikuti ego mu, mungkin kau tak akan berada dan memderita disini, tapi bahagia hidup dengan pria yang tulus mencintai mu* mami menenangkan dena yang marah marah tak jelas.
__ADS_1
*Jadi kalian berdua kesini hanya untuk menyalahkan ku saja. kalau begitu pergilah dari sini. anggap aku sudah mati*
*Dena, kau bicara apa. papi dan mami mu kesini karna kami ingin membawamu pulang nak. tenangkan diri mu* serga papi melihat dena sudah mulai macam orang tak waras.
*Aku lebih baik mati dari pada harus gagal lagi mendapatkan pria ku* triak denada. sehingga beberapa polisi yang sedang berjaga mendatangi mereka di ruang besuk.
*Pak bu, ada apa ini* tanya polisi
*Pak, anak saya kenapa bisa seperti ini,* tanya mami bingung melihat denada seperti orang tak waras.
Bagaiman tidak, setelah teriak teriak dena tertawa lalu menangis dan berjoget joget.
*Bapak sama ibu, maaf kan kami. selama anak bapak dan ibu di sini. dia seperti tertekan batin, benerapa kali pernah haru kami sintik penenang karena dia berteriak dan kadang menangis sejadi jadinya.* jelas polisi tersebut.
__ADS_1
*Kalau begitu, tolong berikan suntik penenang untuknya pak, agar kami bisa membawanya ke spekiater. saya rasa anak saya mulai tidak sehat* ujar papi yang melihat denada seperti anak kecil.
Bersambung......