Bukan Gadis Desa Biasa

Bukan Gadis Desa Biasa
BAB 141


__ADS_3

Hari yang di rencanakan untuk acara 7 bulanan akhirnya tiba, anet dan ambran telah siap dengan pakaian adat jawa yang akan di pakai saat acara nanti. sedangkan anggota keluarga yang lain memakai baju berwarna biru muda, termasuk keponakan ambran yang baru lahir dan juga baby royan yang baru pandai berjalan.


Rangkaian demi rangkaian acara berjalan dengan lancar, tiba la saat nya anet melakukan mandi kembang.


*Berbahagialah anita, sebentar lagi kau akan merasakan menangis 7 hari 7 malam, dan setelahnya kulit mulus mu yang palsu itu akan mengelupas dan membusuk* Gumam seseorang dari jauh sambil menyeringai jahat.


Dengan bergantian, seluruh anggota keluarga inti baik dari anet dan juga ambran mumulai prosesi adat yang satu ini. Awalnya memang anet merasa sedikit terkejut dengan air yang di siramkan ke tubuh nya.


*Uuuhh dingin bangat airnya* lirih anet dengan sedikit menggigil.


*Kau tidak apa sayang* tanya bunda yang berdiri di depannya, karena bunda lah orang pertama yang menyiramkan air tersebut di tubuh anet.


*Gak apa bun, air nya dingin bangat, tapi menyegarkan* ucap anet.


*Akhirnya, sebentar lagi tu perempuan akan di campakan, haha, liat lah reaksi nya, pasti dia saat ini kepanasan* lagi lagi denada tersenyun jahat.


Semua prosesi cara sudah selesai di lakukan, dan saat ini anet sudah ke kamar untuk mengganti pakaiannya yang basah di temani mami dan karena ambran sibuk melayani tamu yang datang.


30 menit denada menunggu dengan hati tertawa, yakin akan berhasil membuat anet terluka dan akan kehilngan bayi yang di kantungnya.

__ADS_1


Anet dan mami kembali ke taman tempat dimana acara di lansungkan.


*Kok perempuan itu baik baik aja. sialan, pakai sihir apa tu orang* umpat denada yang melihat anet tetap tersenyum bahagia dan menyapa para tamu. dan tentunya kulit mulusnya tetap saja mulus tidak seperti yang denada harapkan.


*Hey, kenapa kau disini, ayo bergabung disana sama yang lainnya. masa udah cantik gini cuma berdiri saja di sudut, ayo* Dinda datang dan menepuk bahu denada, membuat denada kaget.


*Eh iya, tadi aku lagi nungguin teman, tapi seperti nya dia gak jadi datang deh* Alasan denada.


*Ooh, ya udah ayo masuk. ntar pegal loh berdiri terus* Dinda berjalan dan menarik tangan denada. padahal dia juga tak begitu kenal denada, hanya tau wajah nya saja dan cerita kejahatannya dari anet.


*Iya* mau tak mau denada mengikuti langkah dinda untuk bergabung ke acara.


*Hay nyonya bos, selamat ya. acaranya berjalan lancar* ucap dinda sambil memluk anet.


*Aiiss, mulai lagi. udah ah malas ladeni, aku mendadak lapar, tante aku bolehmakan semua nya kan* tanya dinda pada mami yang ada di samping anet.


*Iya din, makan sepuas mu, bungkus juga nanti sekalian ya*


*Kok tante marah*

__ADS_1


*Siapa yang marah, tante serius, salah siapa gak ajak adek sama ibu mu*


*Oh buat mereka, kirain buat aku semua*


*Kamu ya,* mami hendak menjewer telinga dinda namun dinda segera kabur. membuat mami geleng geleng kepala dengan sahabat anak nya ini. anet malah tertawa terbahak bahak.


*Denada, kamu datang, silahkan di makan dulu* tawar mami dan di angguki anet juga.


*Iya tan, nanti saja*


*Oh ya, ini Ada sedikit hadiah buat anita, maaf ya datang walaupun gak di undang* denada sedikit canggung karena memang dia datang tanpa d undang, tapi sengaja membawa kado agar ada alasan saat suasana genting seperti saat ini.


*Gak apa kok mbak, makasih loh, udah datang, kemaren mau kirim undangan, tapi kita gakntau alamat nya dimana, dan makasih kado nya, jadi merepotkan* jawab anet.


*Gak kok, oh ya aku ke sana dulu ya. mati tante*


*Iya silahkan nak* jawab mami.


Denada masih mengupat dalam hati.

__ADS_1


*Sialan, kok bisa ya racun nya gak ada reaksi, padahal itu kan yang racik orang yang profesional, apa ada yang njkar airnya ya, aaah sial bangat. untung gua bawa kado, jadi ada alasan. Aaah menyebalkan deh* ...


Bersambing....


__ADS_2