
Saat di perjalanan menunu rumah anet.
*Kamu mau ke luar kota* tanya anet memecah kesunyian antara mereka berdua.
*Iya, papa buka cabang di sana,*
*Berapa hari*
*Mungkin satu minggu* ambran menjawab dengan pandangan tetap fokus ke jalanan.
*Aku ikut ya* tiba tiba anet meminta ikut dan memeluk lengan ambran.
sssssssttttt...
Ambran mengerem mendadak mobil nya.
*Kenapa tiba tiba minta ikut, bukannya biasa kalau aku tinggal ke luar kita senang bangat, fak ada yang gangguin siang pagi malam* sindir ambran yang kenyataan benar begitu adanya.
*Aku takut kamu ada wanita lain di sana* jujur anet.
Ambran menagkup wajh anet dengan kedua tangannya.
*Aku kesana untuk kerja sayang, gak sempat buat cari wanita, lagian aku sudah punya kamu*
*Tapi kan di sana pasti banyak wanita cantik dan seksi, kalau kamu tergoda gimana*
*Gak akan, cukup kamu sampai akapanpun* Ambran mencium kening anet dengan lembut.
*Setelah urusan mu di luar kota selesai segera pulang* pinta anet.
*Iya sayang, pasti*
__ADS_1
*janji*
*Iya janji* sebuah kecupan mendarat kembali di kening anet.
...-...
Seminggu sudah ambran di luar kota, selama itu pula anet terngiang ngiang ucapan bunda.
*Ingat, ambran pria baik dan tanpan, jangan sampai dia bosan nunggu kmaau siap di nikahi, dia juga pria normal*
Kata kata itu selalu membuat anet tak tenang.
*Apa aku setuju aja ya nikah muda, lagian kak ambran kan juga bukan pria yang buruk* batinnya.
Selama seminggu pula ambran jarang memberi kabar pada anet, hal itu membuat anet tambah gelisa.
Saat baru memejamkan mata hp nya berdering..
My Boy
*Halo yank*
*Halo sayang, sudah tidur ya*
*Baru mau tidur, kamu lagi dimana, kenapa belu tidur* tanya anet karena mendengar ada suara ramai di belakang ambran.
*Aku sedang di supermarket, mencari cemilan, buat jaga jaga kalau lapar tengah malam*
*Oh, kamu kapan pulang yank* tanya anet.
*Pulang kemana,*
__ADS_1
*Ya ke sini lah kemana lagi*
*Sekarang buka jendela kamar mu* pinta ambran.
Anet bangun dan membuka tirai jendela kamarnya, dengan sangat jelas di bawah sana ada ambran dengan sebuket bunga di belakangnya ada robi, pali, mami, paman dan bunda.
Melihat mereka di bawah sana, anet berlari ke lantai bawa dan membuka pintu rumah besar nya.
*Kejutaaaaann* ucap mereka semua bersamaan.
Dea membawa sebuah cake bertulisan happy brihtday.
Anet terperanga melihat kejutan di hari ulang tahunnya, Orang yang pertama dia peluk adalah ambran.
*Kenapa kamu membohongi ku, kamu jahat, kalian semua membohongi ku* anet terisak dalam pelukan ambran.
*Maaf kan kami sayang, ink semua karna kami sayang pada mu* ucap bunda mengelus punggung anet.
Setelah pelukan nya terlepas dari ambran, mereka masuk kedalam rumah, buk nah pun menyalakan lampu ruang keluarga, di sana sudah di hias sedemikian rupa.
Anet memang seharian mengurung diri di kamat, dia enggan kuar karena mesal dan galau memimirkan ambran.
*Mmm aku terharu, terima kasih* Anet berjongkok dan menangis.
Baby royan di gendong oleh baby sisternya.
*Wan ama at uh* oceh babg royan yang hanya dia dan tuhan yang tahu arti daro ovehan nya itu.
Semua tertawa mendengar nya, anet pun mengambil baby royan dan mencium pipi gembul nya, baby royan malah tertawa terbahak bahak di cium anet.
**Bersambung.....
__ADS_1
Cukup ya, udah 4 Bab, dari pada gak nyambung nanti alur nya, lebih baik kita sudahi sampai disini dulu...
love you, semoga bundaiat semua terhibur dengan kisah ngelantur ini...😘😘😘😘😘**