Bukan Gadis Desa Biasa

Bukan Gadis Desa Biasa
BAB 66


__ADS_3

Suasana tegang kini menjadi cair kembali karena cerita masa kecil dea. Dea tak merasa marah sama sekali dengan papi dan mami karena menceritakan masa kecilnya itu, justru dia merasa beryukur bisa di anggap anak oleh dua insan yang baik hati ini. jika saja mereka tak menemukan dea dan membawa dea pulang waktu itu, mungkin nasib nya ntah bagaiman sekarang.


*Mami, papi apa boleh anet bertanya lagi*


*Tentu saja nak, tanyakan apa yang mengganjal di hati mu* ucap papi


*Jadi beasiswa yang anet dapatkan juga salah satu dari rencana kalian semua,*


*Ooh, tentu saja tidak, itu murni. karena dea menyelidiki identitas mu setelah kau terpilih untuk mendapatkan beasiswa tersebut* terang papi pada anet benar adanya.


*Bararti diam diam papi mami, paman bunda sudah sekongkol untuk memberikan kejutan ini padaku * selidik anet.


*Tentu saja. aku yang jadi tumbal nya selalu.* ucap dea manyun. semua tersenyim melihat bibir manyun dea.


*Ada satu hal lagi yang harus kau tahu nak* sambung paman. * Sebenarnya paman dan bunda sudah kembali ke rumah kami yang ada di kota ini sejak tiga hari kau tinggal di sini* aju paman. anet melihat bunda dengan mata lebar sebagai bentuk protesnya.


*Jangan marah, kan mau ngasih kejutan*bu da cepat cepat menyelah.

__ADS_1


*Pantas saja paman dan bunda selalu berkwliaran di kota ini terutama di rumah ini, ternyata sudah pindah ke sini* jawab anet tak begitu kaget lagi dengan kenyataan yang ada.


*Tentu saja.* jawab bunda sambil memeluk lengan paman.


*Gak malu, udah tua juga* Anet memasang muka sewot.


*Dan ada lagi yang harus kau tahu. kalau sebanarnya kau memiliki sebuah perusahaan dan beberapa saham peninggalan arwah orang tua mu* sambung mami.


*Maksud mami,* tanya anet.


*Wak jordi tetangga kita di kampung, teman oaman melaut itu* Tanya anet kaget.


*Mmm, dia sebanarnya teman melaut paman di dunia bisnis selama ini*


*Kalian semua jahat, tega sekali menutupi banyak hal dari ku. aku sayang klaian semua* ucap anet menangis memeluk dea dan bunda yang ada disisi kiri kanannya.


*marah anet, bukan sayang* selah mami.

__ADS_1


*Buat apa marah marah, Anet tidak marah mami sungguh* ucap anet dengan membentuk jarinhmnya seperti huruf V.


Semua bangun dari duduknya kecuali dea, mereka berpelukan bersama di dekat kursi roda dea. sesana hangat dan mengahrukan ini di rekam oleh bik jum memakai ponselnya.


*Sudah, sudah, kok kita jadi teletabies begini, anetkan harus ke kampus. ada kuliah pagi* Anet menyadarkan semuanya...


Semua melepas pelukan dan berpindah ke halaman belakang.untuk melanjutkan mengobrol dan menikmati suasana pagi yang cerah, kecuali anet yang harus berangkat ke kampus.


-


Di jalanan ibukota sangat ramai jam seperti ini, karena banyaknya pengguna jalan yang harus berangkat bekerja dan banyaknya para ibu ibu yang mengantar anak mereka ke sekolah atau pergi berbelanja sayur. sebenarnya jika para ibu super tak membuat ulah, jalan takkan macet parah, dan tidak akan ada yang namanya kecelakaan lalu lintas. Bagaimana tidak, setiap pagi ada saja ibu ibu rempong yang menghidupkan lampu sain motornya ke kanan, namun beloknya ke kiri, dan jika ada yang menengur, bukannya mendapat ucapan terima kasih, malah mendapatkan omelan tak berujung oleh ibu oleng tersebut. dan itulah pemandangan jalanan kota setiap pagi yang di saksikan anet dari dalam mobil sedannya.


Bersambung....


Buat bundsist yang punya rutinitas wajib tiap pagi untuk berkendara, perhatikan rambu rambu lalu lintas ya. demi keselamatan bersama.🤗


Selamat datang di awal tahun baru islam yang ke 1444 H. Salam saudara untuk semua🤗😘😍

__ADS_1


__ADS_2