Bukan Gadis Desa Biasa

Bukan Gadis Desa Biasa
BAB 106


__ADS_3

30 menit setelah dea lahiran, dea juga sudah di bersihkan oleh mami dan bunda, sementara anet membersihkan bayi mungil itu bersama dokter yang berjaga di hotel. Tentu saja dokter terlebih dahulu mengecek kondisi dea.


-


Semua berkumpul di kamar dea. Anet masuk bersama dengan bayi mungil yang di bedong itu.


*Kak, ini bayi kakak tampan sekali, dan kata dokternya, dia sangat sehat, walaupun belum cukup bulan.* Anet menyerahkan bayi dea pada robi dan menjelaskan apa yg di sampaikan dokter.


*Makasih ya dek, kamu udah bantuin kakak tadi.* ucap dea mengelus tangan anet, dan di angguki dengan senyuman manis anet.


Robi mengazani pangeran kecilnya dengan sangat merdu. semua terharu mendengar lantunan azan robi, apalagi robi juga menitukkan air mata saat mengazani bayi mungkilnya ini.


*Ya udah, kita sebaiknya biarkan dea dan si jahoan ini istirahat dulu* papi mengajak semua keluar dari kmaar dea, ya memang saat ini masih pukul 3 dini hari.


Setelah mereka meninggalkan robi dan keluarga kecilnya, mereka kembali ke kamar masing masing, kecuali ambran.


Dia mengekor di belakang anet yang melangkah masuk ke kamarnya.


*Sayang, kamu kok ikut ke kamar aku, kan kamur kamu di sebelah* ucap anet saat menyadari ambran imut masuk ke kamarnya.

__ADS_1


*Aku mau tidur di sini aja, sama kamu* bisik ambran yang melangkah santai menuju kasur anet.


Anet menutup pintu kamarnya.


*Kita kan bjka muhrim yang sah, nanti kalau ada yang liat kamu di sini gimana* anet berdecak pinggang di hadpaan ambran.


*Sudah biarkan saja. biar cepat nikah* jawab ambran sekena nya.


*Iis, menuebalkan. ya udah kamu tidur aja duluan, aku mau mandi dulu* anet melangkah ke kamar mandi.


*ini masih sangat gelap yank, kenapa mandi* tanya ambran.


*Liat ni baju aku kotor banyak bercak darah kak dea, kamu mau tidur sama aku kotor gini* tanya anet sambil memegang bajunya.


Anet memutar bola matanya malas melihat tingkah ambran.


Lebih kurang 20 menit anet keluar dari kmar mandi dengan menggunkaan handuk kembennya. melihat itu ambran yang sedang asik memainkan ponsel anet menelan ludha kasar.


Bagaimana tidak, anet yang memiliki kulit putih mulus, body bak model itu berdiri sempurna di depan nya.

__ADS_1


*Kenapa kau menggoda sekali sayang* bisik ambran yang kini berdiri di belakang anet saat membuka lemari pakaian.


*Jangan macam macam deh, ingat belum sah* ucap anet yang meraskan hembusan nafas segar berbau mint itu.


*Iya tau, tapi kalau liat dulukan gak masalah yang* tangan ambran mulai memeluk pinggang ramping itu.


Anet menepis tangan itu, namun sang pemilik tangan malah menempelkan badannya ke punggung anet.


*Yank, jangan gini ah. awas dulu aku mau pakai baju* bujuk anet.


*biarkan begini sebenatr saja yank, aku sangat merindukan mu. janji gak minta lebih* ambran membenamkan keplanya ke bahu kanan anet.


karena ambran sudah berjanji, Anet pun membiarkan ambran, dan sebenarnya dia juga mulai nyaman dengan pelukan ambran, dan mengelus rambut sang kekasih lembut.


*Yank, aku boleh minta jatah gak, haus pemgen mimik* bisik ambran di telinga anet.


*Gak boleh, kan tadi udah janji peluk aja gak minta yang lain* tolok anet yang mengetahui maksud kata mimik dari mulut ambran.


*Mmm, nyesal tadi bilang janji* Ambran merajuk namun enggan melepas pelukannya.

__ADS_1


**Bersambung....


Seperti**nya ambran mulai gak tahan lagi ni pengen di belai anet. apa gara selalu di kompori robi ya..??🤔🤔


__ADS_2