
Paman adi adalah kakak mamanya anet satu satunya. kakek dan nenek anet baik dari pihak papa maupun mama sudah lama meninggal, papa masih punya saudara perempuan tapi sejak menikah adik papa bagaikan hilang di telan bumi, papa sudah berusaha mencari keberadaannya, namun belum juga berhasil sampai saat ini. Padahal waktu berpamitan dengan papa tante Amel dan om Dodi suaminya hanya pamit untuk pulang sebentar ke kampung Om dodi.
Baru saja Anet sampai ke rumahnya, Paman adi mendapat telpon dari pihak kepolisian bahwa papa anet mengalami kecelakaan tunggal, papa Anet menabrak sebuah bus Pariwisata yang terparkir di pinggir jalan. Dengan begitu syok paman adi membari tau bibi dan juga anet atas kejadian itu. dan mereka segera menuju rumah sakit, namun sebelum pergi bibi sempat berpamitan kepada ART di rumah anet.
Anet yang tidak mengerti apa apa hanya diam dan mengikuti perintah paman dan bibinya saja. dia bagaikan sebuah boneka pada saat itu.
sesampainya di rumah sakit, saat akan menuju ruangan papa anet, mereka melihat beberapa suster mendorong banker keluat dari sebuah tuangan dengan di atasnya seseorang tertutup kain putih. paman lansung menahan suster untuk melanjutkan langkah mereka. dan berlahan paman menoleh kebelakang suster ada dua orang polisi. tanpa aba aba paman mebuka kain putih yang menutupi tubuh kaku itu.
__ADS_1
*Astagfirullah ya Allah, Allahuakbar..* paman berucap dan menutup kembali kain itu.
Bibi yang melihat itu semua lansung memeluk anet dan menangis sesugukan. Paman lansung memeluk dan mencium anet bertubi tubi sambil tangis terisak.
*Begitu besar cobaan mua nak, padahal kamu belum mengetahui banyak tentang kehidupan ini,* ucap paman saat memeluk anet yang ahnya diam dan bingung pada saat itu.
Dan pada saat pemakaman papa anet selesai seirang polisi memberikan sebuah kotak kecil berwarna merah kepada paman.
__ADS_1
Dua hari kepergian orang tua Anet, selama itu pula anet tambah murung dan susah makan. Paman dan bibi memutuskan untuk pindah ke kampung bibi dan tentunya membawa anet tinggal bersama mereka, paman menjual rumahnya dan mempercayakan perusahaannya kepada orang keprcayaanya.
Sementara rumah anet paman percayakan kepada ART lama di rumah besar itu untuk merawatnya, dan perusahaan ayah anet juga di kelolah oleh orang kepercayaan ayah anet selama ini ya itu OM bagas.
Awalnya anet sulit untuk bicara kepada siapapun, dia selalu diam termenung di sudut ruangan. tapi paman dan bibi terus menghibur anet, sampai suatu malam anet bermimpi dan memanggil nama bunda. mendengar anet berteriak memanggil bunda bibi dan paman berlari ke kamar anet dan lansung membangunkan gadia kecil malng itu.
*Anet sayng, bangun nak, sayang.* bibi mencoba membangunkan anet..
__ADS_1
Saat anet terbangun dan membuka matanya, dia lansung memeluk bibi dan menangis sambil berkata, *Bunda, jangan tinggalkan anet, anet takut sendirian, mama dan papa sudah pergi ke surga, Anet mohon bunda.* bibi memeluk anet dengan erat dan tanpa sengaja menitikakan air matanya di pucuk kepala anet.
Paman yang melihatpun ikut terharu lalu memeluk bibi dan anet dwngan sayang, dan sejak saat itu lah Anet memanggil bibi dengan sebutan bunda.