Bukan Gadis Desa Biasa

Bukan Gadis Desa Biasa
BAB 14


__ADS_3

*Assallamualaikum nyonya, tuan. kami datang,* ucap sekretaris dea dwngan sedikit berteriak.


*Waalaikum salam, ini ni yang di tunggu dari kemaren, baru nongol sekarang. * tante menjawab dan menghampiri Sekretaris dea dan anet. tak lupa juga mencubit gemas pipi dea.


*Adduuhhh sakit Mom...Eh nyonya.* dea merintih dna hampir saja keceplosan.


*Mana dia de, apakah dia kamu tinggal d jalanan ?.* tanya om dodi pada dea.


*Dia siapa ded,,, eh tuan maksudnya,* lagi lagi keceplosan.


*Dia siapa lagi, Anita lah. kan kamu sendiri yang bilang tadi kalau klian segera sampai, dan mana dia sekarang !?.* tanya Amel.


Dea melihat ke kiri dan kekanan, dan berbalik badan, namun tidak menemukan anet, padahala anak itu tadi sudah masuk dan mengikuti dea dari belakang.


*Ah iya, kemana dia, tadi sudah ikut masuk kok sama dea mom,* dea juga kebingungan kemana anet sebenarnya..

__ADS_1


*Sekarang coba kita lihat ke luar dulu, mana tau dia takut masuk dalam rumah ini, karna dia bilang rumah ini bagaikan istana.* jujur dea.


mereka bertiga keluar dari dalam rumah, dan mendapati Anet berdiri di samping mobil yang tadi membawanya ke rumah mewah itu.


*Aaaahhh itu dia, aku pikir dia 'kabur.* ucap dea legah.


*Anet, ayo kemari, ngapain kamu di situ, ini udah gelap loh, apa kamu gak takut dengan hantu penunggu di istana besar ini.* dea berteriak sambil menakuti anet.


Mendengar ucapan dea, anet lansung berlari ketakutan, bagai mana tidak, rumah meeah itu di tumbuhi berbagai macam pepohonan, dan terlihat sepi, hanya ada satpam yang berjaga di pos depan samping gerbang. Dea yang melihat anet ketakutan ketawa kekikitan. sementara Amel dan dodi hanya menggelang kepala melihat tingkah dua perempuan cantik yang baru menginjak dewasa itu.


*Mana ada hantu di sini nak, dea hanya menakut nakuti kamu saja* jawab Amel sambil mencibit gemas dea yang masih cengegesan.


*Selamat malam Tuan, nyonya. Saya Anet eh Anita.* anet memperkenalkan diri dan sedikit membungkukkan badannya tanda hormat.


*Malam juga anet, selamat datang di rumah kami, ayo masuk. angin di luar tidak baik untuknkesehatan.* jawab Amel dan di angguki oleh dodi, dea dan juga anet.

__ADS_1


Di ruang tamu, anet duduk di samping dea dan berhadapan dengan Amel dan juga dodi.


* Net, ini adalah tuan dan nyonya tan, yang tadi aku ceritakan di mobil pada mu.* terang dea. dan di angguki anet tanda mengerti.


*Anet, apakah kamu serius ingin berkuliah di bidang bisnis .* tanya dodi yang mulai membuka suaranya, tentunya dengan muka seriusnya.


*Iya tuan, insya Allah anet siap.* jawab anet dengan wajah tertunduk dan meremas ujung bajunya. ada sedikit ketakutan dalam hati anet saat dodi menanyakan itu.


*Apa tujuan mu untuk berkuliah di kota besar seperti ini,? kalau hanya untuk membuang waktu dan menghabiskan uang perusahaan kami, lebih baik kamu kembali saja ke desa, disana kamu akan kami beri modal udaha nantinya.* lagi lagi dodi berkata yang membuat hati anet semangkin tak karuan, ada dongkol, takut dan juga sedih mendengar perkataan tuan dodi.


**Bersambung....


Anggap aja ini rumah mewah amel dan dodi ya bund🤭🤭a**


__ADS_1


__ADS_2