Bukan Gadis Desa Biasa

Bukan Gadis Desa Biasa
BAB 118


__ADS_3

Jedaaarr...


Denada terhayun dan hampir saja tumbang, kaki nya terasa sangat lemas dan tak mampu lagi menahan tubuhnya.


Ambran bukannya membantu denada malah pergi dari cafe tersebut, dia sudah sangat malas jika harus berlama lama di sana.


Beruntung denada di bantu teman nya yang lain untuk duduk di kursi di sebelahnya.


*Ambraaaan, tunggu* denada berteriak.


Ambran terus melangkah dan tak menghiraukan triakan denada, robi yang selalu setia bersama ambran mendekati denada.


*Kau yang kuat ya dena, mungkin kalian memang belum jodoh* ucap robi menepuk pundak denada lalu pergi mengejar ambran.


Dan sejak itulah denada dan ambran menjadi sangat jauh, saat bertemu di kelas pun mereka tak lagi tegur sapa. bahkan robi yang juga akrab dengan denada ikut menjauhi wanita itu tanpa alasan yang jelas.


Hal itu membut denada menjadi berambisi untuk mendapatkan ambran bagaimana pun caranya.


Saat lulus sekolah dengan terpaksa denada ikut orang tuanya ke liar negri, karena memang ayah denada berwarga negara asing dan ingin menetap di negaranya.


Ambran yang mengetahui itu sangat merasa senang, karena dia tak lagi di hantui rasa bersalah pada denada dan tentunya denada akn bisa melupakan rasa cinta nya pada ambran.

__ADS_1


flashback end.


*


*


Saat sampai di rumah mami, anet lansung masuk ke rumah, kebetulan mami dan dea sedang bermain dengan baby royan di ruang tamu.


*Assallamualaikim*


*waalaikum salam, dek kau kesini, wah kebetulan mami tadi masak banyak* sambut mami dengan wajah cerah.


*kau kenapa dwk, kok mukanya di tekuk gitu* tanya dea mihat wajah anet yang masam.


*Kau sudah tanya sama ambtan wanita itu siapa* tanya mami.


*Belum, dilihat cara mereka berbicara dan pelukan sepertinya mereka memiliki hubungan yang sangat spesial* anet masih dalam mode emosi.


*Gak baik menyimpulkan sesuatu dengan sepihak, coba kau telpon ambran sekarang, tanya baik baik siapa wanita yang kau liahat bersamanya itu. bisa jadi kan itu sepupunya* nasehat mami.


*Gak mungkin sepupunya mi, kemarin kan aku udh pernah jumpa semua anggota keluarga kak ambran. gak ada wanita itu, pasti itu kekasih lainnya*

__ADS_1


-


Ambran yang sangat gelisa takut anet akan membatalkan pernikahan mereka yang akan di lansungkan 3 hari lagi lansung menuju rumah keluarga tan.


*Dia pasti salah sangka pada ku, dan sekarang pasti lagi ke rumah dea. karna tidak mungkinkan dia lewat sini kalau bukan ke rumah dea, karena rumah bunda dan rumah nya tidak melewati jalan ini.* gumam ambran sambil menaikan laju mobilnya.


Benar dugaan nya, saat di depan rumah dea, mobil anwt audah terparkir di sana. dan melihat ointu rumah yang masih terbuka lebar am ran turin dan masuk ke rumah tersebut.


*Assallamualaiku.*


*awaalikum salam, ambran. kebetulan kau kemari. duduk lah disini* pinta mami pada ambran.


setelah ambran duduk di depan mami, anet yang awalnya duduk di sebelah ambran sedikit menggeser jarak nya. ambran melihat itu maklum saja.


*Tolong kau jelaskan semuanya, siapa wanita yang bersama mu tadi yang di liahat anet* tegas mami.


*Iya, siapa wanita itu, apakah dia teman mu, atau sahabat mu, atau lagi kekasih baru mu* tuding dea.


Anet hanya diam dan memegan jemari baby royan yang berada di dalam sepeda bulannya.


Sebenarnya wanita yang anet lihat bersama ku tadi, dia...

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2