
Setelah semua sesi acara selesai, dan tamu undangan pun sudah pada berpulangan, hanya tersisa keluarga inti kedua mempelai dan para tim WO yang menyelesaikan tugas akhir mereka.
*Sayang, sepertinya kau lelah sekali* Ambran melihat wajah istrinya sangat lesuh.
*Iya, rasanya mau segera mandi dan rebahan, betis ku juga sangat pegal rasanya* jujur anet.
*Ya sudah ayo kita ke kamar sekarang, kan acara juga sudah usai* ajak ambran.
Keluarga mereka membiarkan kedua pengantin itu menuju kamar yang sudah di rias sedemikian rupa.
*Alhamdulillah ya, acara nya berjalan dengan lancar, hanya tadi ada kerikil saja yang mencoba membuat kacau acara ini* paman dan semua merasa legah.
*Tunggu, tunggu. paman bilang ada kerikil, emang tadi di lantai ada yang buang krikil ya* tanya bella polos.
*Bella sayang. bukan kerikil batu nak, tapi ....* paman dan bunda menceritakan kejadian saat denada mencoba mengacaukan acara tadi.
Semua mengmasang wajah marah saat mendengar cerita paman. bahkan robi hampir saja membuat baby royan terbangun karena dia menepuk meja saking emosinya.
Bagaimana tidak, dia sangat mengenali sifat dan karakter denada sejak mereka SMA. bahkan dia juga jauh lebih dulu mengenal denada di bandingkan ambran. karena wajtu masih SMP denada pernah membuat masalah di sebuah cafe dan roby lah yang membantu denada agar tak di tuntut oleh pihak cafe katena membuat keributan dan merusak barang barang cafe itu.
__ADS_1
*Bay, kontrol emosi mu, royan bisa terbangun kalau kau tetap begini* ucap dea yang masih memangku royan.
*Iya, maaf kan aku. tapi aku sangat mengenal sifat perempuan itu, dia tak akan menyerah untuk mendapatkan apa yang dia ingin kan*
*Sekarang kita istirahat saja dulu, besok kita bicarakan lagi masalah perempuan itu* usul bunda dan semua setuju.
Malam ini mereka semua menginap di rumah besar anet, karena kamar nya tak cukup maka yang perempuan tidur di kamar dan para lelaki tidur di luar seperti beberapa waktu lalu.
-
Sementara di kamar pengantin.
Anet sudah selesai dengan acara mandinya, ambran yang masih duduk di tempat tidur sambil memainkan ponselnya, mengalihakan pandangan ke arah pintu kmaar mandi.
*Iya, kakak mandilah dulu. pasti badan nya juga gerahkan* Ambran pun meletakkan hpnya di nakas dan menuju kamar mandi.
Saat melewati anet, cup. sebuah kecupan singkat mendarat di bibir anet. Anet hanya tersenyum saja tak memahari dan tak pula protes pada pria yang sekarang sudah menjadi suaminya itu.
Sambil menunggu ambran selesai mandi, anet menyiapkan baju ganti untuk nya, karena ambran tak membawa baju ganti ke kamar mandi tadi.
__ADS_1
10 menit berlalu, ambran masih setia di dalam sana.
*Lama juga dia mandi, lebih baik aku tiduran dulu aja* gumam anet dan merebahkan badannya di kasur empuk itu.
15 menit kemudian saat ambran keluar dari kamar mandi, dia melihat ostri cantiknya sudah tertidur. Ambran mendekati wanita cantik itu dan menarik selimut untuk menutupi tubuh istrinya.
*Sepertinya kau benaran lelah sayang, sebanarnya aku kecewa tak jadi malam pertama dengan mu, tapi ya sudah lah, tak masalah. aku akan setia menunggu nya sampai besok malam* lirih ambran dan menuju koper yang ada di sudut kamar.
*Kok baju ku kok ada di sini, apa anet yang menyediakannya* tanpa sengaja ambran melihat pakaiannya di atas meja rias.
Setelah memakai oakaian nya ambran pun ikut merabahkan diri di samping anet. karena sejujurnya dia juga sangat kelelahan berdiri seharian di atas pelaminan tadi.
Bersambung.....
PENGUNGUMAN:
Kemungkinan 3 hari kedepan kita gak up ya bundsist sayang. mau ngabisin waktu liburan bareng keluarga dulu. tapi akan up di hari berikutnya..
terima kasih sudah setiah sama kisah khayalan uathor sampai saat ini.
__ADS_1
Salam jumat berkah buat kita semua.
love you😘😘😘😘😘