Bukan Gadis Desa Biasa

Bukan Gadis Desa Biasa
BAB 59


__ADS_3

Matahari turun dari singgah sananya, di gantikan bulan yang memancarkan cahaya yang indah di temani para bintang berkelipan di lagit yang gelap di atas sana. Seorang gadis sudah duduk rapi di depan meja rias yang penuh dengan peralatan make up dan aksesoris. di depan cermin yang memntulkan kecantikan alaminya wanita itu tersenyum dan merasakan detak jantungnya begitu berbeda dari biasanya.


Saat sibuk dengan perasaannya sendiri, terdengar deru suara mobil di halaman luas hunian mewah tersebut. dan tak lama berselang, ketukan pintu kamarnya terdengar. setelah membuka pintu, sang ART mengatakan sesorang sudah menunggunya di lantai bawah. semangkin berdebarlah kuat detak jantung nya.


Namun dengan penuh semangat dan senyum mengambang ia turun dan menemui pemuda yang akan mengajaknya keluar malam ini.


*Selamat malam, kau sudah siap* tanya sang pemuda tampan tersebut. Sang wanita menganggukan kepala dan tersenyim manis pada pria itu.


*Kalau begitu ayo kita berangkat sekarang.* pria yang tampan dan mempesona itu berjalan beriringan dengan gadis pujaan hatinya, walaupun belum memiliki hubungan spesial apapun menuju mobil sprot yang terparkir rapi di depan teras.

__ADS_1


Saat di perjalanan menuju lestoran milik keluarganya. sang pria tak henti hentinya curi curi pandang pada wanita cantik di sebelahnya. tentunya sang wanita tak mengetahui itu, karna sibuk melihat ke jalanan yang penuh dengan lampu lampu jalan dan bangunan di kota besar ini.


*Kau kenapa diam saja, apakah kau sedang tak enak badan* ucap sang pria mencoba memecah kesunyian.


*Tidak, aku bingung mau bahas apa,* wanita itu menjawab tanpa menoleh pad alawan bicaranya. keheningan terjadi kembali di mobil mewah tetsebut, sampai terdengar sebuah permintaan dari wanita cantik itu* Bisakah kita berhwnti di depan situ sebentar* sambil memasang wajah merayu. pria tampan itu melihat ke depan dan menganggukakn kepalanya *Mm, baiklah ratuku* ucapnya tampa sadar.


*Apa kak, tadi bilang apa* tanya sang gadis. menyadari kalimat nya barusan, sang pria mencoba berkila *Tidak, aku tidak mengatakan apapun* dan dia memarkirkan mobilnya ke tepi jalan.


Mata pria tersebut mengikuti langakah gadia cantik itu. dan tak lama kemudian dia tersenyum melihat gadis itu membawa 5 bungkus cotton candy dengan berbagai warna di tangan kirinya, dan di tangan kanannya memegang satu gulung cotton candy berwarna ungu muda, jarak dari gerobak cotton candy dengan mobil tak terlalu jauh, namun di sepanjang perjalanannya menuju mobil sprot itu gadis ini asik mengunya dan menjilati makanan manis itu, tanpa menghiraukan gaun panjang yang sudah menyapu jalan.

__ADS_1


*Sudah selesai nyonya* tanya sang oria saat gadia itu memasuki dan menghenyakakn pantatnya di dalam mobil.


*Sudah tuan, kau mau* dia mengarahkan makanan itu ke mulut sang pria, *Tidak, kau saja yang makan, tapi awas diabet* ucap sang pria sembil tersenyum dan mencubit hidung mancung gadis itu.


Sampainya di depan lestoran tempat yang di janjikan mamanya, sang pria itu kekuar dan membukakan ointu untuk wanitanya. dengan anggun wanita itu turun dan menggandeng tangan sang pria masuk ke dalam lestoran.


-


-

__ADS_1


-


Bersmbung....


__ADS_2